Tag

Emax berencana membangun kantor cabang berikutnya di Bali pada tahun ini. Jadi kantor perwakilan Emax di Indonesia sudah ada 3 yaitu di Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Pada bulan Maret – Mei 2008 ini, profit (atau yang biasa disebut rebate) yang diperoleh member Emax pada bulan maret sebesar US$ 300 (untuk paket GP). Pada bulan April, Emax memberlakukan penggunaan ICC Card, di mana dengan kartu ini, profit yang diperoleh member akan langsung di tranfer ke ICC Card dan bisa ditarik melalui ATM berlogo Cirrus atau Alto, tentunya akan dikenakan biaya administrasi bank. Lain halnya yang terjadi pada waktu dulu, para member harus menarik hasil profit tiap bulannya lewat internet dan masuk ke dalam website Emax kemudian melakukan withdrawal (penarikan uang) yang dikenakan charge US$ 50 jika besarnya profit yang diterima di bawah US$ 1,000 dan charge sebesar US$ 35 jika besarnya profit yang diterima di atas US$ 1,000. Bisa dibayangkan betapa besar nominal biaya atau charge yang diberlakukan oleh Emax.


Tepatnya pada bulan April beberapa leader dari Emax mengundang saya. Untuk mengajak pertemuan di sebuah hotel di Jogja. Ada apa gerangan nih? Kok tiba-tiba mengundang saya. Ternyata leader-leader dari Emax tersebut mengajak atau lebih tepatnya menawarkan sebuah program investasi profit sharing yang hampir mirip dengan Sunshine Empire-Emax. Saya kembali bertanya ke leader tersebut, kok menjalankan yang lain, emang ada apa dengan Emax? Si leader tersebut menjawab: gak ada apa apa kok dengan Emax, Emax baik-baik saja, toh dari pihak manajemen Emax sudah berkomitmen untuk memberikan profit/rebate minimal sebesar US$ 300-US$ 600 / bulannya. Berarti kita kan tinggal nunggu saja pengembalian total profit yang dijanjikan oleh Emax. Dan kalau kita menjalankan sisi MLM nya sudah tidak menarik, apa lagi produknya yang supplement itu. Jadi selling point dari Emax sudah gak ada lagi. Ditambah lagi program investasi profit sharingnya, sekarang ini, kalau orang invest US$ 6,000 maka pengembalian profit sharingnya hanya US$ 18,000 dan tiap bulannya dicicil sebesar US$ 300 – US$ 600 berarti rata-rata profit yang kita terima sebesar 5%-10% per bulannya. Sangat beda dengan dulu, orang invest US$ 6,000, tiap bulannya mendapat profit/rebate sebesar US$700-US$ 800.

Itulah alasan kenapa leader tadi curhat kepada saya mengenai Emax. Yang lebih mengherankan saya adalah ternyata leader tersebut buka-bukaan secara blak-blakan mengenai beberapa proyek yang dilakukan Sunshine Empire sebelum berganti nama Emax. Harap diingat pergantian nama menjadi Emax hanya berlaku di Indonesia saja loh. Kembali ke masalah proyek tadi. Ternyata proyek yang dilaksanakan SE seperti Malacca Empire Marine Theme Park baru dalam tahap 30% pembangunan dan sekarang stagnan. Proyek Empire Sunshine Villa yang sampai saat ini belum digarap dan proyek Empire State Tower di jalan Tun Razak juga tidak jelas. Kemudian proyek telekomunikasi 4G yang sudah berjalan di Taiwan (tepatnya di Taichung) ternyata gagal total yang entah disebabkan karena apa. Berarti 3 proyek yang didengung-dengungkan oleh si James Phang tidak ada satu pun yang sukses. Setelah berganti nama menjadi Emax, James Phang membangun proyek (menurut saya, lebih tepatnya membeli saham) bisnis entertainment di Hongkong bernama SANDS, di mana 100% bisnis perjudian seperti di Genting Malaysia dan Las vegas Amerika.

Selain masalah proyek, ada juga leader tersebut memberitahu saya kalau kantor pusat di Singapura sudah tutup dengan alasan akan dipindahkan ke Hongkong yang lebih bebas dari pada di Singapura (maksudnya bebas dalam menarik modal masyarakat). Kantor Cabang di negara Malaysia sudah tutup, karena masuk ke dalam invesor alert oleh Bapepam-nya Malaysia. Dan di Negara kita sendiri, pihak Bapepam-LK (Lembaga Keuangan) memasukkan Sunshine Empire ke dalam peringkat pertama dalam hal perusahaan investasi yang ilegal. Namun belum ada tindak lanjut dari pihak Bapepam –LK maupun pihak berwenang lainnya untuk mengusut masalah tersebut. Kayaknya pihak pemerintah akan bertindak jika sudah banyak korban yang merasa dirugikan seperti yang terjadi pada PT. Wahana Bersama Globalindo (WBG).

Keliatannya sudah terjadi percikan api yang kemungkinan percikan api ini semakin bertambah besar, besar, dan besar. Hingga akhirnya perusahaan Emax atau perusahaan induknya Empire Group Alliance (EGA) akan bangkrut atau gagal bayar kepada para membernya yang ada Singapura, Indonesia, Malaysia, Philipines, Korea, Hongkong, Thailand, dan Taiwan.

Yah itulah seluk beluk bisnis money game yan berkedok bisns investasi profit sharing yang belakangan ini semakin banyak beredar di masyarakat. Ada yang dari perusahaan lokal maupun perusahaan asing. Salah satunya ya seperti yang sdang saya bahas ini.

Semoga masyarakat kita semakin mawas diri terhadap berbagai iming-iming yang terkadang menyesatkan sekaligus menjebak oleh berbagai macam bisnis yang menamakan investasi.

Semoga juga pihak pemerintah maupun pihak yang berwenang yang betugas mengawasi berbagai macam kasus penipuan berkedok investasi sewajibnya untuk bertindak tegas dan keras menegakkan hukum sesuai undang-undang yang berlaku tanpa melihat atau menunggu jatuhnya korban lebih banyak lagi.

Iklan