Tag

, , , , , ,

Belajarlah menjual produk terlebih dahulu kalau mau berbisnis MLM yang baik dan benar, kuasailah product knowledge dengan fasih, kalau anda berkecimpung di bisnis MLM dengan produk kesehatan, kuasailah jenis produknya yang menurut leader anda best seller, pahami betul manfaat, komposisi kandungannya, dan cara mengkonsumsi produk itu. Terlebih lagi jika produk MLM yang anda jalankan memiliki track record penyembuhan yang benar-benar tebukti secara medis, ada testimoni dari pengguna produk tersebut dan orang yang memberikan testimoni masih ada dan bisa dipertanggung jawabkan, diakui oleh pihak kedokteran yang bisa dipertanggung jawabkan, memiliki ijin DepKes, Badan POM, FDA, dan standar kesehatan lainnya, ada masa berlakunya (kadaluarsanya), memiliki sebuah buku panduan lengkap mengenai produk tersebut.

Selain itu jangan asal langsung memberikan produk tersebut kepada calon konsumen, tanyakan apakah dia memiliki penyakit (khusus produk kesehatan dan suplemen), sudah periksa ke dokter atau belum, kalaupun sudah, tanyakan bagaimana keterangan dari si dokter, apakah masih mengkonsumsi obat dokter hingga sekarang atau tidak, dan bagaimana hasilnya.

Hal lain yang boleh saya sampaikan ke anda adalah pelajarilah penyakit yang biasa diderita orang, misal seperti diabetes, darah tinggi, darah rendah, asam urat, stroke ringan hingga berat, jangan yang dikuasai hanya PusKesMas (Pusing Keseleo Masuk angin).

 

 

 

Contoh, jika anda menemukan seseorang yang anda prospek dan dia terkena penyakit diabetes misalnya, tanyakan apa penyebab dia kena diabetes, kebiasaan konsumsi makananan seperti apa yang sering dilakukan, mulai kapan terkena diabetes, apa yang telah dilakukan dalam proses penyembuhan diabetesnya, apakah mengkonsumsi obat dari dokter, jenis obat apa yang dikonsumsi, apakah sudah sampai pada tarah penyuntikan insulin, bla bla bla. Harap diingat bahwa diabetes itu ada 2 penyebabnya yaitu karena pola makan yang salah sehingga menggangu fungsi dari kelenjar pankreas (ini disebut  dengan diabetes tipe A) dan apakah karena diabetes tersebut diakibatkan oleh faktor keturunan (ini disebut dengan diabetes tipe B).

 

 

Jika anda bisa secara fasih menjelaskan mengapa si calon konsumen / prospekan anda tersebut bisa terkena penyakit itu dan bagaimana proses terjadi serta proses penyembuhannya. Dengan begitu calon konsumen anda menjadi lebih percaya kepada anda dan produk yang ditawarkan dan terciptalah suatu bentuk transaksi penjualan produk yang menarik.

Apa yang terjadi di lapangan malah sebaliknya dan sungguh mengenaskan, para MLM mers (lebih tepatnya MLM mers yang sok tahu dan sering absen waktu training produk) tidak memiliki penguasaan produk yang bagus alias sangat minim, akibatnya mereka hanya menjelaskan fungsi produk, cara pemakaian dan harganya, mereka lupa menjelaskan manfaat, komposisi, dan track record produk, maupun asal usul mengapa bisa menderita penyakit ini dan itu.

Akibat penguasaan yang minim tadi menjadikan para distributor MLM menjadi dokter-dokteran (profesi dadakan para MLM mers atau biasa disebut tukang obat keliling kampung) melebihi sang dokter asli berijasah. Ingat nyawa konsumen juga ada di tangan anda. Dan tidak sedikit yang menjadi korban akibat ulah para distributor MLM yang bertidak sebagai dokter gadungan.

Itulah mengapa banyak para distributor MLM yang kurang memahami hal ini sehingga menjadi dokter dadakan (dokter-dokteran) yang tahu segala jenis penangkal/penyembuh suatu penyakit layaknya DUKUN CABUL. Penting sekali jika di dalam perusahaan MLM tersebut memiliki seorang dokter khusus yang entah disewa atau dipekerjakan di dalam organisasi perusahaan MLM untuk menjelaskan produk yang dimiliki perusahan MLM tersebut kepada membernya melalui sebuah training/pelatihan secara berkesinambungan. Kejadian yang dialami oleh ayah saya mungkin pernah dialami oleh anda atau pernah dapat cerita dari teman atau kerabat/saudara anda.

Menekankan pelatihan/training mengenai produk kesehatan maupun produk jenis lainnya sangat penting dan itu merupakan nyawa dan kalau boleh saya bilang itu adalah jantungnya dari bisnis MLM, jika tidak maka jantung tersebut akan berhenti dan mati. Berdasarkan pengalaman saya berbisnis MLM, memang ada pelatihan mengenai produk knowledge, namun training product knowledge baru sebatas mengenai manfaat dan hasil jika mengkonsumsinya saja, layaknya menghapal mau ujian esok harinya.

Saya tidak pernah maniak pada satu perusahaan MLM pun, yang saya maniakkan adalah ilmu atau pengetahuannya berupa pendidikan terutama sekali mengenai product knowledge. Sewaktu saya sudah tidak lagi berbisnis MLM, pernah saya diundang ke acara MLM baru (sekarang sudah terdaftar sebagai anggota APLI) waktu itu oleh teman saya, dan saya pun datang mengikuti acara presentasinya.

Yang membuat saya heran adalah pada acara presentasi tersebut full membicarakan mengenai produk saja dan yang berbicara adalah seorang pakar kesehatan yang bergelar PhD di bidang kesehatan yang disewa oleh perusahaan tersebut, dan itu bukan acara training dan tidak ada presentasi mengenai marketing plan (bisnis). Dan saya begitu tercengang ternyata apa yang saya tidak dapatkan di perusahaan MLM yang saya geluti dahulu ternyata di acara ini justru saya mendapat ilmu yang betul-betul sampai ke ’’tulang’’ bukan hanya sampai kulitnya saja.

Saking menariknya dan penasaran, saya kepincut untuk mencoba membeli produk tersebut untuk membuktikan kebenarannya, dan bukan hanya saya saja yang membeli, para undangan yang hadir tersebut juga banyak yang membeli langsung pada saat acara berakhir. Kalau dari segi harga memang mahal produk tersebut sekitar Rp. 400,000/botol isi 1 liter. Ternyata memang enak dan terbukti kasiatnya seperti apa yang diomongkan oleh si pakar tadi, ada jaminan kualitas produk, jaminan uang kembali jika tidak puas atau tidak terbukti (ini yang sering kali dilupakan oleh perusahaan MLM pada umumnya). Istilah orang jawa berbisnis adalah “ono rego ono rupo” artinya ada harga ada kualitas.

Sudahkah anda menguasai produk MLM yang anda jalankan????