Tag

pada tahun 2007 awal januari saya ditawari bisnis oleh seorang teman saya. dia menawarkan sebuah program profit sharing dari perusahaan asal singapura bernama sunshine empire. teman saya ini mempresentasikan program yang saya duga atau firasat sangat berbau unsur money game. bagaimana tidak money game, dengan menginvestasikan dana sebesar US$ 6,000 (paket Gold Partnet / GP) memiliki keuntungan profit sharing sebesar 10 kali lipat dari modal yang diinvestasikan, gile bener.


secara rinci program dari sunshine empire seperti ini :

ada 3 macam paket investasi yaitu : paket bronze partner/BP sebesar US$ 300 + admin, paket Silver Partner / SP sebesar US$ 1,500+admin, dan paket Gold Partnet /GP sebesar US$ 6,000+admin.

Nah diantara ketiga paket tersebut memiliki pengembalian/profit sharing berbeda-beda antara 2 kali lipat hingga 10 kali lipat. Dana investasi yang disetor ke perusahaan Sunshine Empire (anak perusahaan EGA) digunakan ke dalam proyek riil seperti : membangun jaringan telekomunikasi 4G di Taiwan dengan nama Empire Comunication (EmComm), proyek properti di Melaka, Malaysia, dan terakhir di proyek bisnis entertainmen seperti karaoke, tempat perjudian yang ada di Hongkong dengan nama Sands.

Perkembangan demi perkembangan yang terjadi pada tahun 2007 sungguh gila banget jika dilihat dari segi dana yang tertampun ke perusahaan Sunshine Empire (SE). Contoh nyata yang terjadi di Singapura sendiri sungguh dasyat, jumlah member yang menginvestasikan dana tersebut diperkirakan sebanyak lebih dari 10,000 orang. sebagai catatan 1 orang/member menginvestasikan minimal sebanyak 5 GP dan bahkan ada yang menginvestasikan sebanyak 100 GP (jika dirupiahkan sebanyak Rp. 540 juta). bagaimana tidak menarik, karena, seperti yang saya lihat dan baca, rata-rata tiap bulan mendapatkan profit anatara US$ 700-US$ 800/bulan. coba anda hitung berapa lama balik modalnya.

Trus bagaimana yang terjadi di indonesia pada wala tahun 2007? mula-mula jumlah member 3 bulan di awal tahun 2007 kurang lebih 500 orang dan selanjutnya hingga akhir tahun mencapai di atas 10,000 member. Berapa banyak jumlah dana dari member indonesia yang tertampun ke perusahan SE? mari saya kasih tahu. dengan rata-rata member invest 1 GP (karena ini adalah paket favorit) berarti sudah ada dana yang tertampung sebanyak USS$ 6,000 X 10,000 member = US$ 60 juta = Rp. 450.000.000.000

informasi yang saya tahu berdasarkan fakta dari data perwakilan perusahaan SE di jakarta sudah diatas Rp.1 triliun.

Para leader-leader di SE mendadak menjadi kaya raya (sebab program SE menggabungkan sistem MLM). Namun seiring perkembangan waktu, tepatnya pada bulan oktober 2007-januari 2008 pembagian profit menurun drastis. dari yang US$ 800/bulan menurun menjadi USS$ 700/bulan, turn lagi US$ 500/bulan dan yang terparah menjadi US$ 70/bulan (kalau tidak salah antara bulan Desember 2007-Januari 2008).

usut punya usut (kayak detektif aja) ternyata, di Singapura terjadi pengusutan oleh pihak berwenang atau badan investigasi dalam bidang keuangan bernama CAD mengusut masalah program SE. Kenapa kok samapi diusut sedemikian rupa? ternyata di Singapura terjadi penarikan dana di bank secara besar-besaran (bahasa ekonominya terjadi rush) oleh masyarakat singapura. Bahkan pihak perbankan dan Asuransi mengalami kepanikan luarbiasa. maka dari itu diusutlah perusahaan SE di sana terutama sang pemilik perusahaan yaitu Mr. james Phang oleh Badan investigasi CAD sejak bulan Desember 2007 hingga saat ini belum ada keputusan finalnya.

Akibatnya terjadi pemblokiran rekening (pembekuan) perusahaan SE dan beberapa member SE di Singapura. Lantas bagaimana yang terjadi di Indonesia? terjadi kepanikan diatara beberapa leader dan member, apakah masih mendapat profit yang dijanjikan, atau mau terus atau mau lanjut mempresentasikan program bisnis dari SE. terjadilah rapat penting yang diselenggarakan oleh pihak manajemen SE di beberapa kota di Indonesia seperti di Surabaya, Jakarta, Jogja, Bali, dan beberapa kota lainnya. Kondisi pada waktu rapat di beberapa kota dapat ditebak. dari ada yang menanyakan apa yang terjadi, kenapa bisa terjadi, kenapa kok profit turun, bagaimana tanggung jawab perusahaan SE, dan yang lebih ekstrem cacian makian berterbangan ke sana kemari. Hasilnya? nol besar.

Sambil menunggu investigasi oleh badan CAD di Singapura, yang semakin tidak jelas hasilnya, maka diutuslah salah satu perwakilan dari Singapura ke Indonesia yaitu Mr. Joner untuk menenangkan keadaan. Dari janji ke janji yang tidak kunjung terbukti mengenai kelangsungan profit sharing dalam hal ini mengenai nominal yang diterima oleh member serta mengenai proyek riil yang telah dijalankan dan satu pun proyek baik itu di Melaka tidak ada informasi yang jelas mengenai sampai tahap mana proyek itu akan rampung, yang lebih mengenaskan proyek di Taiwan yaitu Emcom umurnya cuma sebentar saja, sekarang tutup karena terjadi konflik manajemen di Taiwan.

Akhirnya terjadilah keputusan untuk merubah nama SE menjadi Emax (Lion Dynasty) yang memiliki proyek yang ada di hongkong saja yaitu SANDS (alias tempat judi). yang katanya bisa memback up pengembalian profit sharing sebesar 80 % dana member tiap bulannya. Memang sudah ada kenaikan profit pada bulan Maret tahun ini sebesar US$ 300/bulan (paket GP). dan manajemen Emax berjanji bahwa pengembalian profit member tiap bulannya di patok anatara US$ 300-US$ 600.

Banyak berita yang beredar dilapangan baik di singapura maupun di Indonesia kalau James Phang sudah menyerah atau kehilangan akal. Para member hanya bisa berdebar-debar saja dan bersiap-siap kasus SE akan menjadi Kasus penipuan semacam WBG (Wahana Bersama Globalindo) yang melarikan dana nasabah sebanyak triliyunan rupiah.

berita perkembangan Emax akan saya berikan kepada pembaca blog saya. slanjutkan setelah beberapa informasi yang saya dapatkan bulan depan. tunggu saja yah

Iklan