1. FILATELI
Prangko yang awalnya hanya dimaksudkan sebagai tanda pelunasan biaya pengeposan, ternyata berkembang menjadi benda koleksi. Seseorang yang gemar mengumpulkan prangko dan benda-bendapos lainnya disebut Filatelis sedangkan filateli meliputi studi tentang prangko serta pelayanan pos, cap pos, system dan sarana pengiriman. Filateli berasal dari bahasa Yunani terdiri dari dua kata yakni philos yang artinya teman dan ateleia yang artinya bebas atau suka dari kewajiban membayar, secara harfiah berarti suka atau gemar mengoleksi prangko siapa saja bebas melakukan pengumpulan prangko, baik oleh orang dewasa , para remaja, dan anak-anak tanpa membeda-bedakan bangsa, bahasa, agama, golongan serta kedudukan social seseorang.


Bahkan beberapa tokoh dunia yang terkemuka telah menjadikan pengumpulan prangko sebagai salah satu hobby mereka antara lain Raja George V dari Inggris, Presiden Roosevelet dari Amerika Serikat, Raja Alfonso XIII dari Spanyol, Raja Fuad dari Mesir dan Ratu Marie dari Rumania. Dengan kata lain filateli adalah keinginan untuk meneliti lebih lanjut hal ihwal mengenai prangko dan benda-benada lainnya yang berkaitan dengan prangko sebagai objek ilmiah, sedangkan mereka yang gemar untuk mengumpulkan prangko disebut filatelis. Pengumpul Prangko pertama adalah Dr. Gray seorang pejabat Museum di Inggris yang mencari Prangko melalui media The London Times tahun 1841. Pada perkembangannya, Prangko merupakan benda seni yang banyak pengagum dan pengumpulnya didunia, antara lain karena sifatnya yang internasional, dapat dilakukan oleh siapa saja . Beberapa tokoh dunia yang berhobi mengumpulkan Prangko adalah Raja George V dari Inggris, Presiden Roosevelt dari Amerika Serikat, Raja Alfonso XIII dari Spanyol, Raja Fuad dari Mesir, Ratu Marie dari Rumania. Dengan begitu besarnya minat terhadap Filateli, kemudian lahirlah organisasi-organisasi yang berkaitan dan ingin menumbuh kembangkan kegiatan yang berkaitan dengan Filateli, antara lain : FIAP ( Federation of Inter Asian Philately ), PFI ( Perkumpulan Filatelis Indonesia ), FIP ( Federation Internationale de Philatelie ).

2. MANFAAT FILATELI
  Segenap aneka kehidupan manusia dapat tercamtum pada prangko yang diterbitkan oleh semua negara di dunia, sehingga seorang pengumpul prangko dapat menambah pengetahuan yang luas dari seri-seri tema yang diterbitkan setiap tahunnya. Dari aspek-aspek tema yang demikian melimpah pengumpul prangko terbagi menjadi pengumpul prangko umum (advanced collector) dan pengumpul tematik yaitu pengumpul prangko yang membatasi diri pada pengkhususan objek tertentu.
Untuk kegemaran mengumpulkan prangko ini waktu, tenaga dan uang tidaklah ada artinya apabila dibandingkan dengan kesenangan, kebahagian serta kepuasan yang dapat dipetik pada saat melihat hasil koleksi prangko yang kita tata. Tanpa disadari, seorang pengumpul Prangko yang menekuni hobinya dengan sungguh-sungguh, akan memperoleh pengetahuan yang luas.
Prangko-prangko yang diterbitkan oleh berbagai negara dapat menampilkan gambar-gambar yang berkaitan dengan sejarah, ekonomi, politik, kebudayaan, flora, fauna dan lain-lain. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, mengumpulkan Prangko dapat membentuk sifat mental yang positif, antara lain: Giat dan bersemangat, Sabar dan tekun, Hati-hati dan teliti, Kreatif dan berseni, Jujur dan saling pengertian, Bersih dan rapih.

3. KELOMPOK PENGUMPUL PRANGKO
Berdasarkan tujuannya , mereka yang membeli Prangko dapat digolongkan kedalam kelompok sebagai berikut :
a. Pengumpul Murni, pengumpul ini hanya bertujuan semata-mata untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal dari koleksinya. Mereka tidak mengharapkan uang kembali dalam waktu tertentu dan bahkan mau membayar mahal dalam memburu koleksi tertentu.
b. Pengumpul Investor, pengumpul ini mempunyai tujuan bahwa koleksinya digunakan sebagai sarana investasi , mereka mencari koleksinya untuk disimpan dengan harapan pada suatu saat akan mendapatkan keuntungan dari koleksinya jika dijual kembali. Biasanya mereka hanya memburu beberapa koleksi yang diperkirakan kelak akan berharga tinggi.
c. Pedagang Prangko, pengumpul ini membeli Prangko dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan yang besar. Mereka sering memborong seUnit besar Prangko tertentu, menyimpannya dan mengeluarkannya sedikit demi sedikit dengan harga yang tinggi. Mereka dapat menerbitkan Katalogus dengan harga versi mereka sendiri. Pada umumnya mereka bergabung dalam suatu organisasi.
d. Expert, yaitu ahli yang meneliti Prangko-prangko mahal dan langka dengan memperoleh imbalan dari presentasi tertentu dari nilai prangko tersebut. Mereka dapat mengeluarkan sertifikat jaminan disertai foto prangko yang ditelitinya.
e. Wartawan Filateli, yang tugas utamanya menangani dan membuat pemberitaan tentang filateli.
f. Lembaga Swadaya Filateli, adalah organisasi yang tujuan utamanya memberikan masukan, kritik, saran kepada pemerintah untuk memperbaiki mutu, desain dan kegiatan yang berkaitan dengan prangko.

4. PERLENGKAPAN FILATELI
Beberapa perlengkapan dalam mengumpulkan prangko antara lain:
a. Penjepit prangko (pincet)
b. Albun prangko
c. Engsel prangko
d. Pencari tanda air
e. Pengukur perforasi
f. Kaca pembesar.
g. Lampu Ultra Violet.
h. Katalog Prangko

5. OBYEK PENGUMPULAN BENDA FILATELI
Pada awalnya yang dikumpulkan hanyalah Prangko saja. Sejalan dengan perkembangan jaman, beberapa negara menerbitkan pula produk-produk filateli lainnya , antara lain : carik kenangan, sampul hari pertama, dan lain-lain segaimana di bawah ini :
a. Prangko, menurut tujuan penerbitannya , Prangko di Indonesia dibedakan manjadi Prangko Definitif, Prangko Peringatan, Prangko Istimewa dan Prangko Amal.
b. Sampul Hari Pertama (SHP). Ciri-ciri Sampul Hari Pertama: Diterbitkan oleh PT. Pos Indonesia (Persero) bersamaan dengan terbitnya Prangko Peringatan/Istimewa baru, Pada Unit depan memuat satu atau beberapa prangko baru, Pada Unit depannya diberi teraan Hari Terbit Pertama, Unit kiri depan memuat lukisan, tulisan sesuai dengan maksud penerbitan.
c. Karnet, adalah kertas tebal, berbentuk lipatan yang pada Unit dalamnya ditempeli prangko terbitan baru yang telah dibubuhi cap Hari Terbit Pertama, Unit luarnya memuat tulisan, gambar yang sesuai dengan prangko tersebut.
d. Buku Prangko (Booklet), adalah buku kecil yang lembaran dalamnya memuat beberapa prangko.Bbooklet dimaksudkan untuk promosi dan memudahkan penyimpanannya dalam buku saku sehingga mudah dibawa kemana-mana.
e. Sampul Peringatan, adalah sampul khusus yang dibuat untuk memperingati suatu peristiwa yang dianggap penting. Sampul Peringatan dapat dibuat oleh siapa saja.
f. Kartu Maksimum, adalah kartupos yang memuat gambar yang berkaitan dengan penerbitan prangko baru. Prangko baru ditempelkan pada Unit belakang kartupos yang bergambar dan dibubuhi cap Hari Terbit Pertama. Kartu Maksimum dapat dibuat oleh PT. Pos Indonesia (Persero) atau swasta.
g. Dokumen Filateli, adalah lembaran kertas tebal yang ditempeli prangko dan diberi cap khusus hari penerbitan. Lembaran tersebut memuat gambar dan cerita yang sama dengan maksud penerbitan prangko.
h. Prisma (Prangko Identitas Milik Anda), pertama kali diperkenalkan di Australia Post pada pameran filateli sedunia Australia 99 tanggal 19 s/d 24 Maret 1999. Di Indonesia mulai diperkenalkan pada 9 Oktober 1999. Prangko ini memiliki prangko asli dan ditambah dengan label/tab. Kolom tab ini dapat diisi dengan foto, gambar, logo dll sesuai keinginan pemesan. Saat ini terdapat 21 Kantor Pos yang dapat secara langsung melayani pemesanan PRISMA.

6. JENIS KOLEKSI FILATELI
Bagi seorang filatelis, kesempatan untuk memamerkan koleksinya pada suatu pameran yang dipertandingkan merupakan dambaan utama. Menurut FIP ( Federation Internationale de Philatelie ), koleksi terdiri atas kelas-kelas sebagai berikut :
a. Aerophilately, Yaitu koleksi yang menggambarkan perkembangan pelayanan Pos Udara dan disertai dokumen -dokumen yang menyertainya. Misalnya penerbangan perdana yang membawa pos udara.
b. Astrophilately, Yaitu koleksi filateli yang menggambarkan penerbangan luar angkasa, termasuk teraan cap yang dibuat pada saat peluncuran di kantor pos.
c. Literature, Yaitu tulisan bahkan rekaman elektronik yang memuat hal-hal tentang filateli, majalah filateli, petunjuk filateli dan apapun yang menyangkut filateli.
d. Maximaphily, Yaitu koleksi yang terdiri atas Kartu Maksimum. Koleksi ini biasanya disusun berdasarkan negara penerbit atau tema tertentu.
e. Mophila, Yaitu koleksi berupa prangko yang diterbitkan tidak lebih dari 15 tahun sebelum dipamerkan. Koleksi ini dimaksudkan untuk menggugah minat masyarakat terhadap filateli, karena penilaian atas koleksi ini dilakukan oleh pengunjung pameran.
f. Postal History, Yaitu koleksi yang terdiri atas surat atau dokumen yang menunjukkan perjalanan nya, mulai dari dikirimkan sampai dengan diterima.
g. Postal Stationery, yaitu koleksi berupa sampul, warkatpos, kartupos, aerigram yang telah bercetakan prangko.
h. Revenue, yaitu koleksi berupa Benda filateli tempel, pita cukai, Benda filateli ijin berburu, Kertas berBenda filateli.
i. Thematic Philately, Yaitu koleksi berdasarkan tema tertemtu. misalnya tema kebudayaan, flora dan fauna, tarian tradisional , olah raga dll tanpa memandandang negara penerbitnya. Tema ini pada umumnya sangat digemari oleh filatelis.
j. Traditional Philately, Yaitu koleksi yang terdiri dari prangko dan benda filateli lainnya berdasarkan negara penerbit.
k. Ecophila, Yaitu koleksi yang berwawasan lingkungan hidup. Gagasan ini telah diakui oleh FIP sebagai Sub Tematik.

7. ORGANISASI FILATELI
Pada jaman Belanda sudah terdapat penggemar prangko. Penggemar tersebut kemudian membentuk suatu kelompok-kelompok yang akhirnya melahirkan perkumpulan penggemar prangko sebagai berikut :
a. 29 Maret 1922 di Batavia berdiri VPNI ( Vereniging van Postzegelverzamelaar in Nederlands Indie ).
b. 1947 berubah nama menjadi Algemene Vereniging voor Philatelisten in Indonesia ( AVPI ).
c. 1953 berganti nama menjadi PUPI ( Perkumpulan Umum Philatelis indonesia ).
d. 1965 menjadi PPI ( Perkumpulan Philatelis Indonesia )sebagai hasil Kongres di Semarang.
e. 1 Juli 1985 diubah menjadi PFI ( perkumpulan Filatelis Indonesia ). Saat ini hampir di semua kabupaten / Kota di Indonesia sudah terdapat perkumpulan Filatelis lokal.

8. PEMBINAAN FILATELI
Kiranya kita sependapat bahwa dewasa ini hampir setiap orang mengenal prangko, secarik kertas kecil bergambar karya seni bermutu tinggi. Setiap Negara bias memamerkan atau mengabdikan kebanggaannya seperti kekayaan flora, fauna, kebudayaan, keindahan alam,dll. Prangko yang dikumpulkan akan menjadi kebanggaan karena mengandung unsure pendidikan , menumbuhkan berbagai ketrampilan dan menambah sifat cermat, tekun dan displin, juga pada waktunya akan memberikan keuntungan material dan perluasan jaringan persahabatan manusia.
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengatakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta beradaban bangsa. Tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.
Filateli dengan nilai-nilai edukatifnya memiliki potensi untuk diarahkan menjadi salah satu katalisator dalam mengembangkan kemampuan peserta didik dengan menonjolkan pengembangan behavioran attitudes melalui kegiatan ekstrakurukuler. Dengan tema filateli sebagai wahana pembelajaran bangsa Dalam rangka usaha menggalakan perfilatelian di Indonesia, kini pemerintah lebih menggarahkan sasaran pada siswa SD, SMP, DAN SMU.
Segmen ini kita bidik dengan nama program Fun & Easy Fun yang artinya gembira dan mudah, sedangkan arti harfiahnya adalah kesepakatan, tanggung jawab, dan kewajiban kami untuk mewujudkan sebuah komunitas Filatelis yang selalu dilingkupi the fun atmosphere. Kami berkomitmen untuk memberikan manfaat dan keceriaan bagi para mitra dan berbagai pihak yang selama ini telah berinteraksi bersama kami melalui Filateli Kata sinergis mulai bersemi guna filateli mewujudkan mimpi. Filatelis kami kais, siswa kita bawa, guru kita jadikan kawan berburu ilmu birikrat diangkat sama-sama membangkitkan bangkitnya Filateli.

9. NILAI EDUKATIF FILATELI
Sifat sifat inilah menjadikan Filateli memiliki nilai edukatif yang tinggi untuk memupuk karakter generasi muda Mengingat pentingnya filateli untuk pembinaan generasi muda, juga mampu mengharumkan nama negara di mata dunia Internasional, Pemerintah menaruh perhatian lebih terhadap Filateli. Tahun 1992 Menparpostel meluncurkan program Sejuta Filatelis, dgn menargetkan peningkatan jumlah filatelis dari 102.224 orang menjadi 1.000.000 orang, dan target tersebut terlampaui. Pada akhir tahun 2000, berkat kerjasama antara Ditjen Postel, Ditjen Dikdasmen, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan PT Pos Indonesia secara bersinergi meluncurkan program Gerakan Nasional Gemar Berkirim Surat.
Ditjen Postel juga menjalin kerjasama dengan Ditjen Dikdasmen melalui pembuatan Surat Kerja Bersama dalam rangka Pembinaan Filateli di sekolah. Tahun 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Nasional Saling Berkirim Surat, sebagai kepedulian thd korban bencana Tsunami di Aceh Banyak pihak yang terkait dengan perkembangan filateli yang semuanya mempunyai kontribusi dalam perkembangannya. Ibarat mata rantai, maka diperlukan rantai yang kuat pada semua rantai, tidak ada mata rantai yang patah. Sebagaimana perfilatelian di negara maju, bahkan di Cina yang terus berkembang, maka kita juga patut optimis bahwa kegiatan filateli tidak akan pernah mati.