Persaingan Di Zona Samudera Merah
Perkembangan dunia bisnis MLM sejak tahun 1980-an hingga saat ini semakin pesat perkembangannya. Coba anda lihat berapa jumlah perusahaan MLM yang sudah terdaftar sebagai anggota APLI berikut ini :
|
MEMBER ID |
NAMA PERUSAHAAN |
NAMA PRODUK |
|
0002/06/93 |
Matol |
|
|
0003/06/93 |
CNI |
|
|
0005/06/93 |
Amway |
|
|
0008/06/93 |
Multicare |
|
|
0011/06/93 |
Oriflame |
|
|
0013/11/95 |
Vivalife |
|
|
0014/01/96 |
Tara |
|
|
0015/01/96 |
Cosway |
|
|
0016/05/96 |
Forever Living Product |
|
|
0017/05/96 |
Identik |
|
|
0025/09/98 |
Sophie Martin |
|
|
0027/11/98 |
Herbalife |
|
|
0028/11/98 |
Tigaraksa |
|
|
0029/11/98 |
Prime & First New World |
|
|
0031/12/98 |
Capriasi |
|
|
0032/03/99 |
New Image Internasional |
|
|
0033/03/99 |
Kompak |
|
|
0035/09/99 |
Sunrider |
|
|
0036/09/99 |
NOP |
|
|
0037/09/99 |
DXN |
|
|
0038/02/00 |
Sinergiplasindo |
|
|
0043/04/00 |
High-Desert |
|
|
0046/07/00 |
Bracini |
|
|
0047/07/00 |
U-trend |
|
|
0050/09/00 |
Elken |
|
|
0053/01/01 |
KK |
|
|
0056/07/01 |
Supamas |
|
|
0057/07/01 |
Tianshi |
|
|
0058/09/01 |
Vitasqua |
|
|
0061/09/01 |
Revell |
|
|
0064/03/02 |
Immunocal |
|
|
0069/04/03 |
K-Link |
|
|
0070/05/03 |
Triple-S |
|
|
0071/06/03 |
Zhulian |
|
|
0073/07/03 |
Citidirect |
|
|
0076/11/03 |
Ratu Nusantara |
|
|
0080/06/04 |
Bio Young |
|
|
0081/07/04 |
Kokopelly |
|
|
0083/07/04 |
Elite Club |
|
|
0084/08/04 |
Wootekh |
|
|
0086/09/04 |
Lifestyles |
|
|
0087/12/04 |
Oxy |
|
|
0088/01/05 |
Lampe Berger |
|
|
0089/03/05 |
Eco Clean |
|
|
0090/05/05 |
Synergy World Wide |
|
|
0091/08/05 |
Goodway |
|
|
0092/01/06 |
GHT |
|
|
0093/01/06 |
Perfect |
|
|
0095/03/06 |
Nu Skin |
|
|
0096/03/06 |
Tupperware |
|
|
0097/06/06 |
ATM |
|
|
0098/12/06 |
Nutrend |
|
|
0099/03/07 |
M-Plan |
|
|
0100/07/07 |
Kopi Klasik |
|
|
0101/08/07 |
Supreme |
|
|
0102/09/07 |
Mercy Star |
|
|
0103/10/07 |
SUN |
|
|
0104/10/07 |
TNI |
|
|
0105/03/08 |
Pandu |
|
|
0106/04/08 |
TempoDirect |
|
|
0108/07/08 |
Keiza |
|
|
0109/09/08 |
FVI |
Jumlahnya ada sekitar 62 perusahaan yang saat ini masih aktif beroperasi, walaupun dalam perkembangannya ada juga perusahaan yang tutup/bangkrut entah karena tidak ada omzet lagi, adanya perselisihan antar managemen, bahkan ada juga perusahaan yang dikeluarkan dari anggota APLI karena masalah kode etik, seperti perusahaan MLM UFO misalnya, yang mana telah menimbulkan jumlah korban penipuan yang dilakukan membernya.
Dari 62 perusahaan MLM tersebut, masing-masing memiliki keunikan dari sisi produk yang dijual, marketing plan, support sistem, dan strategi mereka dalam hal membuka dan mempertahankan pasar dari serangan atau persaingan dengan kompetitor lainnya.
Mereka (62 perusahaan MLM) tentunya tidak hanya bersaing merebut pasar dengan sesama anggota APLI, coba hitung berapa jumlah perusahaan sejenis yang tidak tergabung dalam anggota APLI, entah perusahaan itu memiliki sistem binary maupun money game dan skema piramid, pastinya lebih banyak jumlah ketimbang anggota APLI. Menurut info yang saya dapat dari beberapa teman pelaku MLM dalam waktu 1 minggu muncul 5-8 jenis perusahaan MLM (baik itu binary, money game, maupun MLM murni), rata-rata perusahaan baru tersebut berasal dari Malaysia, China, Australia, USA, maupun dari Eropa. Tapi kebanyakan yang sering masuk ke Indonesia adalah perusahaan MLM dari negara Malaysia. Karena Malaysia adalah “Surganya MLM”.
Bahkan di negara Malaysia sendiri, sering mengadakan sebuah kegiatan pameran perusahaan MLM (seperti halnya pameran komputer maupun pameran franchise) baik itu setahun bisa 2 kali dan bahkan bisa lebih.
Rata-rata jumlah perusahaan MLM di Malaysia sangat banyak sekali, maklum saja Malaysia kan simbahnya MLM bagi negara kita, pengalaman Malaysia sudah selama 40 tahun lebih dalam me-manage bisnis MLM, sedangkan kita baru 30 tahun (selisih 10 tahun).
Wajar saja jika kita lihat perusahaan MLM yang ada di Malaysia lebih terlihat profesional, mapan, dan kesannya tidak main-main dalam membuka pasar di Indonesia (fokus mereka adalah pasar dunia bukan hanya lokal Malaysia saja). Karena ini adalah salah satu strategi dalam menghadapi kompetisi dengan para pesaing yang sudah sedemikian sangat ketat baik bersaing dengan perusahaan MLM Malaysia yang sedang membuka pasar di Indonesia maupun dengan perusahaan MLM Indonesia.
Bagaimana degan perusahaan MLM lokal Indonesia, apakah sudah berorientasi ke pasar global atau masih di lingkup lokal saja?
Kita tunggu saja pada tahun 2009 nanti.
JENJANG PERINGKAT DI MLM
Sistem Peringkat
Di setiap marketing plan perusahaan MLM memiliki jenjang peringkat yang berbeda-beda baik dari segi jumlah tahapan pencapaian peringkatnya maupun syarat pencapaian peringkat itu sendiri. Tahapan pencapaian peringkat demi peringkat memang dirancang untuk memberikan anda sebuah reward dan bonus oleh perusahaan karena upaya anda dalam mengembangkan sebuah jaringan bisnis MLM. Akan tetapi tahukah anda bahwa tahap demi tahap pencapaian sebuah peringkat terkadang menimbulkan sebuah perjuangan yang sangat berat, capek, dan bahkan jenuh? Itu memang sebuah konsekuensi yang harus anda ambil bukan?
Para pelaku MLM cenderung terjebak dengan yang namanya peringkat. Mereka terlalu mendewa-dewakan arti sebuah nama peringkat, layaknya memegang jabatan penting di sebuah perusahaan. Dan lagi cenderung keliru kalau peringkat tinggi bonus juga tinggi, dan itu belum tentu selamanya begitu. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas mengenai rule of the game-nya, anda pasti tentunya akan paham maksud saya.
Syarat kenaikan peringkat yang terjadi di hampir semua marketing plan MLM adalah :
a. Membentuk omzet penjualan pribadi.
b. Minimal membangun jaringan sebanyak 1 – 2 kaki/ frontline dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan.
c. Memiliki total omzet grup/TGS/GBV sesuai nominal tertentu yang telah disyaratkan.
d. Memiliki total omzet di kaki/grup yang lain selain 2 kaki/2 fronline utama yang disebut dengan side volume.
e. Melakukan kewajiban tutup point tiap bulannya sesuai dengan syarat dalam marketing plan.
Jika salah satu syarat di atas tidak dipenuhi maka jangan harap anda bisa naik peringkat. Yang lebih menakutkan para upline biasanya adalah terjadi break away/break bonus yaitu peringkat downline sama dengan peringkat upline/sponsor. Hal ini akan mengakibatkan :
a. Bonus yang diperoleh upline/sponsor menjadi nol (bonus menjadi turun drastis).
b. Downline yang dibantu perkembangan jaringannya hingga peringkatnya sama dengan upline/sponsor menjadi suatu ancaman bagi besar kecilnya bonus yang diterima
c. Jaringan besar = Biaya operasional besar.
Ada beberapa hal yang sering dilakukan para upline/sponsor jika mengalami break bonus/break away :
a. Tidak mau atau biasanya setengah hati dan malas membantu perkembangan jaringan dari downline yang cepat perkembangannya.
b. Membeli omzet grup yang perkembangannya lambat dengan harapan akan lolos dari syarat untuk meningkatkan peringkat maupun untuk menerima bonus.
c. Mensponsori kaki baru (frontline) alias melakukan pola jaringan melebar.
Passive Income! Benarkah??
Percayakah anda pada apa yang disebut dengan passive income? Yang menurut beberapa distributor MLM berarti tidak usah kerja lagi, bonus tetap mengalir? Masih harus dipertanyakan kebenarannya!!! Percaya atau tidak, banyak para leader-leader MLM baik yang sudah mencapai peringkat yang namanya passive income maupun yang sedang menuju peringkat passive income saja, jaringannya sudah pada rontok, lari entah ke mana (atau masuk ke perusahaan MLM lain yang masih baru), bangkrut alias banyak utang sana sini, dan sebagainya.
Baca entri selengkapnya »