TIPE PELAKU MLM

Desember 30, 2008 at 11:58 am (MLM) (, , , , , , , , , , , )

Tipe distributor/pelaku MLM banyak jenisnya, dan berdasarkan pengalaman, saya bagi menjadi 6, yaitu :

1.      Founder MLM

Founder MLM bisa diartikan sebagai penemu atau penggerak awal suatu perusahaan MLM yang masih baru. Harap diingat pula bahwa perusahaan MLM yang masih baru dalam arti belum di launch tapi para founder ini mulai bergerak merekrut anggota atau member.

Jadi, kalau anda pernah mengikuti acara launching suatu perusahaan MLM, baik itu soft maupun grand launching pastinya sudah ada begitu banyak member yang telah bergabung dan bahkan sudah ada beberapa founder yang telah memiliki peringkat tertinggi dan meraih beberapa reward yang diberikan oleh perusahaan MLM tersebut.

Para founder MLM ini diberikan sebuah fasilitas oleh perusahaan MLM-nya yang boleh dibilang sangat mewah, seperti fasilitas mobil mewah (terkadang fasilitas ini bisa juga gratis), biaya transportasi keluar kota, biaya pertemuan di suatu kota, pemberian persenan omzet dari jumlah member yang bergabung, dan terakhir adalah diberikan posisi atau peringkat awal, istilah orang MLM adalah 001.

Pemberian fasilitas yang mewah berbanding lurus target omzet yang diberikan oleh perusahaan. Jadi perusahaan tidak mau rugi juga kan jika fasilitas yang diberikan tidak berbanding lurus dengan omzet yang tercipta. Maka dari itu, perusahaan MLM yang baru tidak berani atau gambling dalam memilih para founder MLM-nya.

Para founder yang dipilih rata-rata memiliki pengalaman di bidang bisnis MLM dan memiliki track reord yang baik dan bagus, serta memiliki jaringan yang luas, kuat, dan loyal. tak ayal lagi jika perusahaan MLM baru bisa memilih dengan baik dan bagus para founder-nya maka bisa dipastikan perusahaan MLM tersebut akan cepat berkembang.

Jumlah founder yang direkrut oleh perusahaan MLM tergantung dari kebijakan perusahaan. Setelah pemilihan siapa yang pantas menjadi founder dan dapat memenuhi target yang diberikan perusahaan, maka perusahaan akan membagi suatu wilayah kerja serta sesuai asal daerah si founder, misalnya founder yang satu bertugas di wilayah Sumatera, founder yang lain di wilayah jawa, kalimantan, dan sulawesi.

2.      Leader MLM

Para founder yang telah dipilih tadi kemudian menjalankan bisnis MLM seperti biasanya, seperti merekrut member yang memiliki potensi sebagai seorang leader. Maka para founder ini mencari calon leader tersebut di beberapa perusahaan MLM lain dengan cara bajak membajak dengan memberikan keuntungan-keuntungan, misalnya posisi jaringan yang menarik, atau akan diberikan jaringan besar di bawahnya.

Leader MLM yang telah direkrut tadi juga menjalankan seperti layakanya member baru, namun tetap didukung oleh para founder tadi, meliputi support acara presentasi, training, dan pembentukan sebuah organisasi support system. Support system ini bisa dibentuk oleh perusahaan MLM maupun dibentuk oleh para founder MLM bersama para leader-leader pilihannya.

Bukan rahasia umum lagi jika para leader ini kebanyakan bukan dari pelaku MLM pemula alias yang baru terjun di dunia bisnis MLM, melainkan yang sudah berpengalaman di berbagai perusahaan MLM.

3.      Pedagang MLM

Di dalam suatu bisnis MLM dikenal dengan namanya pedagang MLM. namanya saja pedagang yang berarti banyak dagangan yang dijual bukan? nah pelaku MLM yang bertipe pedagang MLM ini memiliki keunikan. Kenapa kok memiliki keunikan, hal ini bisa anda lihat sewaktu pedagang MLM memprospek orang. Nah misalnya, pedagang MLM ini menawarkan bisnis MLM dengan produk supplemen food dan orang yang diprospek tidak tertarik dikarenakan harga produk tersebut mahal dan sulit dijual, maka pedagang MLM tersebut akan menawarkan bisnis MLM lain dengan produk seperti voucer hp, kredit kendaraan bermotor, alat penghemat BBM, dan sebagainya.

Intinya dari pedagang MLM adalah menjual produk yang cocok bagi calon konsumennya, bisa dikatakan sebagai supermarket berjalan dan bahasa gaulnya adalah “Lu minta apa aja, gua ada”. Sehingga jangan harap jika pedagang MLM ini bisa fokus pada satu jenis produk dalam menjalankan bisnis MLM-nya. Kata fokus adalah anti bagi dia.

4.      Pemain MLM

Julukan pemain MLM sama seperti pemain bola pada liga Inggris maupun liga Italia, sebab pemain bola ini akan pindah klub jika ada tawaran gaji lebih tinggi beserta fasilitas yang didapat. Nah kalau pemain MLM akan pindah ke MLM lain jika ada tawaran bonus lebih tinggi ketimbang MLM yang dulu, sistemnya mudah, produknya gampang dijual, dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan maupun leader MLM juga lebih oke.

Jadi yang termasuk dalam kategori pemain MLM bisa seorang Founder, Leader, maupun hanya sekedar member biasa yang tanpa adanya embel-embel apapun.

Pemain MLM ini hampir mirip dengan pedagang MLM, yang menjadi pembeda adalah : kalau pedagang MLM menyediakan produk jenis apapun dari berbagai MLM, sedangkan pemain MLM, jika pindah ke MLM lain maka dia tidak akan membawa masa lalu di MLM sebelumnya tetapi membawa hidup baru yaitu produk dan sistem baru.

Jenis pemain MLM ini secara apa yang pernah saya lihat dan temui secara tatap muka, adalah orang yang dikatakan tidak pernah sukses dalam hal finasial.

5.      Pengikut Alias Tukang Hura Hura dan Huru Hara

Seorang leader maupun pemain MLM pastinya memiliki pengikut yang ikut meramaikan bisnis MLM. Para pengikut ini tidak pernah mengambil pusing mengenai apakah ingin sukses maupun kaya secara finansial, yang penting ikut meramaikan bisnis MLM saja sudah merasa fun banget.

Pengikut jenis seperti ini bisa dipakai sebagai tukang hura hura dan huru hara di setiap acara presentasi mingguan maupun saat acara seminar besar. Boleh dibilang sebagai tukang sorak, cheerleader, maupun sebagai alat untuk menuh menuhin kursi undangan saja biar kelihatan penuh.

6.      Konsumen atau Pengguna Produk (User)

Salah satu sebab seseorang yang mengikuti bisnis MLM adalah agar mendapat produk dengan harga member atau distributor yaitu sebesar 15%-20% dari harga konsumen atau non member. Dengan demikian orang tersebut bisa dikatakan sebagai user atau pengguna produk.

Suatu jaringan bisnis MLM yang besar dan kuat adalah dengan didukung adanya konsumen atau pengguna produk. Sebab konsumenlah yang dapat menyumbang omzet bagi pemilik jaringan. Jadi rawatlah konsumen anda dengan baik ya.

& Komentar

  1. Adji berkata,

    Wah… Luar Biasa…

    Tapi sepertinya ada yang kurang …
    Boleh menambahkan…???

    1. “Pejuang” MLM
    Nah, yang ini adalah kategori MLM’ers Fanatik yang memperjuangkan “nama baik” perusahaannya tanpa mau melihat fakta yang ada. Mereka terima 1000% dan percaya apa pun yang dikatakan oleh perusahaan/leader tanpa ada croschek dilapangan
    Biasanya mereka adalah hasil produksi dari Support System yang hanya mengharapkan keuntungan jangka pendek dengan target omzet sekali pada saat bergabung.

    2. “Anti” MLM
    Kalo yang ini adalah produk Gagal dari kategori pertama.
    Ketika sudah menjalani beberapa bulan, dan sudah kenal “sedikit” dengan bagaimana perusahaan dan dia tidak mampu untuk bertahan maka mereka akan keluar. Di kalangan orang dalam mereka di sebut muntaber (Mundur tanpa berita). Orang2 ini kemudian menjadi pesimistis dengan MLM dan MENGANGGAP SEMUA MLM ADALAH SAMA.
    Mereka ini adalah korban dari Support system yang melakukan brain washing tetapi dibungkus (katanya) pelatihan-pelatihan yang membentuk pola berpikir positif.
    Tetapi anehnya ketika mereka mundur hasil nya berubah 360 derajat (hahahaha….) Bukan lagi 180 derajat……

    Dua tipe ini sebenarnya berasal dari 1 type saja, jadi yang kedua adalah lanjutan dari type pertama…
    Dari satu MLM yang saya kenal di kota saya, berinisial T, tapi dikalangan pelakunya mereka tidak mau disebut dengan nama MLM nya melainkan nama support systemnya, berinisial U, sangat banyak sekali yang pada awalnya type pertama kemudian berakhir TRAGIS menjadi type kedua…

    Ketika di tanya kan kepada upline/leadernya yang masih bertahan; mengapa mereka bisa mundur; alasannya karena mereka yang “gagal” ini tidak mengikuti system…
    Sungguh alasan yang menggelikan. Karena ketika di crosschek kepada pelaku, jawaban yang saya peroleh adalah karena system yang dibangun bertentangan dengan nurani mereka…..
    Akhirnya para “PEJUANG MLM” ini sadar dan kembali kejalan yang “BENAR” dengan memilih keluar dari MLM nya…. Dan sebagian besar dari mereka ini mengalami trauma psikis dengan menganggap bahwa semua MLM adalah sama….

    Hanya menambahkan ya bung Bravo
    Terimakasih

    bravo : terima kasih atas masukan infonya. selain itu juga ada AMway yang senang disebut dengan Network 21 ketimbang amway-nya.

  2. Liem berkata,

    Bung Bravo,
    Untuk menjadi distro yg baik sebaiknya bertipe yg mana?

    bravo : tergantung anda yang menjalankan bisnisnya. apakah seperti yang ada di tipe yang saya sebutkan. tapi harap diingat juga kalau tipe distributor itu banyak jenisnya. kalau mau menambahkan silahkan saja seperti bung adji. :)

  3. Zetta berkata,

    Informasi yang menarik bung Bravo. Capek juga membalas pernyataan, pertanyaan, dan segudang protes termasuk ejekan dari militan MLM terutama Tianshi di blog:

    http://dion.getux.com/archives/42

    Heran saya dengan sikap militan MLM seperti itu. Apakah mereka memang telah di-brainwash sedemikian rupa agar menyangkal segala bentuk kritikan yang mengarah kepada Tianshi? Termasuk dengan kata-kata kotor kah?

    bravo : ya begitulah mereka ini :)

  4. omyosa berkata,

    Potensi Luar Biasa Bisnis MLM !
    Baru beberapa bulan ini, tepatnya mulai 3 bulan yang lalu saya tertarik pada bisnis MLM. Awal mula ketertarikan saya karena saran salah seorang teman untuk mencari orang MLM untuk dijadikan tim marketing di usaha saya. Berkat saran seorang teman tersebut saya mendatangi saudara saya yang sudah menjadi leader di MLM produk kesehatan organik. Begitu kami bertemu dan bertukar fikiran, saya jadi penasaran ingin melihat secara langsung bagaimana proses training yang diadakan MLM yang diikuti saudara saya.

    Sebelum saya bertemu saudara saya dan menghadiri seminar nasional yang diadakan perusahaan MLM tersebut, saya termasuk salah satu orang yang kurang tertarik dengan MLM. Saya menganggap MLM sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan. Tapi begitu saya datang di seminar tersebut dan mendapatkan presentasi yang sangat bagus, mulai timbul ketertarikan dalam diri saya. Ketertarikan saya yang pertama dari produk yang dipasarkan perusahaan MLM ini.

    Perusahaan ini memasarkan produk-produk berbahan organik berupa pupuk dan suplemen kesehatan . Tentang produk, saya berfikir bahwa ini adalah sebuah bisnis besar yang sangat mudah dipasarkan, karena apa?, karena kita tahu bahwa populasi calon pengguna dan repeat order yang akan terjadi sangat menjanjikan bahwa bisnis ini akan menjadi besar. Produk masa depan yang unik dan sangat dibutuhkan petani dan masyarakat yang ingin atau butuh sehat ini berbeda dari yang lain. Kita tahu, saat ini produk organik mulai menggeliat di negara kita seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Ketertarikan saya berikutnya semakin besar setelah mengikuti pertemuan kelompok di MLM saudara saya.

    Kekuatan duplikasi di bisnis MLM yang membuat saya tersadar dan terkesan akan potensi bisnis ini. Bagaimana tidak, semua ilmu, kemampuan, dan pengalaman seorang upline yang didapatkan diberikan secara total pada para downline-nya. Tidak ada istilah pelit ilmu di bisnis MLM, karena semakin banyak ilmu yang diberikan pada para downline-nya semakin besar pula potensi bertambahnya omset dan penghasilan dia. Hebatnya lagi, ilmu yang diberikan merupakan ilmu marketing praktis dengan tingkat keberhasilan tinggi, bukan sekedar teori belaka. Ilmu seperti inilah yang sangat sulit didapatkan di pendidikan formal, seandainya ilmu marketing MLM diajarkan pula di perguruan tinggi saya yakin angka pengangguran bagi para sarjana akan sangat kecil.

    Ejekan dan cemoohan sempat saya dapatkan dari istri saya setelah saya memutuskan akan menyisihkan 20% hari kerja saya untuk memasarkan produk organik ini. Tapi kini istri saya mulai sadar setelah penghasilan dari bisnis MLM saya mencapai lebih dari 1 juta (bonus+laba penjualan langsung) dalam satu bulan tanpa harus mengganggu pekerjaan utama saya. Pada bulan Januari 2009 saya putuskan harus bisa meraih posisi M dengan penghasilan 1 s/d 5 juta dalam satu bulan.

    Beberapa minggu terakhir sebenarnya saya sudah puas dengan hasil seperti itu, tetapi saya dibuat penasaran lagi di bisnis MLM ini karena ternyata saya baru tahu teman sesama profesi saya yang bergabung juga di MLM ini, sudah ada yang mempunyai penghasilan di atas 20 juta perbulan, padahal belum ada 2 tahun dia bergabung. Kalau teman saya bisa, pasti saya bisa. Insya Allah dengan dukungan para upline dan downline saya, serta kemauan keras saya untuk terus belajar dan menduplikasikan ilmu saya pada para downline, ditambah dengan menambah prosentase kerja pada bisnis MLM saya, 6 bulan lagi saya akan bisa seperti teman saya. Amin….

    Omyosa : 08159927152

  5. Adji berkata,

    @zetta

    Percuma om….
    Mereka sudah di training “Bagaimana cara mengatasi penolakan/keberatan dari calon prospek?”

    Menghabiskan energi sebenarnya kalo debat sama mereka…
    Saran saya lbh baik begini saja…

    Tantang mereka untuk menunjukkan bukti 3 bulan ke depan, kalau semangat mereka masih seperti hari ini, bilang aj om siap join…

    Pengalaman saya, sampe hari ini g ada yang bertahan semangatnya lebih dari 2 bulan….
    hahahahha….

    Silakan di buktikan om…

  6. 666 berkata,

    artikel bung bravo makin menarik=) doni CLP tiens unicore=)

  7. Mbelgedez™ berkata,

    @AJI #1 ;

    Jadi sayah orang yang gagal, yak…???

    :roll:

  8. MeLaTi_PuTiH berkata,

    Wualah….Bener kata aji, ada yang semanagt setelah 2 bulan. Karena mereka sadar..ga mudah menjalani bisnis mlm.

    @ om Mbelgedez™
    Maksud adji, gagal jadi korban MLM mbah…. ahhahaha

  9. nono berkata,

    URUN REMBUG YA..

    Sewaktu ada NDT (New Development Training) dan VS (Vision Seminar)…kalau tak amati (karena saya sempat ikut nimbrung disitu)..kayaknya ada pelaku tetap (yang istilah anda adalah pasukan Hura-hura dan Huru-hara) yang bertindak kayaknya pemain sinetron yang harus berakting demikian agar orang lain terpengaruh.
    kalau di Vision seminar…penontonnya berdiri semua di atas kursi gak perduli yang belakang kelihatan atau ngoraklah (gak sopan…gak elite…).
    Masak sikap businessmen seperti itu ?????
    Gak simpati….kalau dikritik selalu bilang : gak ada yang mati gara-gara minum obat Tianshi……ya jelas saja..kalau langsung mati itu namanya racun.
    Yang bintang 8 keatas tidak “care” dengan distributornya..karena memang prinsipnya “distributor tidak harus menjual produk…yang penting membentuk jaringan”..dengan kata lain seorang yang daftar Tianshi untuk mencapai Bintang 3 harus belanja (membelanjakan orang lain dengan memakai kartu ID nya) sampai Rp. 2.000.000,- (Dua juta rupiah). Ini kan sama saja menjual..dan kalau memjual ya selayaknya mereka paham apa yang dijual…mana media yang membahas Produk Tianshi khususnya suplementnya?? kayaknya itu suplement sakti yang bisa diminum untuk segala penyakit…..SAKTI???

    Ada presentasi pupuk Golden Harvest (pupuk hayati disitu banyak kandungan bakteri). Malah presenter bilang kalau diminumpun tidak membahayakan manusia.. Gila amat !! Masak presenter gak paham biologi dan patologi menerangkan bahan yang mengandung bakteri katanya bisa diminum (dia mencontohkan kasus ada presenter yang minum pupuk cair di Makasar)…katanya dia gak mati.
    Mati sih enggak..tapi pulang presentasi pasti dia mencret-mencret !!!
    kan banyak bakterinya ??
    Terus anggota Tianshi itu biasanya membabi buta (kayaknya sudah buta mata dan buta hati) membela mati-matian Tianshi, ketika ada kritik. Gila amat mereka. Apa yang kamu cari ? Bonus ???
    jangan gitu ah caranya.
    Salam…..kembangkan produk dalam negeri… meskipun Tiongkok itu adalah asal mula nenek moyang kita.

  10. Adji berkata,

    @nono

    Betul om…

    Kekayaan alam indonesia adalah megabiodiversity kedua setelah Brazil…
    Kalo di gabung dengan kekayaan laut maka kita menduduki peringkat no 1 di dunia…
    Sayangnya anak bangsa malah bangga menggunakan sesuatu yang berbau luar negeri…

    Padahal menurut data dari Dinas Kesehatan dan Badan POM… Sebagian besar produk herbal (mencapai 92%) yang di ekspor ke Indonesia awalnya berasal dari Indonesia sendiri…
    Kita sebagai anak bangsa tidak mampu membrikan nilai tambah… mereka yang mengimpor bahan baku dr Indonesia kemudian mengolahnya kembali… terus menjualnya lg ke Indonesia…

    KAPAN KITA BISA MANDIRI…??? KALAU KITA TIDAK PERNAH PEDULI…

  11. panu berkata,

    MLM PECIRIT

  12. Heri_Samarinda berkata,

    halo mas bravo
    mas ada lagi nih MLM pulsa ( DBS), lg booming di kalimantan katanya sich halal & sesuai SYARIAH, anehnya tak terdaftar di APLI
    kayaknya topik bagus untuk diangkat sebelum banyak yg tertipu

  13. Adji berkata,

    @Heri_Samarinda

    Klaim syariah itu harus didasarkan pada fakta kalau itu diberikan oleh ketiga yang independen dan memang punya kompetensi untuk menentukan syariah atau tidaknya sebuah system/perusahaan (INGAT: syariah dalam MLM itu tidak melulu hanya soal produk dan system saja… Tetapi juga menyangkut banyak hal)

    Untuk DBS… sy sudah lihat websitenya… dan sepertinya KLAIM SYARIAH ITU HANYA KLAIM SEPIHAK… DARI PERUSAHAAN ATAU DR LEADER SAJA…

    Dengan kata lain… KLAIM TERSEBUT TIDAK BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN

    Jika ada pendapat lain silakan….
    Terimakasih

  14. Adji berkata,

    Ini saya copykan penjelasan langsung dari websitenya sendiri atau silakan klik link berikut ini..
    http://duta4future.com/?pg=news&act=read&id=83

    FATWA MUI TENTANG BISNIS NETWORK MARKETING / MLM

    PT. Duta Future International memohon maaf yang sebesar-besarnya karena ada hambatan dalam pengurusan Fatwa Halal MUI untuk bisnis DBS. Meskipun menurut KH. Maftuh Holil, Ketua Dewan Fatwa MUI, DBS adalah bisnis yang Halal namun MUI sampai saat ini belum mengeluarkan Fatwa Halal untuk terkhusus sebuah perusahaan karena dinilai ada kepentingan pribadi.
    Berikut Kami sampaikan Fatwa Halal MUI untuk bisnis Network Marketing & MLM beserta batasan-batasan halalnya. InsyaAllah menurut Kami & Dewan Fatwa MUI, DBS berada dalam batasan Halal, silahkan diteliti.
    Terimakasih
    Ttd,
    Manajemen PT DFI.

  15. Adji berkata,

    Menurut saya alasan yang dikemukan oleh manajemen di atas tidak dapat diterima…

    Mengingat sudah ada 3 MLM yang mendapatkan sertifikat syariah dari Dewan Pengawas Syariah Nasional MUI….

    Terimakasih

  16. Adji berkata,

    @Heri_Samarinda

    Dari marketing plannya dapat saya lihat sistemnya mendekati money game…

    Karena sesuangguhnya Bonus yanda terima itu berasal dari pendaftaran member baru bukan dari berjualan produk…
    Konsep dasar syariah adalah perdagangan, dan perdagangan itu ada produk/jasa yang dijual…

    Dan itu real sehingga menjamin kemungkinan repeat order..

    Di DBS yang terjadi adalah member baru membayar member lama yang bergabung dengannya, tambahan lagi kita bisa membeli lebih dari 1 titik…

    Terimakasih…

  17. Abu Angga berkata,

    BTW Pak Adjie ini ikutan MLM apa?

  18. Heri_Samarinda berkata,

    Terima kasih buat semua terutama Mr.Adji & Mas Bravo, saya merasa dapat dukungan untuk berdebat dgn para MLMers ( Teman2 Kantor) dan mengatakan Say No To MLM

  19. Abu Angga berkata,

    sekedar Info, Indonesia adalah negara terbesar penyumbang omset Tianshi, dan menurut saya MLM adalah bisnis yang membuat orang Indonesia tidak kreatif, liat donk di negara2 maju, negara2 maju kebanyakan maju karena orang2nya bekerja keras untuk mendirikan perusahaan, dan dituntut untuk kreatif,,, liat jepang, Jerman, Amrik dsb,,, mereka maju bukan karena ikutan MLM,,, liat orang2 terkaya di dunia, apakah ada yg orang MLM?? udahlah mendingan kerja keras, kuliah di luar negeri, trus bangun perusahaan di Indonesia, biar majuin perekonomian Indonesia, dan banggain Indonesia,,, daripada ikutan MLM,,,

  20. Adji berkata,

    @Abu Angga n Heri_Samarinda

    Terus terang… saya adalah distributor Exer Indonesia (MLM Syariah)
    Silakan klik di http://www.exerindonesia.com

    Dalam menyampaikan pendapat disini saya mencoba untuk independent…

    Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh para MLM’ers adalah mempresentasikan MLM tanpa mengerti EMOSI KEBUTUHAN dari orang yang dipresentasikan/diajak bergabung. Sehingga yang kemudian dibicarakan adalah BONUS dan bonus….

    Padahal tidak semua orang tertarik dengan mobil, rumah dll (baca: bukan prioritas utama)…
    Makanya banyak yang kemudian gagal… karena yang dibekali ya bagaimana cara mendaptkan bonus…

    Padahal konsep sebenarnya dari MLM adalah strategi memasarkan produk.
    Karena member tidak diajarkan bagaimana marketing (memasarkan produk) akibatnya tidak ada omzet. Atau dengan kata lain, orientasi pertama ketika bergabung adalah bonus, maka ketika tidak mendapatkan bonus sesuai dengan yang dijanjikan… Pada Muntaber (mundur tanpa berita=istilah orang tiens :-) )

  21. Adji berkata,

    Saya ikut Exer karena memang membutuhkan produknya dan juga untuk mengkampanyekan siprit syariahnya…. yaitu bagaimana agar Thibbun Nabawi (pengobatan ala nabi) menjadi pengobatan utama…

    Saya pernah berdiskusi dengan “leader2″ MLM.. Mereka mengatakan bahwa Exer tidak prospektif karena perusahaan mengajarkan untuk menjual melalui training marketing vibration dan Hypnoselling….

    Makanya yang terbangun adalah jalur konsumen dengan line up produk…. Bukan para “leader MLM” dengan line up bisnis (baca: marketingplan/bonus)

    Dan… Uniknya itu menghasilkan yang luar biasa… Karena yang dibangun adalah jalur konsumen…
    Apalagi harga yang ditawarkan termasuk wajar…..

  22. Adji berkata,

    @Abu Angga

    Sebenarnya ada yang keliru di mindset masyarakat kita pak…
    Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada bapak/ibu yang menjadi pegawai…
    Masyarakat lebih cendrung untuk jadi PNS ketimbang menjadi pengusaha…

    Tanya Kenapa…..???

    Mungkin ini perlu diteliti lebih dalam…

  23. Abu Angga berkata,

    wah menarik juga mas Adjie,, gmn sistemnya tentang MLM syariah itu?? bisa email ke sy aa_jacky2000@yahoo.com,,, hanya ingin tau,,,

  24. Abu Angga berkata,

    sy juga dulu distributor MLM Pak Adjie,, dari mulai AmWAy, ampe Tianshi pernah dijalani,,, salah satu alasan sy keluar adalah karena sy ragu akan kehalalannya,, cuma klo ada yg sistem syariah, dan halal menurut islam,, ya sy juga ingin tau seperti apa?

  25. Adji berkata,

    @Abu_Angga

    Insya4jjI pak… segera saya kirim

    Masih ad yg perlu saya revisi… Ukuran filenya terlalu besar… Sehingga kalo dikirim via email (attachment file) kadang error….

    Syukran

  26. agung ilhamsyah berkata,

    daripada semua pada ribut.. mendingan kalian semua menjadi downline gw aja..hehehe.. GO Freedom..!!

  27. BUDAKSUNDA69 berkata,

    Yg dah trlnjur join MLM,palagi Money Game,baiknya kalian kembali ke bsns knvesional,ini lebih kreatif,n tdk.copy paste.!

  28. Bedjo Supandi berkata,

    Wah… kalo bicara MLM gak ada abisnya… kenapa sich. kita orang indonesia suka MLM, apalgi MLM luar negri. Dan katanya jadi pejuang untuk mengangkat harkat martabat bangsa…dari mana? Kami sarankan kepada seluruh “penggemar” MLM pilih aja MLM asli Indonesia, produk di produksi di indonesia, karyawannya orang indonesia konsumennya juga indonesia. Itu baru namanya Pejuang!!! Bisa bantu kita tingkatkan harkat martabat bangsa, coy!!! Jangan Bangga dibohongi MLM negara lain yang katanya terbesar didunia, tapi ternyata dinegaranya sana rangking embek, ya nggak T? Jadilah orang yang bangga dengan kepunyaan sendiri!!!

  29. Liem berkata,

    @Bedjo Supandi

    Bung mau promosiin MLM Indonesia, boleh tahu MLM apa dan Produknya apa?
    Biar nanti kita lihat apakah memang layak utk di tekuni.
    Kalau sungkan tulis di blog ini, kirim deh ke bisnisliem@gmail.com

    Aku tunggu yo…..

  30. eko berkata,

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Ini ada lagi mlm baru produk asli indonesia, dan mudah-mudahan menjadi pelopor pruduk organik yang bisa bersaing dipasar dunia.
    Perusahaan obat tradisional membentuk pemasaran dengan sistem mlm. Dengan produk yang asli dari bahan organik dengan menggunakan teknologi EM – 4 (Effective Microorganisms) yaitu teknologi fermentasi bahan organik yang merupakan pengembangan teknologi dari jepang. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat di website Pandu dengan alamat “www.pandubusinessnetwork.com”.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  31. Kenny berkata,

    Maaf ganggu truz Tapi saya bener2 ingin bertanya
    Jawab Yah email saya : Sicknpain@yahoo.com <– sekaligus Ym
    S1cknpain@yahoo.com <– sekaligus mSn Jawab yah kk Bravo

  32. robert Eka M berkata,

    saya sedang mencoba menekuni MLM, do’akan saya agar sukses seperti kalian

    Amieeen…

  33. omyosa berkata,

    Potensi Luar Biasa Bisnis MLM !
    Baru beberapa bulan ini, tepatnya mulai 3 bulan yang lalu saya tertarik pada bisnis MLM. Awal mula ketertarikan saya karena saran salah seorang teman untuk mencari orang MLM untuk dijadikan tim marketing di usaha saya. Berkat saran seorang teman tersebut saya mendatangi saudara saya yang sudah menjadi leader di MLM produk kesehatan organik. Begitu kami bertemu dan bertukar fikiran, saya jadi penasaran ingin melihat secara langsung bagaimana proses training yang diadakan MLM yang diikuti saudara saya.

    Sebelum saya bertemu saudara saya dan menghadiri seminar nasional yang diadakan perusahaan MLM tersebut, saya termasuk salah satu orang yang kurang tertarik dengan MLM. Saya menganggap MLM sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan. Tapi begitu saya datang di seminar tersebut dan mendapatkan presentasi yang sangat bagus, mulai timbul ketertarikan dalam diri saya. Ketertarikan saya yang pertama dari produk yang dipasarkan perusahaan MLM ini.

    Perusahaan ini memasarkan produk-produk berbahan organik berupa pupuk dan suplemen kesehatan . Tentang produk, saya berfikir bahwa ini adalah sebuah bisnis besar yang sangat mudah dipasarkan, karena apa?, karena kita tahu bahwa populasi calon pengguna dan repeat order yang akan terjadi sangat menjanjikan bahwa bisnis ini akan menjadi besar. Produk masa depan yang unik dan sangat dibutuhkan petani dan masyarakat yang ingin atau butuh sehat ini berbeda dari yang lain. Kita tahu, saat ini produk organik mulai menggeliat di negara kita seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Ketertarikan saya berikutnya semakin besar setelah mengikuti pertemuan kelompok di MLM saudara saya.

    Kekuatan duplikasi di bisnis MLM yang membuat saya tersadar dan terkesan akan potensi bisnis ini. Bagaimana tidak, semua ilmu, kemampuan, dan pengalaman seorang upline yang didapatkan diberikan secara total pada para downline-nya. Tidak ada istilah pelit ilmu di bisnis MLM, karena semakin banyak ilmu yang diberikan pada para downline-nya semakin besar pula potensi bertambahnya omset dan penghasilan dia. Hebatnya lagi, ilmu yang diberikan merupakan ilmu marketing praktis dengan tingkat keberhasilan tinggi, bukan sekedar teori belaka. Ilmu seperti inilah yang sangat sulit didapatkan di pendidikan formal, seandainya ilmu marketing MLM diajarkan pula di perguruan tinggi saya yakin angka pengangguran bagi para sarjana akan sangat kecil.

    Ejekan dan cemoohan sempat saya dapatkan dari istri saya setelah saya memutuskan akan menyisihkan 20% hari kerja saya untuk memasarkan produk organik ini. Tapi kini istri saya mulai sadar setelah penghasilan dari bisnis MLM saya mencapai lebih dari 1 juta (bonus+laba penjualan langsung) dalam satu bulan tanpa harus mengganggu pekerjaan utama saya. Pada bulan Januari 2009 saya putuskan harus bisa meraih posisi M dengan penghasilan 1 s/d 5 juta dalam satu bulan.

    Beberapa minggu terakhir sebenarnya saya sudah puas dengan hasil seperti itu, tetapi saya dibuat penasaran lagi di bisnis MLM ini karena ternyata saya baru tahu teman sesama profesi saya yang bergabung juga di MLM ini, sudah ada yang mempunyai penghasilan di atas 20 juta perbulan, padahal belum ada 2 tahun dia bergabung. Kalau teman saya bisa, pasti saya bisa. Insya Allah dengan dukungan para upline dan downline saya, serta kemauan keras saya untuk terus belajar dan menduplikasikan ilmu saya pada para downline, ditambah dengan menambah prosentase kerja pada bisnis MLM saya, 6 bulan lagi saya akan bisa seperti teman saya. Amin….

    Omyosa : 081310104072

Tulis sebuah Komentar