Tag

, ,

Tidak dapat dipungkiri jika bisnis MLM memang di pandang jelek oleh masyarakat. Berdasarkan pengalaman saya menggeluti bisnis MLM, pandangan jelek tersebut bukan kepada perusahaan MLM tetapi lebih kepada pelaku MLM yaitu distributor MLM. 

Menghilangkan kebiasaan buruk/jelek pelaku MLM gampang-gampang susah. Jika di awal perkembangangannya para pelaku sudah memainkan cara main yang jelek tentu akan merepotkan bagi perusahaan MLM untuk memperbaikinya. Apalagi jika pelaku MLM tersebut dikenal dengan sebutan kutu loncat (pindah-pindah MLM). Wah bisa kacau tuh perusahaan.

Mungkin anda sudah sering mendengar entah dari cerita teman anda, saudara anda, atau mungkin tetangga anda bercerita mengenai suatu ajakan bisnis yang mana akhirnya merupakan bisnis MLM, padahal di awal ajakan tersebut boleh dikatakan menjebak atau menipu, kalau bisnis yang ditawari adalah bisnis besar, internasional, bisnis franchise, bisnis supermarket, butuh partner usaha, dan sebagainya.

Mereka (pelaku MLM) sebenarnya tidak menipu anda, mereka hanya menggunakan istilah lain yang intinya mengajak anda berbisnis, itu saja. Tapi lain cerita jika bisnis tersebut tidak sesuai dengan apa yang anda inginkan. Mungkin anda akan merasa kesal, merasa dibohongi, ditipu, dan lain-lain.

Tetapi ada baiknya jika para pelaku MLM memperbaiki cara berprilaku dalam menjalankan bisnis MLM menuju berbisnis secara beretika dan profesional. Janganlah hanya mengejar bonus yang begitu besar, cepat mendapat downline, memperbesar jaringan anda, mengejar peringkat, dan ingin cepat passive income, malah mengorbankan hubungan pertemanan anda, keluarga anda, tetangga anda, menjadi bersifat egois, memandang rendah pekerjaan seseorang, menjadi sombong, menjadi angkuh, dan menjadi jadi. Hilangkanlah itu semua, dan ingat bisnis di bangun di atas kepercayaan orang lain atau orang banyak. Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan.

Beragam bentuk perilaku yang sering dilakukan oleh pelaku MLM akan saya jelaskan kepada anda. Fungsinya adalah, supaya anda – apakah sekarang ini anda pelaku MLM atau bukan – mengerti dan memahami bahwa yang membuat citra bisnis MLM menjadi buruk atau jelek di kalangan masyarakat adalah berawal dari para pelakunya.

 Berikut beberapa tindakan yang sering dilakukan oleh para pelaku MLM (yang membuat citra MLM buruk)  dalam menjalankan aksinya (bisnisnya) :      

o        Menjanjikan Semua Orang Yang Ikut MLM Akan Sukses

“Bergabung dengan bisnis MLM akan membuat anda sukses, sukses punya mobil, uang banyak (passive income), dan bahkan bisa membahagiakan kedua orang tua. Jadi jangan harap bisa sukses jika anda belum bergabung dengan bisnis MLM”……….itulah beberapa petikan kata-kata dari pelaku MLM yang meninggi-ninggikan kesuksesan secara tidak wajar tanpa berpikir dengan akal sehat. Mungkin dikarenakan duplikasi dan cuci otak dilakukan oleh para upline dan support sistem-nya.

 

o        Menjanjikan Sukses Finansial Dalam Waktu Sekian Tahun

Di setiap acara presentasi maupun seminar MLM yang pernah saya ikuti, hampir semua leader MLM selalu megatakan “Dengan menjalankan bisnis ini (MLM) 2 – 3 tahun anda akan bisa merasakan sukses finansial” atau ada juga presenter seminar yang mengatakan dengan kata-kata seperti ini “Saya sebagai seorang pengusaha selama 18 tahun merasa takjub dengan bisnis MLM, bayangkan bapak XXXXXXX menjalankan bisnis MLM XXXXXX hanya dalam kurun waktu 2  tahun sudah mendapatkan mobil mewah, uang ratusan juta rupiah tiap bulan, rumah mewah, bandingkan dengan saya sebagai pengusaha selama 18 tahun lamanya dikalahkan dengan kehebatan bisnis MLM XXXXXX ini. Sungguh luar biasa!!!

      Memang tidak ada salahnya jika di dalam bisnis MLM khususnya pelaku MLM berbicara kesuksesan yang dicapai dalam hitungan tahun, namun akan menjadi masalah jika bukti nyata ini seterusnya di pakai sebagai hal untuk melakukan aksi iming-iming sebagai salah satu agar proses perekrutan member berjalan cepat, bahkan dikatakan tindakan tidak terpuji jika suatu kesuksesan di bisnis MLM harus dibandingkan dengan bisnis konvensional maupun pekerjaan konvensional lain.

 

o        Bicara Income / Penghasilan Yang Terlalu Berlebihan

Budaya barat yang diaplikasikan ke budaya timur…kira-kira apa jadinya ya? Ya seperti bicara income/penghasilan di bisnis MLM untuk menarik minat seseorang, padahal di budaya timur adalah tabu jika ngomong penghasilan seseorang. Namun di bisnis MLM semua itu menjadi tidak tabu lagi kan…?

Mungkin kalau anda pernah diundang ke dalam acara presentasi bisnis MLM pastinya anda akan diberitahu oleh si pengundang anda kalau si x (leadernya) sudah sukses di bisnis ini, dengan memiliki penghasilan puluhan juta/bulannya. Setuju kan? Pastinya anda akan bingung, kok bisa ya mendapat penghasilan puluhan juta tiap bulan? Terkadang sangat jarang sekali pelaku MLM memberitahu bagaimana caranya agar memperoleh bonus puluhan juta tiap bulan.

 

o        Orientasi Hanya Uang

Saya pernah didatangi salah satu member MLM. Walau pada mulanya saya sudah tidak tertarik, tapi saya coba hargai dengan mendengarkan bagaimana caranya dia menawarkan produk. Baru sebentar saja dia menawarkan produk kesehatan.. eh.. dia langsung menawarkan keuntungan untuk menjadi member XXXXXX. Bla-bla-bla bahkan penjelasan keuntungan menjadi member lebih panjang dari pada penjelasan keuntungan menkonsumsi produk tersebut.

Seharusnya, jika member-member baru ini bekerja layaknya seorang sales. Gembar-gemborkan saja produknya. Lha.. nanti begitu si pembeli berlangganan, baru tawarkan bisnis MLM-nya. Cara itu menurut saya, lebih simpatik dari hanya mendatangi orang untuk mengajak bergabung ke suatu MLM. Sayangnya, orang yang seperti itu, tidak pernah saya temui. Mereka terlalu terbuai oleh mimpi-mimpi dari upline mereka akan kesuksesan finansial yang berlebih.

 

o        Percaya Diri Yang Berlebihan dan Biasa Berdebat

Apa yang terjadi kepada anda jika terlalu percaya diri (PD) yang berlebihan? Pastinya anda akan meganggap remeh sesuatu atau mungkin menganggap remeh orang lain kan? Anda akan merasa diri andalah yang paling benar. Bahkan saudara yang ada di keluarga sendiri pun akan diremehkan juga.

Begitu juga  yang terjadi pada pelaku MLM yang terlalu PD, biasanya dalam melakukan presentasi akan selalu berdebat kusir dengan sang prospek dan tidak menghargai kata-kata sang prospek sama sekali, atau pada saat berdiri dia atas panggung kesuksesan akan berbicara mengenai hal yang menganggap sepele atau remeh pekerjaan orang lain, misalnya orang kerja kantoran, satpam, dosen, guru, PNS, dan ada juga leader MLM yang dengan bangganya meremehkan bisnis konvensional.

 

o        Terlalu Menitikberatkan Pada Marketing Plan Ketimbang Produk

Mungkin saking tergiur bonus yang menarik dan iming-iming kesuksesan finansial dalam kurun waktu 2 – 3 tahun saja, para pelaku MLM lebih cenderung fokus pada sistem marketing plan, yang tidak lain dan tidak bukan adalah mengutamakan proses perekrutan member baru tanpa melakukan aktivitas penjualan produk dan membentuk jaringan pengguna produk baik di dalam maupun di luar member MLM.

Dengan alasan membangun asset dalam bentuk perekrutan member baru seperti yang mereka dengung-dengungkan sesuai dalam bukunya Robert T Kiyosaki di Business School, mereka melupakan satu hal, bahwa aktivitas penjualan produk lah yang merupakan the way of marketing dari bisnis MLM dan bukan sebaliknya.

Kalau hanya sekedar perekrutan member baru saja yang kalian lakukan, trus apa bedanya dengan bisnis money game donk????

 

o        Mengundang atau Mengajak Prospek Dengan Cara Menjebak

Tidak dapat dipungkiri, jika citra bisnis MLM menjadi semakin jelek dikarenakan salah satunya adalah tata cara mengundang atau mengajak prospek dengan tidak benar atau boleh dibilang menjebak. Jebak menjebak prospek sudah hal yang umum terjadi, dan saya sendiri adalah korban dari jebakan pelaku MLM yang mengundang saya.

Agar kesan MLM tidak tercium sang prospek, maka pelaku MLM mengganti metodenya dengan menggunakan kata-kata franchise, personal franchise, proyek internasional, proyek IT (Information Technology), kerja sama bisnis supermarket, dan sebagainya. Apapun metode baru yang diterapkan, tetap juga sang prospek merasa tertipu, terjebak, terbuang waktunya, atau dikianati oleh pengundang.

Berikut contoh metode mengundang yang sering dilakukan oleh pelaku MLM yang terkadang bikin gemas tapi kadang malah bikin lucu :

          Mengirim undangan dalam bentuk sms lewat HP, yang bunyinya seperti :

Gundul : “Kul, gua ada proyek ITnih…”.

Dengkul : “Proyek IT apaan?”

Gundul : “Justru itu.. Elo bisa dateng nggak ntar malem? Ntar gue ketemuin sama temen Gue. Dia bakal jelasin semua ke elo.”
Dengkul : “Ok, boleh juga. Ntar malem di mana?”

Gundul  menyebutkan waktu dan tempat.

Dengkul : “Ok, waktu gue agak senggang nih, pasti gue ke sana deh”.

 

Sampai di tempat, kok banyak banget orang yang datang. Dengkul dah mulai curiga nih. Wah kok disuruh bayar tiket masuk segala, harga tiket Rp.10,000. Apaan nih.. Ternyata.. itu  pertemuan MLM, guys..Sebenernya kalo Dengkul diundang secara jujur dari awal dan dikasih tahu bahwa dia diundang ke acara presentasi bisnis MLM, Dengkul akan lebih appreciate. Menurut Dengkul, MLM punya potensial untuk menjadikan seseorang sukses. Cuma MLM bukan sesuatu yang Dengkul pilih untuk cari makan atau meraih sukses. Dengkul diberi kebebasan oleh Tuhan, untuk mencari rezeki yang halal, terserah Dengkul. Mau MLM, jadi pedagang, jadi karyawan, atau apa kek, terserah Dengkul. Dan saat ini, MLM bukan prioritas utama di kepala Dengkul. Jadilah Dengkul kecewa ama sahabat Dengkul. Harapannya mau ngerjain proyek IT, ternyata datang ke pertemuan MLM. Dengkul merasa tertipu habis. Apakah dengan perilaku semacam ini akan menyebabkan hubungan pertemanan antara Dengkul dengan Gundul hancur??? Silahkan anda menjawab sendiri.

—————————————————————

          Ada juga mereka yang mengirim undangan lewat sms menyamarkan maksud tujuannya dan jika ditanya maka jawabanya akan berbelit belit layaknya seekor belut. Berikut petikan sebuah sms dari seorang teman yang hampir menjadi korban jebakan :

 

Ngatino : Helo Boz, gimana kabarnya nih?? Ini gue, Ngatino.

Wagino : Baik.. lu gimana kabarnya?

Ngatino : Baik juga. Oh ya boz Hari Minggu pagi besok ada acara gak?

Wagino : Wah kebetulan hari Minggu gak ada acara. Lagi nyante di rumah nih, emang ada apa nih kok nanya kesibukan gua?

Ngatino : Hehe gak kok. Gua mau ngajak boz ke acara seminar bisnis.

Wagino : Seminar apa?

Ngatino : Pokoknya bagus banget deh… kudu dateng.

Wagino : Ya seminarnya apa dulu. Sekarang banyak seminar yang gak jelas gitu.

Ngatino : Dijamin seminar nya gak ngaco deh.

Wagino : Ya apa dulu jenis seminarnya?

Ngatino : Kalo gua sebutin nama seminarnya, lu pasti bingung dan takjub. Mesti dateng langsung deh. Gak bakal nyesel. Gua jamin deh

Ngatino : Money back guarantee Boz. Harganya murah kok cuma 50rb. Yang ikut ribuan orang, bahkan si -gua lupa namanya- yang mantan penasehat presiden USA aja juga ikutan. Takutnya entar boz gak kebagian tiket ikut seminar.

Wagino : Sebenarnya bukan masalah uang, tapi waktu. Gua gak mau waktu gua sia-sia. Apalagi ikut seminar yang gak jelas juntrungannya? EO nya siapa?

Ngatino : Dijamin deh Boz pasti ok banget seminarnya. Jadi ada waktu nih ntar hari Minggu? Cuma dari  jam 9 pagi sampai jam 12 siang kok.

Wagino : Ya tapi gua perlu tau, seminar apaan? EO nya siapa? Ada brosurnya gak? Atau apalah?

Ngatino : ada boz

Wagino : Kalo gitu lu sms gua aja yang ada di brosur nama seminar dan EO nyasiapa?

 

Akhirnya, karena di genjet dan dipepet terus, maka ngaku jugalah si Ngatino untuk nyebutin nama seminarnya

 

Ngatino : Namanya V***** S******

—————————————————————–

 

Nah itulah sekelumit dari beberapa contoh prilaku pelaku MLM dalam menjebak undangan/prospek mereka ke dalam sebuah acara bisnis MLM. Memang jika dilihat sepintas ada rasa ketidakjujuran, namun memang begitulah mereka (pelaku MLM) dalam menjalankan aktivitasnya.

 

o        Memainkan Uang Member

Ada suatu kasus di Bandung pada tahun 2004 hingga masuk ke dalam suatu pengadilan, di mana pelaku MLM memainkan uang member yang mau bergabung dengan cara pola investasi dengan iming-iming tiap bulan mendapat sekian juta rupiah. Pola ini bisa disebut dengan istilah tembak posisi / peringkat atau fast track.

Pada akhirnya bisa ditebak, pola investai yang dilakukan pelaku MLM tersebut gagal total atau gagal bayar apa yang dijanjikannya. Selain itu banyak sekali kasus yang terjadi, seorang pelaku MLM membawa kabur uang postingan/pendaftaran member-membernya.

Harap untuk sangat waspada!!!

———————–

peringatan :

dilarang keras untuk mengcopy apalagi mengedit artikel ini tanpa persetujuan penulis.

Iklan