Jangan pernah hanya mengikuti keinginan semata tanpa mengetahui step-step kunci yang bisa membuat Anda lebih sukses di usaha franchise. Tidak sedikit para investor yang sudah memantapkan hatinya untuk memulai bisnis di usaha franchise, tetapi tidak tahu dari mana harus memulainya. Karena itu, kondisi seperti ini bisa jadi memakan waktu meskipun sudah banyak sumber informasi yang tersedia seperti asoasiasi, buku, konsultan, para franchisee yang eksis serta website. Berikut panduan langkah-langkah yang bisa membantu calon franchisee dalam membeli franchise.


Pertama, ketahui posisi Anda. Para investor sebelum memilih salah satu usaha franchise yang akan dijalaninya, sebaiknya memahami secara utuh terlebih dahulu konsep bisnisnya—tidak hanya sekedar memenuhi kepentingan (intrest) pribadi menyangkut latar belakang dan kemampuan bisnis—tetapi juga kudu paham posisi finansialnya. Maka, investor perlu mempertanyakan dirinya, apa bobot kemampuannya. Apakah punya aset liquid? Bagaimana dengan peluang kredit? Seberapa besar uang lenyap yang bisa ditolelir? Apakah punya pengalaman memanage karyawan? Apakah orang menyukai dirinya? Mengetahui semua hal itu—finansial, motif dan kemampuan—akan memungkinkan investor lebih sukses dengan usaha franchise pilihannya.

Kedua, meriset peluang-peluang franchise dan potensi pasarnya. Meriset dan melakukan investigasi peluang-peluang usaha franchise tidak bisa diremehkan. Barangkali, di benak para investor sudah ada sejumlah usaha spesifik yang membuatnya tertarik berdasarkan informasi dari broker dan konsultan atau dari lusinan situs franchise yang memuat informasi ratusan kesempatan usaha. Riset ini akan memberikan panduan kepada investor untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih sebuah usaha. Tapi, investor tidak boleh melupakan riset tentang potensi pasar dari usaha yang ingin dipilihnya itu. Jika usaha tersebut sudah sangat jenuh dan pasar sulit menerima pendatang baru sebaiknya terus mencari hingga mendapatkan usaha franchise yang tepat. Dalam meriset peluang usaha franchise ini, salah satu yang bisa dijadikan sumber adalah para franchisee yang sudah lebih dahulu eksis dengan bisnisnya dan juga dokumen keuangan franchisor.

Ketiga, dapatkan sumber pembiayaan. Setelah menemukan usaha franchise yang tepat, langkah selanjutnya menyangkut pembiayaan. Banyak opsi yang bisa dipilih oleh calon franchisee untuk mendapatkan modal pembiayaan usahanya seperti pinjaman dari bank konvensional atau pinjaman-pinjaman dari sumber lainnya yang menawarkan kredit usaha waralaba atau dari rekan dan famili. Beberapa franchisee bahkan mengambil dari dana tabungannya sendiri. Untuk usaha franchise yang tidak membutuhkan modal yang besar, sebaiknya tidak menggunakan dana pinjaman. Sebagian franchisee justru membayar fee franchise dengan menggesek kartu kredit.

Keempat, bangun atau lengkapi toko. Untuk usaha franchise yang membutuhkan bangunan toko, investor bisa saja harus membangunnya dari awal dan melengkapinya dengan berbagai perlengkapan dan dekorasi yang indah. Bagi yang sudah punya toko, tinggal melengkapinya dengan perlengkapan seperti furniture dan dekorasi. Nah, ketika men-set up toko, franchisee harus bisa memperkirakan secara tepat berapa lama proses itu berjalan sehingga sejak awal sudah bisa melakukan promosi jadual pembukaan toko.

Kelima, ikuti training. Dalam menjalankan sebuah bisnis, franchisee membutuhkan training dan panduan operasional. Tujuannya, agar bisnis berjalan seperti yang diharapkan. Beberapa training biasanya disediakan oleh franchisor.

Keenam, semangati staf atau karyawan. Upaya menyemangati para staf ini harus dilakukan sebelum bisnis beroperasi. Berbarengan dengan upaya ini, franchisee melakukan upaya-upaya promosi tentang pembukaan outlet sehingga punya gaung yang besar terhadap usahanya. Pastikan saja Anda telah menjalani panduan sebelum menyemangati karyawan.

Sumbe r: http://www.plasawaralaba.com