Tag

, , , , , ,

 

Bentuk-bentuk Money Game terbaru banyak sekali beredar belakangan ini. Sejumlah penawaran investasi yang menjamur saat ini juga layak dicurigai dan tak lebih merupakan investasi bodong atau money game yang modusnya hampir sama atau tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Apa saja itu?

 

Penawaran Program Investasi Keuangan

Di Program tersebut mereka (perusahaan) mengaku sebagai perusahaan manajer investasi atau futures yang sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Perusahaan ini mengaku bekerja sama dengan perusahaan manajer investasi atau futures, dan/atau oleh perusahaan futures, tetapi mentransfer dana investornya untuk kepentingan money game.

Contoh kasus seperti PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI) yang terafiliasi dengan PT Sarana Perdana Berjangka (SPB). PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI) mengumpulkan dana masyarakat dengan menerbitkan promissory notes dan diinvestasikan ke instrumen keuangan, seperti mata uang asing, dengan imbal hasil 3%–4% per bulan, jangka investasi 3–6 bulan, dan setoran minimal Rp100 juta. Namun, perusahaan ini kemudian gagal memenuhi janjinya kepada para nasabahnya dan dana dari puluhan ribu investornya senilai Rp 2,1 triliun pun tak bisa kembali. Selain kasus PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI), ada sejumlah kasus serupa, seperti pada PT Piranti Jaya Futures, PT Total Asia Futures, Platinum Investment, PT Dea U Trade Futures, dan kasus PT. Gama Smart Karya Utama.

 

Penawaran Program Investasi Oleh Perusahaan atau Orang Yang Mengaku Sebagai Agen Produk Investasi Internasional

Ini dia nih yang membuat heboh seluruh jagat raya Indonesia sejak kasus Probest Internasional dan Promail. Yak betul sekali, kasus PT. WBG (Wahana Bersama Globalindo). PT. WBG (Wahana Bersama Globalindo) mengaku sebagai agen produk investasi Dressel Investment Ltd. Perusahaan ini menawarkan dua produk reksadana dengan imbal hasil 24% per tahun (dibayarkan 2% per bulan) dengan setoran minimum US$5.000, dan 28% per tahun (dibayarkan 7% per tiga bulan) dengan setoran minimum US$10.000. Kini, aliran imbal hasil dari PT. WBG (Wahana Bersama Globalindo) macet dan dana investasi senilai Rp. 3,5 triliun dari 10.000-an investornya pun tak bisa dipertanggungjawabkan.

Gila sekali ya, uang sebesar Rp. 3,5 triliun menguap begitu saja. Kok ya gak sadar-sadar to nih orang (yang ketipu)!!! Coba bayangkan apa jadinya jika dana Rp.3,5 triliun tadi digunakan untuk membantu usaha kecil menengah, orang-orang miskin, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dsb. Lebih bermanfaat dan membantu bangsa kita ini to?

 

Fenomena HYIP (High Yield Investment Programe)