Tag

, , ,

Ini adalah lanjutan dari perbincangan saya dengan rekan saya yang sudah tidak aktif lagi di bisnis MLM dengan alasan klasik yaitu CAPEK. Pernah dia curhat ke saya, mengenai betapa susahnya memperoleh apa yang di namakan reward atau hadiah. Salah satunya reward mobil mewah.

Ternyata tidak gampang juga, tidak segampang sewaktu rekan saya ini di presentasikan untuk pertama kalinya bisnis MLM. “Rasanya semua nya gampang dan mudah”, begitu kata rekan saya tadi mulai berkeluh kesah. Dan saya bisa menebak, ternyata tidak segampang apa yang dia pikirkan.

Sambil menghisap rokok dalam dalam dan menghembuskan keluar, rekan saya ini mengatakan, “Padahal, gua berpatokan pada marketing plan loh, katanya kalau sudah peringkat ini dengan omzet grup total sekian milyar, dipastikan langsung dapat mobil mewah, ehhh ternyata malah ada syarat lagi toh!!! Bajinguk bajinguk”

Langsung saja saya menimpali lagi, “ loh kok gitu caranya!!, syaratnya apa lagi tuh? “

 

Selanjutnya rekan saya ini menjelaskan kepada saya syarat untuk memperoleh mobil mewah tersebut. Berikut penjelasannya : untuk mendapatkan reward luxury car ada syarat2 nya :

  1. Minimal peringkat tertentu
  2. Dan kemudian akan di lihat perkembangan omset selama 6 bulan ber turut2
  3. Di lihat Kedalaman Jaringan (TGS dan Current Achievement)
  4. Di lihat Kelebaran Jaringan (Side Volume dan Keseimbangan / Balance Jaringan)
  5. Loyalitas (dinilai perusahaan dan perkumpulan para leader)

 

Syarat target omzet Current Achievement:

         Minimum US$ 1,400,000 (± Rp. 14 Milyar setahun atau ± Rp. 1,25 Milyar / bln)

 

Syarat target omzet Side Volume (di luar kaki anda yang aktif) :

         Minimum US$ 150,000. (± Rp 1,5 Milyar setahun atau Rp. 125jt/bln)

 

 

“mak, gede banget target omzetnya!! Gak salah tuh??” begitu kata saya, serasa tidak percaya atas apa yang dia jelaskan.

 

Rekan saya menjawab : “Yup betul. Memang gini syaratnya. Ini penjelasan dari upline gua yang sudah kena target begini. Up line gua aja bingung, mampu apa kagak. Nah upline gua aja bingung apalagi gua sebagai downline”.

 

“Trus kalau terget gak masuk gimana donk”, tanya saya

Sambil menyalakan rokok, dengan cepat dia menjawab, “ya, kata upline gua sih entar bisa diatur gitu. Istilahnya pake sistem kredit alias jaminan bonus dari perkembangan omzet grup ke depannya”

“Kalau jaringannya stuck (mati) gimana?”, balas saya.

“ya, gak tau deh. Pokoknya urusannya ama leader yang diatas aja” rekan saya sudah kelihatan pesimis.

“berarti reward mobil sebenarnya gak gratis donk?”

dengan cuek dia menjawab, “masa bodo lah”

Iklan