Tag

, , ,

Suatu ketika saya pernah diajukan suatu pertanyaan oleh seorang teman akrab saya sembari minum kopi di sebuah kafe, pertanyaan teman saya ini sungguh menarik dan perlu dijawab dengan berbagai sudut pandang yang bermacam-macam. Pertanyaannya adalah “Bisnis MLM sebenarnya bisa jenuh gak sih?” kalau kata seorang motivator Pak Mario Teguh pasti langsung dijawab “Wow sungguh pertanyaan yang sangat super sekali”.

Memang butuh waktu berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kalau menurut bung anthony steven pernah menjelaskan dengan hitungan matematikanya. Namun saya berusaha menjelaskan dari sudut pandang lain yang bisa menjawab pertanyaan teman saya itu.

Sama halnya kalau anda ditanya sama seseorang seperti ini “bisnis makanan bisa jenuh gak ya? Yang pasti anda akan langsung menjawab :

          “Ya enggaklah, selagi orang butuh makan maka bisnis makanan akan terus ada dan menarik”

          “ Tergantung makanan apa yang kamu jual”

          “Tergantung bisnis yang kamu masuki kelas restoran atau kelas kaki lima

Dan sebagainya

 

Bisnis MLM telah berlangsung dari tahun 1980 an hingga saat ini. Kurang lebih telah tumbuh dan berkembang di Indonesia selama 28 tahun. Perusahaan MLM yang masuk dan keluar terus silih berganti dari tahun ke tahun dari yang benar-benar perusahaan DS/MLM maupun yang Money Game. Jadi jangan heran jika bisnis DS/MLM mengalami Evolusi seperti menjadi bisnis Money Game. Serupa tapi tak sama. Ada beberapa perusahaan MLM antara 1980 an – 1990 an masih eksis hingga sekarang namun ada juga yang sudah gulung tikar. Seperti :

Yang masih eksis :

          CNI

          Amway

          Oriflame

          Shopie Martin

          Cosway

          Herbalife

Yang sudah gulung tikar :

          AVON

          MATOLINDO

          FOREVER YOUNG

 

Perusahaan MLM CNI, AMWAY, dan Oriflame masih eksis hingga sekarang. Walaupun sudah tidak se-greget di awal-awal perkembangan bisnisnya. Apa yang menjadi penyebabnya? Penyebabnya tentu bermacam-macam, seperti :

1.      Persaingan sesama perusahaan MLM.

Kira-kira ada berapa banyak perusahaan MLM yang memiliki produk suplement food? Berapa banyak perusahaan MLM yang memiliki produk skin care? Dan berapa banyak perusahaan MLM yang memiliki produk fashion? Dunis bisnis adalah untuk menguasai kue ekonomi yang ada di masyarakat. Apa jadinya jika kue ekonomi ini diperebutkan oleh banyak perusahaan MLM yang memiliki produk sejenis? Tentu akan saling berbagi bukan. Nah di sinilah perusahaan MLM akan diuji sebenarnya. Ujian bisa dalam bentuk kualitas produk yang ditawarkan, program kompensasinya / marketing plannya bagaimana, apakah menguntungkan atau tidak, mudah dilaksanakan atau tidak, dan bagaimana pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh perusahaan MLM tersebut melalui support sistemnya.

2.      Kondisi internal perusahaan.

Kondisi suatu internal perusahaan MLM sangat berpengaruh terhadap visi dan misi yang mereka akan capai. Terjadi keretakan dikit saja bisa menyebabkan perusahaan tersebut akan goyah. Apalagi jika kondisi tersebut bocor hingga keluar dan diketahui oleh para member. Bisa berbahaya. Hal ini terbukti oleh perusahaan Forever Young Indonesia yang akhirnya tutup beroperasi dikarenakan kondisi internal perusahaan. Ingat perusahaan Forever Young tersebut telah beroperasi di Indonesia selama 18 tahun. Hal ini bisa dijadikan pembelajaran bahwa perusahaan yang telah beroperasi selama 18 tahun saja bisa tutup beroperasi, bagaimana dengan perusahaan yang baru seumur jagung 3 – 5 tahun. Klik di sini untuk atrikel pendukung.

3.      Kondisi para founder dan leader

Nah ini nih biang kerok paling utama kenapa banyak perusahaan MLM yang kondisinya kembang kempis, mati segan hidup tak mampu lagi. Seorang founder dan leader di dalam perusahaan MLM sangat memegang peran yang sangat vital. Ambil contoh kondisi CNI dan Amway saat ini, banyak para founder dan leader top amway dan CNI yang sudah hengkang entah kemana. Yang jelas mereka ini mencari penghidupan di tempat lain. Jika perusahaan menaruh harapan terlalu besar dari mereka ini, bisa dipastikan perusahaan tersebut akan mengalami omzet yang ngedrop bahkan bisa sampai tutup jika mereka ini pada hengkang. Bayangkan saja jika para founder dan leader ini hengkang, mereka ini bisa saja membawa jaringannya untuk turut serta pindah juga kan. Hengkangnya para founder dan leader ini bisa disebabkan masalah yang klasik, seperti tidak cocok lagi dengan manajemen perusahaan, bonus yang kecil, susah dalam menjalankan marketing plannya, produknya sudah tidak jaman lagi, dan ada perusahaan MLM lain yang lebih menarik dari segi finasial, bla bla bla.

Jangan heran jika ada perusahaan MLM baru, maka sang founder dan leader di perusahaan baru tersebut adalah orang-orang dari perusahaan MLM sebelumnya. Jadi ada istilah “ lu lagi lu lagi”

Silahkan baca artikel saya sebagai tambahan di sini

4.      Pelaku trauma menjalankan bisnis MLM

Trauma di sini bisa bermacam macam sebab, seperti kena tipu bisnis money game hingga menganggap bisnis MLM semua sama saja, tidak menjalankan bisnis MLM secara baik dan benar, di iming-imingi sesuatu oleh yang ngajak, diajak pindah ke MLM baru oleh leadernya hingga tidak jelas arah tujuan ngapain ikut bisnis MLM, perusahaan MLM nya tutup padahal peringkatnya sudah tinggi dan mendapat passive income. Atau mungkin takut bersaing dengan sesama pebisnis MLM dari perusahaan lain.

5.      Maraknya bisnis Money Game berkedok MLM

Silahkan baca artikel saya sebelumnya di sini

Faktor penyebab no 1, 2, 3, dan 5 adalah penyebab suatu perusahaan MLM bisa bangkrut, dicap jelek masyarakat, ditinggal membernya, yang selanjutnya bisa membuat bisnis MLM jenuh di pasar. Sedangkan faktor penyebab no 4 adalah akibat dari no 1, 2, 3, dan 5. pelaku MLM akan menjadi trauma dan kapok untuk menjalankan bisnis MLM. apapun jenis MLM-nya. Dari orang yang trauma dan kapok ini bisa menyebar citra buruk bisnis MLM ke banyak orang. Citra buruk suatu bisnis pasti akan menyebar dengan cepat.

Maka dari itu jenuhnya suatu bisnis MLM bisa terjadi jika pihak-pihak yang berkecimpung di dalam bisnis MLM tidak menjaga etika bisnis, nama baik, dan profesionalitas kerja. Ingat bisnis MLM adalah bisnis kepercayaan jangan sampai tercemarnya nama satu perusahaan MLM bisa mencemarkan bisnis MLM secara keseluruhan. Ibarat pepatah “gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga”

            Sanggupkah perusahaan-perusahaan MLM menjaga dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat yang sudah terlanjur sakit hati????