Mitos 5 : Franchise jalan bebas stres untuk memulai bisnis
Realitas : Membangun bisnis apa pun bisa menimbulkan stres dalam masa tertentu. Sekalipun franchise menawarkan banyak manfaat seperti nama yang sudah dikenal, infrastruktur kerja dan kampanye lewat iklan, namun franchise tak kebal (immune) dari naik-turun nya kepemilikan bisnis.


Faktanya, segala manfaat itu datang bersama sejumlah persyaratan. Tak hanya mengharuskan franchisee beroperasi dengan berbagai ketentuan (guidelines) seperti dijelaskan sebelumnya, namun mereka juga bertanggung jawab sepenuhnya atas sukses keuangan dari bisnis yang dijalankan.

Contohnya, jika franchise mengalami penurunan penjualan lebih dari satu bulan. Tak hanya kehilangan pendapatan, franchisee juga harus memberikan penjelasan kepada franchisor kenapa itu terjadi.

Mitos 6 : Memiliki franchise berarti anda tak perlu berurusan dengan karyawan
Fakta : membangun bisnis apa pun tak hanya memerlukan investasi keuangan, tetapi juga waktu dan tenaga. Anda akan tetap menghabiskan waktu, sesedikit apa pun, untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Dan hal ini memerlukan komunikasi dan konsekuensinya memerlukan waktu untuk terus berhubungan dengan karyawan.

Mitos 7: Anda selalu diproteksi dari kompetisi yang berasal dari franchise lain yang satu area
Fakta : Hal ini bergantung pada kontrak yang dibuat. Jika kesepakatannya kuat, anda akan terlindung dari kompetisi tak diinginkan. Selain itu, anda juga harus memperhatikan baik-baik klausul jangka waktu kapan wilayah anda terbuka untuk negosiasi. Jalan untuk mencapai kesepakatan terbaik dengan franchisor, gunakanlah jasa konsultan hukum untuk menelaah dokumen-dokumen penting sebelum menyepakati semu ketentuan yang ada di dalamnya.

Mitos 8: Jaringan bisnis paling populer (dan menguntungkan) adalah franchise
Fakta: Meski banyak studi menunjukkan franchise memberikan pengembalian investasi lebih besar ketimbang yang lain, namun tak semua jaringan bisnis menguntungkan adalah franchise.

Kasus seperti Starbucks, dijalankan dengan model perusahaan pribadi. Hal ini berarti, perusahaan memiliki tiap outlet, akan tetapi diperlukan manajer yang direkrut untuk menjalankan semua itu. Dalam bisnis apa pun, calon pemilik harus menyiapkan diri untuk bekerja keras, meluangkan waktu, dan dalam kasus tertentu menyediakan modal. Satu-satunya jalan yang memberi garansi kesuksesan adalah menemukan bisnis yang benar-benar memanfaatkan (utilisasi) semua sumber daya yang tersedia di tangan anda.

Akhirnya, tetap optimistis sepanjang anda memahami perlunya dedikasi tinggi untuk menjalankan bisnis prospektif, termasuk franchise.

Sumber: http://www.franchisegator.com