Ini kisah nyata mengenai seorang penjual lukisan ternama dan disegani yang herasal dari Perancis-diakui termasuk lima pemain besar di dunia seni internasional.


Pada 1987 ia membeli La Celistina, salah satu karya terbesar Picasso pada masa “blue period”. Setelah menghabiskan $3 juta untuk lukisan itu, ia memperbaikinya dan memamerkan pada ruang tamu bernuansa kayu yang elegan, yakin bahwa ia akan dapat menjualnya pada klien luar negeri dengan harga berlipat ganda.
Tak lama kemudian, Seorang pembeli dari negara lain ingin membawa lukisan itu ke negerinya. Semua dokumen yang diperlukan telah dilengkapi barang dipak dan pengiriman telah diatur dan mereka bersulang untuk trarsaksi. Sayangnya, Sang penjual tidak mengantisipasi sikap Kementrian Kebudayaan Perancis yang menolak mengeluarkan izin ekspor. Ia dalam kesulitan!
Pada saat yang sama, lukisan Picasso yang lain, The Wedding of Pirette, masuk ke pasar Perancis. Dealer ini terbentur pada kesepakatannya dengan pemilik lukisan itu hingga ia menawarkan La Calistina sebagai hadiah bagi pemerintah Perancis untuk dipertukarkan dengan izin untuk The Wedding of Pirette untuk keluar dari Perancis. Dealer ini kemudian menerima sejmlah besar keuntungan didapat saat The Wedding gf Pirette terjual di Jepang dengan harga paling tinggi yang pernah diraih Picasso. Ini merupakan publikasi pelelangan besar-besaran yang menjadi headline di seluruh penjuru dunia.