Para setiap proses perekrutan, para MLM-ers sering kali lebih mempromosikan kemungkinan untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat, mudah, daripada mempromosikan kehandalan produk yang dijual. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa promosi yang dilakukan lebih menggarap sisi materialisme dan keserakahan seseorang daripada memberi pengetahuan tentang produk yang ada. Anda bisa mengambil sembarangan brosur perusahaan MLM apapun itu namanya dan anda akan menemukan kampanye yang nyata dari materialisme dan keserakahan.
Biasanya, mereka menawarkan impian untuk mempunyai rumah mewah, mobil mewah, kapal pribadi. Hal ini kelihatannya tidak ada hubungannya dengan MLM, tetapi hampir semua brosur MLM menawarkan hal yang seperti ini. Kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa hampir semua perusahaan MLM akan mempromosikan produk mereka dengan cara menjual mimpi yang penuh dengan materialisme dan keserakahan.
Sering kali perusahaan MLM dan suppor sistem-nya akan menggunakan istilah kebersamaan di dalam mencapai sukses bersama. Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah semua orang yang ada di level atas / upline/upline leader/ top leader berfikir tentang kesuksesan orang-orang yang ada dibawah mereka? Ataukah mereka hanya berfikir tentang kesuksesan orang-orang yang levelnya berada di bawah mereka. Tentunya tidak bukan?
Mau di bawa ke mana bisnis MLM ini sebenarnya?

Iklan