Pilihan bagi sarjana untuk masuk ke pasar kerja tak sebanyak beberapa dekade lalu. Posisi untuk pegawai mula (entry level) di banyak perusahaan kian menyempit. Kalau pun ada, gaji yang ditawarkan kerap tak memenuhi harapan mereka yang baru lulus kuliah. Dalam situasi permintaan yang melebihi penawaran, banyak individu berketerampilan tinggi (highly-skilled) akhirnya terpaksa bekerja pada low level job.


Bagaimana pencari kerja sebaiknya beradaptasi dengan tren lapangan kerja yang berubah ini? Salah satunya dengan mencari pinjaman dan mulai berbisnis. Dengan dukungan jaringan yang tepat, perencanaan strategis, dan manajemen keuangan yang bijaksana, masuk ke bisnis waralaba langsung selepas kuliah bisa memberi anda kesuksesan pekerjaan dan finansial.

Temukan Jaringan Pendukung

Dukungan jaringan mensyaratkan ditemukannya orang yang bisa memberikan motivasi, kekuatan, mentor, dan keterampilan yang diperlukan dalam transisi menuju lapangan kerja. Karena anda kurang memiliki keterampilan bisnis praktis sebab tak diajarkan di bangku kuliah, orang-orang tersebut akan menuntun ke “dunia nyata”. Dukungan tersebut bisa datang dari orang tua, saudara, atau mungkin saja pemilik bisnis yang anda temui.

Perencanaan Strategis

Rencana strategis melibatkan proses edukasi dan riset sebelum anda memutuskan membeli atau membuka waralaba. Pelajari semua hal yang perlu diketahui seputar waralaba, sebab saat wawancara, pewaralaba (franchisor) akan mencari orang yang memiliki know-how di industri tersebut.

Bijaksana dalam Manajemen Keuangan

Menemukan modal investasi untuk membeli waralaba akan menjadi tantangan terberat, tergantung pada jenis yang dipilih. Jika anda berpikir strategis, anda akan setuju jika waralaba restoran cepat saji seharga jutaan dolar AS bukan pilihan jangka pendek. Namun, waralaba bermodal kecil (low-cost) atau berbasis rumahan bisa jadi pilihan.

Keadaan keuangan anda akan diteliti oleh pewaralaba. Beberapa sistem waralaba mensyaratkan anda memiliki suatu jumlah tertentu yang mesti dipenuhi, dan anda harus menentukan apakah menjadi sekutu diam (silent) atau aktif dalam kerjasama.

Akhirnya, luangkan waktu untuk menemukan akuntan yang yang bisa memetakan kebutuhan keuangan anda. Selain itu, akuntan dapat memberikan tambahan keyakinan (reassurance) dalam menentukan pilihan investasi yang tepat.

Sumber : http://www.plasawaralaba.com