Tag

Sekarang kita bahas mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab kegagalan pelaku MLM Tianshi. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya, dan kebanyakan para pelaku Tianshi kurang memahami secara mendalam bisnis yang dijalankannya. Beberapa faktor ini saya kemukakan agar anda (yang menjalankan Tianshi) dapat memahami seluk beluknya, caranya untuk menghadapinya, agar anda dapat meraih financial freedom yang anda impi-impikan. Faktor-faktor tersebut antara lain :


1. Rule Of The Game (Aturan Main) :

– Biaya pendaftaran.

– Omzet grup = Total Group Sales (TGS)

– Tutup point/belanja bulanan

– Net Goup / Side Volume / Point Grup Bersih

2. Sistem Reward Dan Peringkat

3. Support Sistem

Ok kita mulai aja daripada kelamaan nunggu.

Rule Of The Game (Aturan Main)

Biaya Pendaftaran

Biaya pendaftaran awal untuk bergabung di Tianshi sebesar Rp. 85,000. Dengan biaya pendaftaran tersebut kita akan mendapatkan yang namanya stater kit (berisi tentang panduan menjalankan usaha meliputi pengenalan company profile, produk, marketing plan, dan support sistemnya), potongan harga sebesar 15 % setiap pembelian produk Tianshi, dan lain sebagainya. Si member Tianshi ini di beri peringkat *1

Calon member Tianshi sebenarnya bisa saja langsung belanja produk sebesar Rp. 500,000 untuk naik peringkat *2, atau belanja produk sebesar Rp. 2 juta untuk naik peringkat menjadi *3.

Untuk naik peringkat selanjutnya sampai *8 dan seterusnya kalian semua dah pada tahu kan. Jadi gak usah saya jelasin.

Omzet Grup

Pada marketing plan Tianshi pastinya ada syarat untuk menaikkan jenjang peringkat para distributornya. Salah satu syaratnya adalah dengan meningkatkan omzet grup anda atau biasa disebut dengan TGS (Total Group Sales) yang bisa diakumulasikan. Katakanlah sewaktu anda belum memiliki downline dan anda ingin bulan depan mau naik peringkat, misalnya *5 di mana untuk mencapainya diharuskan memiliki omzet grup sebesar Rp.40 juta (dengan 3 kaki) atau Rp.80 juta (dengan 2 kaki). Berarti anda harus bisa mengejar target tersebut (walaupun tidak ada sistem hangus).

Perlu diketahui klau target omzet group atau TGS di awal memang tidak memberatkan. Tapi jika sudah peringkat Internasional mulai peringkat Bronze Lion (BL) ke atas jangan main-main dengan target omzet peringkat anda, karena berpengaruh pada lolos atau tidaknya anda atau lebih tepatnya anda kualifikasi atau tidak untuk mendapatkan bonus sharing internasional. Dan kualifikasinya adalah per tiga bulan. Jadi bonus sharing internasional di dapat per tiga bulan. (padahal pada tahun 2002-2003, banyak leader yang presentasi kalau bonus sharing internasional di dapat tiap bulan dan besarnya Rp.100 juta/bulan untuk peringkat Bronze Lion!!! ) Tapi sekarang mana ada mereka presentasi kayak dulu lagi…..hayoooo ngakuuu para leader terhormat). Janji hilang janji nih. Jangan lempar batu sembunyi tangan yaa.

Tutup Point/Belanja Pribadi

Tutup point = belanja ulang secara wajib yang harus dilakukan oleh distributor setiap bulannya (ada juga istilah Personal Sales maupun Personal Business Volume yang artinya tutup point). Nominal kewajiban tutup point pada setiap peringkat berbeda-beda, kewajiban tutup point ini mulai diberlakukan pada peringkat *5 sebesar Rp. 100,000/bulan

Akan tetapi banyak sekali member/distributor Tianshi kurang mengetahui akan hal ini, biasanya tidak diberitahu oleh upline (mungkin karena belum waktunya diberitahu) dan adalah benar jika semua distributor MLM haruslah menjadi konsumen/pemakai dari produk-produk MLM yang dijalaninya, tapi kewajiban tutup point ini haruslah dilakukan dengan manusiawi dan tutup point ini setidaknya dilakukan oleh distributor MLM setelah memperoleh bonus yang lebih besar dari pada nilai yang harus dikeluarkan untuk kewajiban tutup point kira-kira adil gak?

Beban tutup point akan semakin meningkat seiring naiknya peringkat/posisi kita, akan merepotkan dari segi keuangan/financial kita tentunya (bagi yang kurang jago jualan), contoh ilustrasinya demikian, Anda peringkat *5 kewajiban tutup point anda sebesar Rp.100,000 meningkat menjadi senilai Rp. 200,000 pada peringkat *6, berarti bonus anda seharusnya harus melebihi angka Rp. 200,000/bulannya agar ter-back up kan. Apa jadinya jika bonus anda yang terjadi kurang dari angka Rp.200,000, katakanlah Cuma Rp. 150,000, berarti anda harus nombok/nambah senilai Rp. 50,000 yang berarti anda sama saja tidak dapat bonus melainkan mendapat produk senilai Rp.200,000, betul? Apakah anda tidak memasukkan biaya operasional anda tiap bulannya, seperti bensin, makan, biaya pertemuan, mitang-miting tiap malam, pulsa, belanja kebutuhan sehari-hari? Ini bisnis loh, semua harus diperhitungkan dengan matang to? Jangan sampai biaya operasional melebihi bonus yang anda terima. Itu mah rugi namanya..

Banyak sekali di lapangan para leader Tianshi men-training membernya dengan mengatakan tidak perlu jualan produk, kita di sini tujuannya membangun asset. Asset di bisnis MLM adalah manusia. Manusia lah yang menggerakan dari sistem / marketing plan MLM tersebut, jika berdasarkan membangun asset tanpa memberikan pelatihan selling/menjual produk, anda akan terjebak dalam rule of the game MLM yaitu kewajiban tutup point. Akibatnya pelaku Tianshi akan menumpuk tuh produk di rumah atau di kos. Karena gak jago jualan.

Mari kita lihat kewajiban tutup point pada marketing plan Tianshi :

*5 = Rp. 100,000 /bulan

*6 = Rp. 200,000 /bulan

*7 = Rp. 500,000 /bulan

*8 = Rp. 800,000 /bulan

BL – Director = Rp. 800,000/bulan (stabil)

Dan jangan kira anda anggap enteng loh tutup poin ini, ada seorang member Tianshi *6 yang tidak sanggup tutup poin karena bonusnya ngedrop atau boleh dibilang pas-pasan, hingga upline leadernya bantuin tutup point. Seperti yang saya katakan tadi anda harus mendata pengeluaran anda tiap bulannya seperti dari biaya bensin, makan, pulsa, biaya pertemuan support sistem, belanja kebutuhan sehari-hari, apakah pengeluaran tersebut bisa di back up dari bonus anda tiap bulannya? Kalau tidak bisa di back up, bagaimana bisa melakukan tutup poin?? Capek deh…….. (itulah mengapa orang Tianshi tidak jago dalam jualan, tapi jago dalam menjual mimpi).

Apa yang terjadi jika anda tidak melakukan tutup poin tiap bulannya? Ya tentu saja anda tidak dapat bonus. Dan dikenal dengan istilah pass up ke upline anda kan?

Jika anda sanggup melakukan tutup poin tiap bulannya, bagaimana dengan downline anda? Apakah downline anda juga bisa melakukan hal yang sama seperti anda? Apakah anda bisa menduplikasikan Itu semua? Adalah tugas anda dan support sistem Tianshi (Unicore, LNI, dan Freedom) yang akan membantu downline anda dalam mengatasi hal ini, bukan? Tapi kalau support sistem lebih mengutamakan dari sisi membangun aset saja tanpa mengajari anda bagaimana cara-cara/teknik atao strategi melakukan tutup poin, ya siap-siap saja menerima keluhan dari downline anda yang tidak mampu menjual produk secara individu.

Selamat nikmatin tutup poin…..nyam….nyam….nyam

……………………………………BERSAMBUNG KE SEASON 3