Persaingan Di Zona Samudera Merah
Perkembangan dunia bisnis MLM sejak tahun 1980-an hingga saat ini semakin pesat perkembangannya. Coba anda lihat berapa jumlah perusahaan MLM yang sudah terdaftar sebagai anggota APLI berikut ini :
|
MEMBER ID |
NAMA PERUSAHAAN |
NAMA PRODUK |
|
0002/06/93 |
Matol |
|
|
0003/06/93 |
CNI |
|
|
0005/06/93 |
Amway |
|
|
0008/06/93 |
Multicare |
|
|
0011/06/93 |
Oriflame |
|
|
0013/11/95 |
Vivalife |
|
|
0014/01/96 |
Tara |
|
|
0015/01/96 |
Cosway |
|
|
0016/05/96 |
Forever Living Product |
|
|
0017/05/96 |
Identik |
|
|
0025/09/98 |
Sophie Martin |
|
|
0027/11/98 |
Herbalife |
|
|
0028/11/98 |
Tigaraksa |
|
|
0029/11/98 |
Prime & First New World |
|
|
0031/12/98 |
Capriasi |
|
|
0032/03/99 |
New Image Internasional |
|
|
0033/03/99 |
Kompak |
|
|
0035/09/99 |
Sunrider |
|
|
0036/09/99 |
NOP |
|
|
0037/09/99 |
DXN |
|
|
0038/02/00 |
Sinergiplasindo |
|
|
0043/04/00 |
High-Desert |
|
|
0046/07/00 |
Bracini |
|
|
0047/07/00 |
U-trend |
|
|
0050/09/00 |
Elken |
|
|
0053/01/01 |
KK |
|
|
0056/07/01 |
Supamas |
|
|
0057/07/01 |
Tianshi |
|
|
0058/09/01 |
Vitasqua |
|
|
0061/09/01 |
Revell |
|
|
0064/03/02 |
Immunocal |
|
|
0069/04/03 |
K-Link |
|
|
0070/05/03 |
Triple-S |
|
|
0071/06/03 |
Zhulian |
|
|
0073/07/03 |
Citidirect |
|
|
0076/11/03 |
Ratu Nusantara |
|
|
0080/06/04 |
Bio Young |
|
|
0081/07/04 |
Kokopelly |
|
|
0083/07/04 |
Elite Club |
|
|
0084/08/04 |
Wootekh |
|
|
0086/09/04 |
Lifestyles |
|
|
0087/12/04 |
Oxy |
|
|
0088/01/05 |
Lampe Berger |
|
|
0089/03/05 |
Eco Clean |
|
|
0090/05/05 |
Synergy World Wide |
|
|
0091/08/05 |
Goodway |
|
|
0092/01/06 |
GHT |
|
|
0093/01/06 |
Perfect |
|
|
0095/03/06 |
Nu Skin |
|
|
0096/03/06 |
Tupperware |
|
|
0097/06/06 |
ATM |
|
|
0098/12/06 |
Nutrend |
|
|
0099/03/07 |
M-Plan |
|
|
0100/07/07 |
Kopi Klasik |
|
|
0101/08/07 |
Supreme |
|
|
0102/09/07 |
Mercy Star |
|
|
0103/10/07 |
SUN |
|
|
0104/10/07 |
TNI |
|
|
0105/03/08 |
Pandu |
|
|
0106/04/08 |
TempoDirect |
|
|
0108/07/08 |
Keiza |
|
|
0109/09/08 |
FVI |
Jumlahnya ada sekitar 62 perusahaan yang saat ini masih aktif beroperasi, walaupun dalam perkembangannya ada juga perusahaan yang tutup/bangkrut entah karena tidak ada omzet lagi, adanya perselisihan antar managemen, bahkan ada juga perusahaan yang dikeluarkan dari anggota APLI karena masalah kode etik, seperti perusahaan MLM UFO misalnya, yang mana telah menimbulkan jumlah korban penipuan yang dilakukan membernya.
Dari 62 perusahaan MLM tersebut, masing-masing memiliki keunikan dari sisi produk yang dijual, marketing plan, support sistem, dan strategi mereka dalam hal membuka dan mempertahankan pasar dari serangan atau persaingan dengan kompetitor lainnya.
Mereka (62 perusahaan MLM) tentunya tidak hanya bersaing merebut pasar dengan sesama anggota APLI, coba hitung berapa jumlah perusahaan sejenis yang tidak tergabung dalam anggota APLI, entah perusahaan itu memiliki sistem binary maupun money game dan skema piramid, pastinya lebih banyak jumlah ketimbang anggota APLI. Menurut info yang saya dapat dari beberapa teman pelaku MLM dalam waktu 1 minggu muncul 5-8 jenis perusahaan MLM (baik itu binary, money game, maupun MLM murni), rata-rata perusahaan baru tersebut berasal dari Malaysia, China, Australia, USA, maupun dari Eropa. Tapi kebanyakan yang sering masuk ke Indonesia adalah perusahaan MLM dari negara Malaysia. Karena Malaysia adalah “Surganya MLM”.
Bahkan di negara Malaysia sendiri, sering mengadakan sebuah kegiatan pameran perusahaan MLM (seperti halnya pameran komputer maupun pameran franchise) baik itu setahun bisa 2 kali dan bahkan bisa lebih.
Rata-rata jumlah perusahaan MLM di Malaysia sangat banyak sekali, maklum saja Malaysia kan simbahnya MLM bagi negara kita, pengalaman Malaysia sudah selama 40 tahun lebih dalam me-manage bisnis MLM, sedangkan kita baru 30 tahun (selisih 10 tahun).
Wajar saja jika kita lihat perusahaan MLM yang ada di Malaysia lebih terlihat profesional, mapan, dan kesannya tidak main-main dalam membuka pasar di Indonesia (fokus mereka adalah pasar dunia bukan hanya lokal Malaysia saja). Karena ini adalah salah satu strategi dalam menghadapi kompetisi dengan para pesaing yang sudah sedemikian sangat ketat baik bersaing dengan perusahaan MLM Malaysia yang sedang membuka pasar di Indonesia maupun dengan perusahaan MLM Indonesia.
Bagaimana degan perusahaan MLM lokal Indonesia, apakah sudah berorientasi ke pasar global atau masih di lingkup lokal saja?
Kita tunggu saja pada tahun 2009 nanti.
TIPE PELAKU MLM
Tipe distributor/pelaku MLM banyak jenisnya, dan berdasarkan pengalaman, saya bagi menjadi 6, yaitu :
1. Founder MLM
Founder MLM bisa diartikan sebagai penemu atau penggerak awal suatu perusahaan MLM yang masih baru. Harap diingat pula bahwa perusahaan MLM yang masih baru dalam arti belum di launch tapi para founder ini mulai bergerak merekrut anggota atau member.
Jadi, kalau anda pernah mengikuti acara launching suatu perusahaan MLM, baik itu soft maupun grand launching pastinya sudah ada begitu banyak member yang telah bergabung dan bahkan sudah ada beberapa founder yang telah memiliki peringkat tertinggi dan meraih beberapa reward yang diberikan oleh perusahaan MLM tersebut.
Para founder MLM ini diberikan sebuah fasilitas oleh perusahaan MLM-nya yang boleh dibilang sangat mewah, seperti fasilitas mobil mewah (terkadang fasilitas ini bisa juga gratis), biaya transportasi keluar kota, biaya pertemuan di suatu kota, pemberian persenan omzet dari jumlah member yang bergabung, dan terakhir adalah diberikan posisi atau peringkat awal, istilah orang MLM adalah 001.
Pemberian fasilitas yang mewah berbanding lurus target omzet yang diberikan oleh perusahaan. Jadi perusahaan tidak mau rugi juga kan jika fasilitas yang diberikan tidak berbanding lurus dengan omzet yang tercipta. Maka dari itu, perusahaan MLM yang baru tidak berani atau gambling dalam memilih para founder MLM-nya.
Para founder yang dipilih rata-rata memiliki pengalaman di bidang bisnis MLM dan memiliki track reord yang baik dan bagus, serta memiliki jaringan yang luas, kuat, dan loyal. tak ayal lagi jika perusahaan MLM baru bisa memilih dengan baik dan bagus para founder-nya maka bisa dipastikan perusahaan MLM tersebut akan cepat berkembang.
Jumlah founder yang direkrut oleh perusahaan MLM tergantung dari kebijakan perusahaan. Setelah pemilihan siapa yang pantas menjadi founder dan dapat memenuhi target yang diberikan perusahaan, maka perusahaan akan membagi suatu wilayah kerja serta sesuai asal daerah si founder, misalnya founder yang satu bertugas di wilayah Sumatera, founder yang lain di wilayah jawa, kalimantan, dan sulawesi.
2. Leader MLM
Para founder yang telah dipilih tadi kemudian menjalankan bisnis MLM seperti biasanya, seperti merekrut member yang memiliki potensi sebagai seorang leader. Maka para founder ini mencari calon leader tersebut di beberapa perusahaan MLM lain dengan cara bajak membajak dengan memberikan keuntungan-keuntungan, misalnya posisi jaringan yang menarik, atau akan diberikan jaringan besar di bawahnya.
Leader MLM yang telah direkrut tadi juga menjalankan seperti layakanya member baru, namun tetap didukung oleh para founder tadi, meliputi support acara presentasi, training, dan pembentukan sebuah organisasi support system. Support system ini bisa dibentuk oleh perusahaan MLM maupun dibentuk oleh para founder MLM bersama para leader-leader pilihannya.
Bukan rahasia umum lagi jika para leader ini kebanyakan bukan dari pelaku MLM pemula alias yang baru terjun di dunia bisnis MLM, melainkan yang sudah berpengalaman di berbagai perusahaan MLM.
3. Pedagang MLM
Di dalam suatu bisnis MLM dikenal dengan namanya pedagang MLM. namanya saja pedagang yang berarti banyak dagangan yang dijual bukan? nah pelaku MLM yang bertipe pedagang MLM ini memiliki keunikan. Kenapa kok memiliki keunikan, hal ini bisa anda lihat sewaktu pedagang MLM memprospek orang. Nah misalnya, pedagang MLM ini menawarkan bisnis MLM dengan produk supplemen food dan orang yang diprospek tidak tertarik dikarenakan harga produk tersebut mahal dan sulit dijual, maka pedagang MLM tersebut akan menawarkan bisnis MLM lain dengan produk seperti voucer hp, kredit kendaraan bermotor, alat penghemat BBM, dan sebagainya.
Intinya dari pedagang MLM adalah menjual produk yang cocok bagi calon konsumennya, bisa dikatakan sebagai supermarket berjalan dan bahasa gaulnya adalah “Lu minta apa aja, gua ada”. Sehingga jangan harap jika pedagang MLM ini bisa fokus pada satu jenis produk dalam menjalankan bisnis MLM-nya. Kata fokus adalah anti bagi dia.
4. Pemain MLM
Julukan pemain MLM sama seperti pemain bola pada liga Inggris maupun liga Italia, sebab pemain bola ini akan pindah klub jika ada tawaran gaji lebih tinggi beserta fasilitas yang didapat. Nah kalau pemain MLM akan pindah ke MLM lain jika ada tawaran bonus lebih tinggi ketimbang MLM yang dulu, sistemnya mudah, produknya gampang dijual, dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan maupun leader MLM juga lebih oke.
Jadi yang termasuk dalam kategori pemain MLM bisa seorang Founder, Leader, maupun hanya sekedar member biasa yang tanpa adanya embel-embel apapun.
Pemain MLM ini hampir mirip dengan pedagang MLM, yang menjadi pembeda adalah : kalau pedagang MLM menyediakan produk jenis apapun dari berbagai MLM, sedangkan pemain MLM, jika pindah ke MLM lain maka dia tidak akan membawa masa lalu di MLM sebelumnya tetapi membawa hidup baru yaitu produk dan sistem baru.
Jenis pemain MLM ini secara apa yang pernah saya lihat dan temui secara tatap muka, adalah orang yang dikatakan tidak pernah sukses dalam hal finasial.
5. Pengikut Alias Tukang Hura Hura dan Huru Hara
Seorang leader maupun pemain MLM pastinya memiliki pengikut yang ikut meramaikan bisnis MLM. Para pengikut ini tidak pernah mengambil pusing mengenai apakah ingin sukses maupun kaya secara finansial, yang penting ikut meramaikan bisnis MLM saja sudah merasa fun banget.
Pengikut jenis seperti ini bisa dipakai sebagai tukang hura hura dan huru hara di setiap acara presentasi mingguan maupun saat acara seminar besar. Boleh dibilang sebagai tukang sorak, cheerleader, maupun sebagai alat untuk menuh menuhin kursi undangan saja biar kelihatan penuh.
6. Konsumen atau Pengguna Produk (User)
Salah satu sebab seseorang yang mengikuti bisnis MLM adalah agar mendapat produk dengan harga member atau distributor yaitu sebesar 15%-20% dari harga konsumen atau non member. Dengan demikian orang tersebut bisa dikatakan sebagai user atau pengguna produk.
Suatu jaringan bisnis MLM yang besar dan kuat adalah dengan didukung adanya konsumen atau pengguna produk. Sebab konsumenlah yang dapat menyumbang omzet bagi pemilik jaringan. Jadi rawatlah konsumen anda dengan baik ya.
FENOMENA PERSONAL FRANCHISE DI MLM
Fenomena para pelaku MLM yang menggunakan istilah franchise ataupun personal franchise dalam menawarkan bisnisnya kepada sang prospek memang sedang getol-getolnya. Kenapa mereka bisa menyamaratakan maksud MLM dengan istilah Franchise atau Personal Franchise? Apakah mereka (pelaku MLM) menggunakan istilah franchise atau personal franchise agar dapat mempermudah dalam mem-prospek orang atau malah untuk mempermudah menipu sang prospek sehingga merasa terjebak? Atau para pelaku MLM merasa minder/malu menawarkan secara terang-terangan nama perusahaan bisnis MLM-nya? Saya bisa jawab pasti IYA.
Perbedaan antara franchise dan MLM adalah serupa tapi tak sama, begitu yang diungkapkan oleh Bapak Burang Riyadi, seorang konsultan bisnis waralaba dari International Franchise Business Management (IFBM). Saya menyempatkan waktu untuk mengirim email kepada beliau, berikut pendapat beliau :
Saya : Menurut Bapak, apa tanggapan Bapak mengenai penggunaan istilah franchise atau personal franchise yang digunakan pelaku MLM dalam memprospek orang belakangan ini bisa dikatakan beretika atau justru akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi bisnis franchise/waralaba yang sebenarnya?
Burang Riyadi : Tentunya dengan adanya berbagai definisi dan presepsi yang berbeda-beda tentang suatu istilah akan membingungkan orang-orang yang berkepentingan. Demikian juga dengan Franchising. Jika ada definisi yang berbeda-beda dan presepsi yang berbeda juga pasti akan membingungkan yang berkepentingan dengan pengusaha yang menggunakan istilah Franchising. Hal demikian bisa terjadi karena tidak adanya (per)aturan yang baku dari otoritas yang ada.
Syukur Alhamdulillah, saat ini Indonesia mempunyai Peraturan Pemerintah no.42 tahun 2007 tentang Franchise/Waralaba, yang mengatur tentang definisi dan kriterianya. Sehingga, istilah franchising menjadi lebih baku dan ada landasan hukumnya. Bila ada orang menggunakan istilah Franchising tetapi tidak sesuai dengan peraturan pemerintah, maka akan ada sangsinya dan bisa didenda hingga Rp 100 juta. Tinggal sekarang pemerintah harus menerapkan peraturannya dengan disiplin.
…………………………..
(Saya cerita sedikit tentang MLM; sebenarnya MLM adalah strategi marketing yang sangat ampuh luar biasa untuk memasarkan suatu produk dengan cepat. Tetapi dengan sistemnya yang dapat menarik uang downliner-nya dimuka dengan mudah, serta menerapkan margin yang tinggi (supaya bisa dibagikan komisinya kepada beberapa lapis downline-nya), membuat beberapa oknum pelaku usaha menerapkan malpraktek yang merugikan para anggotanya. Misalnya: setelah uang terkumpul, pengusaha induknya menghilang. Atau ada pelaku yang menerapkan MLM tanpa produk yang konkret alias money game saja. Situasi ini membuat banyak orang menjadi tidak bersimpati, sehingga image (citra) dari sistem MLM yang luar biasa tadi menjadi buruk. Sistemnya bagus, tetapi cara-cara melakukan usahanya tidak baik. Alhasil, banyak orang yang tidak bersimpati dengan MLM secara umum. Citranya menjadi buruk. Maka perlu diatur dalam suatu peraturan agar efeknya tidak merugikan dan citranya tidak jatuh.
Demikian juga dengan Franchising. Jika istilah Franchising juga tidak ada aturannya, bisa terjadi hal yang sama dengan MLM. Dibeberapa negara yang tidak mempunyai peraturan Franchise, terjadi hal-hal yang tidak jelas seperti di atas, sehingga citra dari Franchising menjadi kurang baik. Akibatnya, banyak orang yang ditawari franchise menjadi tidak suka atau tidak nyaman. Misalnya saja di Singapore pada 2 hingga 3 tahun lalu. Karena tidak ada peraturan pemerintah, maka banyak orang menawarkan franchise tetapi tidak bertanggung jawab.)
………………………..
Saya : Apakah pelaku MLM tersebut bisa dikatakan melakukan tindakan penipuan kepada sang prospek?
Burang Riyadi : Jika sudah melanggar Peraturan Pemerintah tentu saja bisa dikatagorikan penipuan.
Saya : Sebenarnya apa sih perbedaan dan persamaan antara MLM dengan Franchise/waralaba?
Burang Riyadi : Persamaannya: 1) Sama-sama merekrut anggota jaringan. 2) Sama-sama menerima bagi hasil.
Perbedaannya: 1) Franchise/waralaba menjual (format) business concept dan bukan produk. 2) Franchise/waralaba tidak menjual secara multi level marketing (kecuali Master Franchise yang meneruskan kepada 1 level sub franchisee-nya). 3) Franchise/waralaba mempunyai kriteria khusus seperti yang tercantum pada PP. No.42 th 2007 tentang franchise/waralaba.
Saya : Apa saran bapak kepada para pelaku MLM yang menggunakan istilah atau kata franchise atau personal franchise dalam melakukan presentasi bisnis MLM-nya?
Burang Riyadi : Saran saya harusnya jangan dilakukan lagi. Karena sekarang sudah ada peraturannya. Kalau bisa mengundang calon anggota dengan tetap memperkenalkan istilah MLM, itu artinya memang bisnisnya yahuuud..!
Itulah beberapa hasil petikan wawancara dengan Bapak Burang Riyadi yang saya lakukan lewat email. Alasan kenapa saya sampai sejauh itu mewawancarai seorang pakar di bisnis franchise atau waralaba? Saya bermaksud agar anda sekalian mengerti bahwa MLM dan Franchise/waralaba memiliki persamaan dan perbedaan, tapi alangkah bodohnya jika ada pelaku MLM dalam melakukan aksi mengundang atau mempresentasikan bisnis MLM-nya dengan menggunakan istilah franchise atau waralaba akan tidak dibenarkan dan semuanya sudah ada peraturan pemerintah yang harus ditaati bersama.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Anang Sukandar, beliau adalah ketua Asosiasi Franchise Indonesia. Beliau mengatakan perihal penggunaan istilah personal franshise yang sebenarnya istilah seperti itu tidak ada. Tulisan artikrl beliau ada di majalah INFO FRANCHISE edisi bulan desember 2008 ini. Silahkan anda beli dan baca. Entar dikira saya melakukan fitnah, atau menjelekkan MLM lain yang merasa tersinggung….he he he he. Majalahnya murah sekali kok hanya Rp. 35,000.
Masih mau pake istilah PERSONAL FRANCHISE!!!! Atau langsung aja deh jujur ngomong “INI BISNIS MLM”???
BERANI MENERIMA TANTANGAN !!!!
MARKETING PLAN B TIANSHI
TIANSHI telah meluncurkan marketing plan B nya. infomasi bisa anda peroleh di sini, sini, dan sini.Dalam dunia bisnis MLM memang wajar jika suatu marketing plan perusahaan memiliki 2 jenis yang diistilahkan marketing plan A dan B seperti yang ada pada perusahaan K-LINK misalnya.
Adanya 2 jenis marketing plan jelas memberikan keuntungan yang berbeda satu sama lain. Namun perlu diingat bahwa untuk mengikuti marketing plan mana adalah pilihan anda dan itu bukan suatu kewajiban bagi seorang distributor MLM bersangkutan. Yang akan jadi masalah adalah jika terjadi pemaksaan kehendak oleh para upline dan leader terhadap para membernya untuk menjalankan marketing plan baru mereka.
Entah di mana letak keadilan sebagai bisnis owner MLM!!
Untuk bergabung di marketing plan B gampang saja, hanya mengaktivasi saja posisi anda, seperti :
1. Distributor yang telah mempunyai ID member Tiens, sudah mencapai peringkat bintang 3 atau bintang 3 ke atas ; atau.
2. Bergabung pada bulan tersebut dan langsung memenuhi pembelanjaan sebagai bintang 3.; distributor yang ingin menjalankan Plan B harus mendaftarkan diri dan memenuhi personal sales/ tutup point sesuai dengan peringkat distributor yang bersangkutan. Peringkat distributor di Plan B berdasarkan peringkat dalam Plan A bulan sebelumnya.
Pada saat bulan berjalan telah bergabung dalam Plan A dan sudah mencapai peringkat bintang 3 atau bintang 3 ke atas maka pada saat yang bersamaan dapat bergabung dalam Plan B. Dan peringkat dalam Plan B berdasarkan peringkat bintang 3.
Dalam marketing plan B Tianshi, menawarkan bonus yang terdiri dari :
- Keuntungan eceran (penjualan produk) sama halnya di plan A
- Personal Rebate sebesar 33 % dihitung dari kelebihan nominal dari syarat personal sales/tutup point yang terbagi ke dalam 6 level.
- Unilevel Bonus sebesar 33 % terbagi hingga level 11 dengan sistem kompres atau bahasa pemain MLM dikenal dengan nama pass up. Penjelasan mengenai unilevel bonus ini gampang-gampang saja, perhitungannya bonus unilevel didasarkan dari tutup point dan aktivasi downline-downlinenya dan downline-downline ini harus memiliki status aktif. Untuk mendapat status aktif harus memenuhi syarat tutup poin dan side volme tiap bulan. Gampang bukan. Maka ciptakan kaki kaki downline anda aktif yaitu dengan melakukan tutup point dan side volume tiap bulan dengan rajin serajin-rajinnya. Berikut penjelasannya :
-Bonus Aktivasi. Bonus yang diperoleh dari aktivasi downline di bawahnya. Bonus ini di dapat hingga kedalaman 6 level dengan sistem kompres atau pass up.
Contoh :
- Bonus langsung, tidak langsung, dan leadership sebesar 15 %.
Distributor yang mencapai bintang 8 atau lebih, pada Plan B berhak memperoleh bonus langsung, bonus tidak langsung, dan bonus kepemimpinan (leadership), perbandingan bonus tiap peringkat adalah sebagai berikut :
Penjelasan tabel :
Distributor bintang 8 keatas yang telah melakukan aktivasi ke plan B, berhak mendapat bonus langsung, bonus tidak langsung dan bonus kepemimpinan.
Distributor bintang 8, mendapat bonus langsung sebesar 1% dari side volume. Distributor diatas bintang 8, berhak memperoleh bonus langsung berdasarkan perhitungan side volume dan perbandingan level, misalnya silver lion berhak memperoleh bonus langsung sebesar 4%.
Distributor yang telah mencapai bronze lion atau diatas, berhak memperoleh selisih bonus dari side volume distributor diatas bintang 8.
Distributor bintang 8 keatas, pada saat dalam jaringan terdapat downline dengan peringkat sama, berhak memperoleh bonus kepemimpinan berdasarkan perbandingan peringkat dan perhitungan level. Pada saat perhitungan bonus kepemimpinan, distributor bintang 8 keatas boleh dihitung berdasarkan peringkat yang lebih rendah terlebih dahulu, boleh merangkap.
Contoh ilustrasi gambar :
Misalnya pada gambar di atas, silver lion mempunyai satu downline bronze lion maka sebagai sponsor, silver lion dapat memperoleh perhitungan bonus kepemimpinan sebesar 1% dari perhitungan downline sebagai bintang 8 ditambah bonus kepemimpinan 1% dari perhitungan downline sebagai bronze lion.
Pada saat yang sama, sponsor dengan peringkat yang lebih rendah juga dapat meperoleh bonus kepemimpinan berdasarkan peringkat distributor yg bersangkutan, misalnya sponsor bronze lion dan downline silver lion, maka bisa memperoleh bonus kepemimpinan dari downline silver lion berdasarkan perhitungan downline sebagai bintang 8 + bonus kepemimpinan 1% dari perhitungan downline sebagai bronze lion.
Nah bonus yang terakhir adalah bonus Reward berupa mobil mewah.
Syarat nya adalah distributor yang telah mencapai bintang 8, dalam 1 bulan memiliki 2 kaki downline di Plan B yang mencapai current achievement lebih dari 1.000.000 BV (Rp. 1 milyar) dan jaringan downline yang lainnya mencapai 1.000.000 BV (Rp. 1 milayar), maka distributor ini pada saat bulan berjalan mendapatkan 1 point untuk kualifikasi super luxury car. Nah langkah selanjutnya adalah mengumpulkan point seperti cara yang dijelaskan tadi sebanyak 12 point (12 bulan kualifikasi), maka perusahaan memberikan super luxury car. Distributor yang sudah menerima reward, bulan selanjutnya tidak diikut sertakan lagi dalam kualifikasi.
Nih penjelasan dalam bentuk gambarnya :
Untuk mendapat 1 point = Rp. 3 milyar, dan kalau lolos selama 12 kali mendapat 12 point = Rp. 36 Milyar = 1 unit mobil yang senilai dengan BMW seri 7.
Luar biasa kan ngumpulin omzet senilai Rp. 36 Milyar ke perusahaan Tianshi setelah itu dikasih bonus mobil senilai BMW seri 7.
Ayo Siapa yang Mau???
TGS dan CURRENT ACHIEVEMENT
Total Group Sales (TGS) = Group Business Volume (GBV) = Total penjualan grup anda dari sejak bergabung hingga sekarang.
Setiap marketing plan perusahaan MLM pastinya ada syarat untuk menaikkan jenjang peringkat para distributornya. Salah satu syaratnya adalah dengan meningkatkan total group sales anda. Katakanlah sewaktu anda belum memiliki downline dan anda ingin bulan depan mau naik peringkat, misalnya peringkat SD (Sekolah Dasar) di mana untuk mencapainya diharuskan memiliki total group sales sebesar Rp.10 juta. Berarti anda harus bisa mengejar target tersebut (walaupun ada perusahaan MLM yang menerapkan sistem target dan ada juga yang tidak) dengan beberapa cara yaitu dengan selling produk, rekruting member baru, atau melakukan dengan cara selling dan rekruting.
Tips pertama dari saya adalah pilihlah perusahaan MLM yang menerapkan sistem akumulasi penjualan grup anda, karena dengan cara akumulasi (jika bulan lalu belum tercapai maka total penjualan anda tersebut akan tetap dihitung untuk perhitungan penjualan grup bulan depannya) akan bersifat adil, manusiawi, dan kerja anda nyaman. Tips ke dua adalah rekrutlah orang yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh dan duplikasikan unsur selling produk ke downline anda dengan teknik-teknik menjual yang benar dan profesional, saya jamin mengejar penjualan grup untuk meningkatkan omzet dan peringkat anda sangatlah mudah dan cepat.
Current Achievement = omzet penjualan tiap bulannya
Terkadang masih ada distributor MLM yang masih bingung perbedaan antara total group sales dengan current achievement / omzet penjualan per bulannya, berikut penjelasannya :
|
TAHUN |
BULAN |
CURRENT |
TGS |
PERINGKAT |
|
|
|
ACHIEVEMENT |
|
|
|
2008 |
JANUARI |
5,000,000 |
5,000,000 |
DISTRIBUTOR |
|
|
FEBRUARI |
10,000,000 |
15,000,000 |
MANAGER |
|
|
MARET |
20,000,000 |
35,000,000 |
|
|
|
APRIL |
10,000,000 |
45,000,000 |
RUBY |
|
|
MEI |
30,000,000 |
75,000,000 |
|
|
|
JUNI |
55,000,000 |
130,000,000 |
|
|
|
JULI |
40,000,000 |
170,000,000 |
PEARL |
|
|
AGUSTUS |
50,000,000 |
220,000,000 |
|
|
|
SEPTEMBER |
70,000,000 |
290,000,000 |
DIAMOND |
Sebut saja si jojon, member dari suatu perusahaan MLM Sukses Jaya. Pada tahun 2008 bulan januari, si jojon mulai bergabung. Pada bulan januari tersebut, jojon berhasil menjual produk sekaligus merekrut member baru dengan current achievement sebesar Rp. 5,000,000 sehingga TGS di grup jojon juga sebesar Rp. 5,000,000. pada bulan Februari, kinerja grup jojon meningkat dengan current achievement yang lebih besar ketimbang bulan Januari, yaitu sebesar Rp. 10,000,000 dan TGS di grup jojon pada bulan Februari sebesar Rp. 15,000,000. dan begitu seluruhnya.
Current achievement yang terjadi tiap bulannya di gup jojon entah itu semakin meningkat nominalnya ataupun semakin anjlok sangat menentukan besar kecilnya bonus yang diterima tiap bulannya. Sedangkan TGS yang tercipta dari akumulasi total nominal penjualan grup jojon tiap bulannya sangat menentukan jenjang peringkat si jojon kedepannya.
Kesimpulannya : current achievement menentukan kisaran besar kecilnya bonus atau komisi yang diterima tiap bulannya. Sedangkan TGS menentukan kapan jenjang peringkat atau posisi anda naik.







