BUKU BUKU MLM

Tag

, , , , ,

Buku merupakan sebuah media penunjang bagi seorang MLM-ers dalam menjalankan bisnis MLM nya. Di pasaran banyak buku buku MLM yang beredar baik itu ditulis oleh penulis lokal maupun oleh penulis luar. Beragam judul maupun isi yang ditulis dari hal : apa itu MLM, sejarah bisnis MLM, bagaimana menjalankan bisnis MLM, hal-hal yang perlu dihindari dalam menjalankan bisnis MLM, kasus-kasus penipuan di bisnis MLM, bagaimana menjadi seorang MLM-ers yang dasyat, perbedaan MLM dengan Direct Selling, rahasia di balik bisnis MLM, mengulas beberapa perusahaan MLM, dan lain sebagainya.

            Bagaimana dengan harga buku-buku MLM tersebut? Sangat variatif, dari yang harganya Rp. 20,000 an hingga yang harganya Rp. 50,000 ke atas. Dari yang isinya garing hingga yang berbobot dan menarik.

            Berikut beberapa buku buku MLM yang pernah terbit dan mendapat sambutan yang bagus dari para MLM-ers :

mlm-1

mlm-2

 

suksesalaaagymbw31

menjadi-mlmers-dashyat

 mlm-plus

secret-book-of-mlm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nah ini dia buku wajib karangan Kiyosaki bagi para MLM ers :

business-school

 rdpd

Para penulis buku-buku MLM cenderung menerbitkan bukunya dikarenakan beberapa sebab, seperti :

          penulis memang concern terhadap apa yang ditulis dan berniat mengulas bisnis MLM dari sisi yang beragam dan tidak memihak atau mendapat paksaan dari salah satu pihak manapun.

          Penulis dibayar oleh pihak atau perusahaan MLM tertentu untuk mengulas perusahaan dan kesuksesan distributornya.

          Penulis hanya sekedar mencari duit tambahan saja. Sukur-sukur bukunya laku keras.

          Pasar yang jelas (banyak pelaku MLM yang rakus akan informasi).

 

Maka tidak mengherankan bila penulis buku buku MLM memegang peranan penting baik itu memberikan citra positif dunia bisnis MLM di mata masyarakat , MLM ers,  maupun bagi kemajuan keuangan sang penulis buku.

Tak mengherankan pula jika banyak MLM ers yang cenderung terjebak dan menyalah artikan isi dari buku-buku MLM yang pernah dia baca .Yang ada malah para MLM ers cenderung melanggar apa yang dinamakan etika bisnis dalam berbisnis MLM, seperti :

          sering melakukan penipuan kepada membernya maupun kepada publik

          sering melakukan kebohongan dan manipulasi data

          suka menjebak prospekan dalam mengundang

          melakukan iming-iming dalam presentasi

          terlalu over dalam berpikir positif

          mencela pekerjaan orang lain

          mencela bisnis orang lain

          suka menjadi dokter-dokteran / alias dokter gadungan

          suka mencuci otak membernya

          melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual

          merasa dia, perusahaan, dan support sistemnya lah yang paling benar

 

Saya tidak pernah menemukan suatu pernyataan dari buku-buku MLM yang pernah saya baca yang mengatakan bahwa ikut MLM pasti jadi KAYA RAYA, punya UANG melimpah, MOBIL MEWAH, dan sebagainya.

Perlu diingat bahwa bisnis MLM hanyalah salah satu bisnis yang bisa anda pilih dari sekian banyak bisnis yang ada. Bukan satu satunya bisnis yang WAJIB anda jalankan.

            Apa pendapat anda mengenai buku-buku MLM yang selama ini pernah anda baca??

PRODUCT KNOWLEDGE

Tag

, , , , , ,

Belajarlah menjual produk terlebih dahulu kalau mau berbisnis MLM yang baik dan benar, kuasailah product knowledge dengan fasih, kalau anda berkecimpung di bisnis MLM dengan produk kesehatan, kuasailah jenis produknya yang menurut leader anda best seller, pahami betul manfaat, komposisi kandungannya, dan cara mengkonsumsi produk itu. Terlebih lagi jika produk MLM yang anda jalankan memiliki track record penyembuhan yang benar-benar tebukti secara medis, ada testimoni dari pengguna produk tersebut dan orang yang memberikan testimoni masih ada dan bisa dipertanggung jawabkan, diakui oleh pihak kedokteran yang bisa dipertanggung jawabkan, memiliki ijin DepKes, Badan POM, FDA, dan standar kesehatan lainnya, ada masa berlakunya (kadaluarsanya), memiliki sebuah buku panduan lengkap mengenai produk tersebut.

Selain itu jangan asal langsung memberikan produk tersebut kepada calon konsumen, tanyakan apakah dia memiliki penyakit (khusus produk kesehatan dan suplemen), sudah periksa ke dokter atau belum, kalaupun sudah, tanyakan bagaimana keterangan dari si dokter, apakah masih mengkonsumsi obat dokter hingga sekarang atau tidak, dan bagaimana hasilnya.

Baca lebih lanjut

MATRE DAN KEMARUK (SERAKAH)

Para setiap proses perekrutan, para MLM-ers sering kali lebih mempromosikan kemungkinan untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat, mudah, daripada mempromosikan kehandalan produk yang dijual. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa promosi yang dilakukan lebih menggarap sisi materialisme dan keserakahan seseorang daripada memberi pengetahuan tentang produk yang ada. Anda bisa mengambil sembarangan brosur perusahaan MLM apapun itu namanya dan anda akan menemukan kampanye yang nyata dari materialisme dan keserakahan.
Biasanya, mereka menawarkan impian untuk mempunyai rumah mewah, mobil mewah, kapal pribadi. Hal ini kelihatannya tidak ada hubungannya dengan MLM, tetapi hampir semua brosur MLM menawarkan hal yang seperti ini. Kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa hampir semua perusahaan MLM akan mempromosikan produk mereka dengan cara menjual mimpi yang penuh dengan materialisme dan keserakahan.
Sering kali perusahaan MLM dan suppor sistem-nya akan menggunakan istilah kebersamaan di dalam mencapai sukses bersama. Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah semua orang yang ada di level atas / upline/upline leader/ top leader berfikir tentang kesuksesan orang-orang yang ada dibawah mereka? Ataukah mereka hanya berfikir tentang kesuksesan orang-orang yang levelnya berada di bawah mereka. Tentunya tidak bukan?
Mau di bawa ke mana bisnis MLM ini sebenarnya?

ADA MAFIA DI BALIK BISNIS MONEY GAME

Tindak kejahatan penipuan yang dilakukan oleh perusahaan money game dan skema piramid di samping merugikan nasabahnya juga disinyalir telah merugikan negara dalam bentuk penghindaran pajak dan pelarian devisa ke luar negeri (sebut saja Probest International Indonesia disinyalir merupakan kaki tangan dari jaringan mafia international yang digerakkan dari Taiwan, China dan Hongkong, yaitu Probest Investment Corp (Probest International Trading) dan PT. WBG.
Sampai saat ini saja gerombolan mafia tersebut masih saja berkeliaran dan mencari mangsanya di negara kita dengan pola yang hampir sama dengan mengubah nama perusahaan saja. Mafia di sini bukan hanya dilihat dari sisi pemilik saja, melainkan juga dari sisi para leader atau bisa disebut sebagai penggerak utama bisnis mafia si pemilik perusahaan. Nah para leader ini juga digerakkan oleh mafia leader yang menggerakkan para leader di setiap kota di Indonesia. Kalau kita nonton film God Father ada istilah “ bosnya para bos mafia”. Begitulah sistem dari mafia money game di Indonesia dan bahkan di dunia.
Saya tahu siapa saja yang disebut mafia leader atau para leader yang digerakan oleh mafia leader di Indonesia. Mereka hidupnya santai-santai saja, tiap hari kerjanya habisin uang, rumahnya bak istana, di garasi rumahnya berjubel mobil-mobil mewah sebagai bentuk hadiah dari pemilik perusahaan. Setiap ada presentasi perusahaan MLM baru pun saya selalu ketemu dengan mereka (mafia leader maupun leader-leader / pengikutnya) dengan janji ampuh yang sakti mandraguna, top markotop, dan gut marsogut diobral demi mendapatkan target omzet bagi perusahaan.
Melihat banyaknya kasus penipuan dan jatuhnya jumlah korban yang begitu banyaknya serta kerugian yang hampir triliyunan rupiah meluap begitu saja, perlu adanya usaha-usaha penyebaran informasi atas bahaya money game harus terus dilakukan dan ditingkatkan, dengan tingkat jangkauan yang semakin luas hingga ke kota-kota kecil dan daerah pedesaan.
Salah satu langkah yang perlu dirintis untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya money game dan skema piramid adalah dengan mulai menggandeng beberapa pihak seperti :
– Institusi pendidikan, sekolah-sekolah atau perguruan tinggi untuk ikut aktif membahas, meneliti, atau menyebarkan informasi mengenai bahaya money game dan skema piramid.
– APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)
– BAPEPAM – LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
– BAPPEBTI ( Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)
– Pihak kepolisian
– Badan POM dan Departemen Kesehatan
– YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)
– Departemen Perindustrian dan Perdagangan
– Media cetak dan elektronik

Selama ini yang terjadi justru ironis sekali, yang mana banyak institusi pendidikan yang malah menjadi tempat berkembangnya money game dan skema piramid, seperti kasus PT. Pohon Mas Mapan Sejahtera di Malang dan Surabaya. Ini harus dicegah dan dibalikkan kondisinya, yaitu institusi pendidikan harus menjadi tempat utama untuk memerangi program penipuan ini.
Semoga saja, kita semua semakin sadar dan dewasa bahwa menjadi kaya secara materi tidak dapat dicapai secara instan, diperlukan kerja keras, komitmen tinggi, dan tentu saja jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan jalan yang benar. Jangan sampai anda juga ikut memperpanjang daftar jumlah korban berikutnya.
Tetaplah waras di jaman yang semakin tidak waras ini.

Siapkan Mental Sebelum Bertanding

Tag

, , , ,

Masuk ke dalam dunia bisnis, apapun jenisnya, pastinya anda harus menyiapkan mental yang kuat untuk menghadapi sebuah resiko gagal maupun sukses. Sama halnya jika anda memutuskan untuk menggeluti bisnis MLM. Tidak hanya bermodalkan uang, impian, daftar nama, melainkan mental anda juga perlu diperhatikan.

Apa yang akan terjadi jika ternyata mental anda tidaklah kuat dalam menjalankan bisnis MLM? yang pasti anda akan keluar dan menjalankan bisnis atau mencari kerja yang anda dambakan sebelum anda memutuskan untuk berbisnis MLM. bukankah begitu?

Tidak ada yang dinamakan untung dan rugi di bisnis MLM. Jika anda gagal di bisnis MLM anda tidak akan mengalami kebangkrutan atau langsung jatuh miskin. Jika anda berhasil menjalankan bisnis MLM maka nasib anda akan berubah,

Di bisnis MLM, bisanya proses pembelajaran dilakukan sedikitnya selama setahun. Selama itu pelaku bisnis ini dididik bagaimana cara meraih kesuksesan, berkomunikasi yang baik, prinsip kepemimpinan, keahlian manajemen, membangun kerjasama tim dan lain-lain. Berbekal semua itu diharapkan pelaku bisnis MLM bisa menjadi leader yang mampu menduplikasikan dirinya kepada segenap downline di jaringannya, serta dapat merasakan rintangan-rintangan yang dihadapinya.

Di masa-masa training, para MLM-ers ini langsung disodorkan pada praktek kehidupan nyata. Misalnya, melakukan kesalahan, menghadapi ketakutan, lalu belajar dari kesalahan, memperbaiki dan mengulangi prosesnya. Menurut Kiyosaki, sebagai sekolah kehidupan nyata, perusahaan MLM yang sistem pendidikannya bagus bisa dijadikan program pengembangan pribadi jangka pendek terbaik.  ingat “jangka pendek” loh.

Namun sekali lagi perlu diingat bahwa mental masing-masing pelaku MLM adalah berbeda-beda. Ada yang kuat dan tahan menghadapi kehidupan nyata di dunia bisnis MLM tetapi di sisi lain ada juga yang merasa tidak kuat, tidak tahan lagi, atau merasa ini bukan jalan saya meraih sukses, dan sebagainya.

Memang tidak dapat dipungkiri jika kekuatan mental seseorang dalam menjalankan bisnis MLM sangat dipengaruhi oleh berbagai tantangan yang biasanya paling banyak dipengaruhi dari :

          Keluarga

Pelaku bisnis MLM yang pernah saya temui kebanyakan dari kalangan muda seperti mahasiswa. Banyak dari mereka mulai memberanikan diri untuk terjun ke dalam bisnis MLM. Tak jarang dari mereka yang melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Tak heran jika jadwal kuliah mereka amburadul, banyak ijin, mbolos, tidak mengikuti ujian, cuti semester, yang intinya tidak fokus dalam menjalankan aktifitas kuliah. Maka dari itu banyak pelaku yang kebanyakan dari mahasiswa ini yang kemudian mengalami gagal kuliah seperti terkena sangsi dari pihak universitas dan kena DO (Drop Out).

Di sinilah mental si mahasiswa ini diuji, apakah lulus kuliah menjadi priorita snya, menjalankan bisnis MLM kah, atau dijalankan kedua-duanya dengan konsekuensi akan tidak fokus di salah satu bidang. Selain hal milih memilih tadi, hal lain yang tak kalah mempengaruhi adalah datang dari pihak keluarga dalam hal ini adalah oang tua. Terkadang bagi mereka keluarga bisa menjadi batu sandungan dalam menjalankan bisnisnya, yang mana tiap harinya akan dikejar-kejar target dari orang tua untuk menyelesaikan kuliah secepat mungkin. Bagi yang masih mahasiswa akan tahu maksud saya ini.

          Waktu Tersita Dengan Kegiatan MLM

Memang benar jika bisnis MLM tidaklah menyita banyak waktu, tetapi itu hanya teori saja. Kejadian sebenarnya di lapangan membuktikan hal yang lain dari pada teori yang diusung “tidak banyak menyita banyak waktu”. Sangat sulit jika menjalankan bisnis MLM selama 2 jam sehari misalnya. Padahal untuk memprospek seseorang saja bisa membutuhkan waktu lebih dari 2 jam. Bahkan ada yang mengatakan menjalankan bisnis MLM tuh harus full time dan tidak bisa setengah-setengah alias harus benar-benar fokus.

Pada awal menjalankan bisnis MLM memang begitu semangatnya, mengikuti training, acara presentasi, prospek sana prospek sini dilakukan tiap hari. Apa mau dikata jika menjalankan bisnis MLM harus mengorbankan kesenangan kita. Seperti yang dulunya tiap sore bisa nongkrong ama teman di café, nonton tv, main game, berkumpul bersama keluarga, anak,  terpaksa harus diganti dengan kegiatan MLM. Waktu yang tersita akibat kegiatan bisnis MLM bisa juga sebagai tantangan mental, semuanya tergantung bagaimana masing-masing pribadi dapat mengelola waktunya. Walaupun time is money tapi di sisi lain waktu adalah saat untuk santai.

          Disindir Teman

Teman bisa menjadi kawan dan bisa juga menjadi lawan, atau bisa juga menjadi dua-duanya. Tebakan saya kali ini pasti akan membuat anda akan menganggukan kepala. Apakah selama menjalankan bisnis MLM membuat anda dijauhi oleh teman anda, teman sekantor anda, teman sekuliah anda, pacar anda?

Pernahkah anda mengalami gurauan dari teman anda seperti ini : “Awas ada si anu, entar diprospek loh!”, “Pokoknya jangan ajak si anu, entar di sana malah ganggu acara kita”, “ Katanya bisnis MLM kok masih pake motor?”

Sindiran halus maupun sindiran yang kasar bisa jadi menyebabkan mental anda down yang berakhir dengan chek out dari bisnis MLM. Sejatinya jika anda memang berbisnis MLM bisa menjaga hubungan baik dengan teman anda atau siapa saja di manapun anda berada. Sekali lagi, semuanya tergantung dari anda bagaimana menjalankan bisnis MLM. Bisa menjaga suatu hubungan dengan seseorang adalah seorang MLM sejati.

          Cibiran dari Prospekkan

Nah ini yang paling banyak bisa membuat sesorang down atau nyerah menjalankan bisnis MLM, yaitu sewaktu memprospek seseorang entah itu teman, keluarga, atau orang tak dikenal. Jika mental anda tidak benar-benar kuat maka lenyaplah anda. Memprospek orang adalah kunci dari berbisnis MLM, maka perlu sebuah persiapan matang dalam menghadapi orang yang akan diprospek. Jangan sampai terjadi debat kusir yang berkepanjangan, menyindir satu sama lain, bahkan jangan sampai terjadi baku hantam.

Apalagi jika si prospekan adalah seorang MLM-ers di perusahaan MLM lain, wah bisa berabe bukan? pernahkah anda mengalami debat kusir dengan MLM-ers lain yang juga target prospek anda?

          Persaingan Dengan MLM-ers Lain

Dalam bisnis apapun akan menjadi hambar jika tidak ada pesaing. Pesaing di bisnis MLM adalah sesama MLM-ers namun beda perusahaan MLM yang dianutnya. Pastinya jika anda MLM-ers pernah mengalami persaingan dengan pelaku MLM lain dalam memprospek seseorang. Inilah saatnya anda untuk meningkatkan kualitas anda dalam berbisnis MLM. Ingat di manapun juga pesaing bisa sebagai suatu ganjalan bagi perkembangan bisnis anda tapi juga bisa sebagai pemicu semangat anda untuk terus, terus, dan terus meningkatkan nilai tambah di dalam diri anda. Apa yang mesti ditingkatkan dari diri anda, tak lain dan tak bukan adalah meningkatkan seni komunikasi anda, kepribadian anda, otak anda, cara berpikir anda, dan sebagainya.

 

Pernah saya melihat dan mendengar terjadi begitu sengitnya perdebatan yang terjadi baik si MLM-ers yang memprospek dan orang yang diprospek. Biasanya perdebatan di mulai dari tidak setujunya salah satu pihak atas pendapat yang diberikan entah dari si pemprospek maupun yang diprospek. Perdebatan yang sering terjadi adalah ketidaksetujuan atas bisnis MLM yang ditawarkan, cara memprospek yang kurang berkenan di hadapan sang prospek, mengundang atau mengajak yang terkesan menipu atau menjebak sang prospek, hal semacam inilah yang hendaknya bisa di minimalisir jika para MLM-ers sudah siap secara mental dalam menghadapi sang prospek, agar perdebatan tidak terjadi.

Ada baiknya jika pelaku MLM menguasai medan terlebih dahulu, jangan hanya sruduk sana dan sruduk sini. Persis seperti yang saya alami sewaktu saya masih kuliah, ada seseorang pemuda yang tiba-tiba mengajak kenalan. Waktu itu saya lagi santai di sebuah kafe sambil menunggu pesanan minuman saya datang. Walau terkesan kaget dan agak waspada, saya pun agak kurang ngeh dengan orang tersebut. Terkesan pasti ada maunya. Setelah kenalan dan bla bla bla, mulailah dia beraksi dengan hal-hal yang biasa dilakukan pelaku MLM pada umumnya.

Tanpa saya minta, dia berceramah ngalor-ngidul bahwa kita harus punya impian. Impian besar disusun atas impian-impian kecil. Pemuda tadi bercerita bahwa dia berani keluar dari kuliahnya karena ingin mengejar impiannya. Dia juga ingin naik mobil mewah milik sendiri. Mbangun aset yang banyak. Ongkang-ongkang kaki di rumah menikmati harta yang melimpah! Pemuda ini terus saja mencerocos nggak genah sambil menceramahi saya.

            Pada titik tertentu langsung saja saya cut dengan mengatakan :”Maaf anda menjalankan bisnis MLM apa ya?” langsung saya orang ini agak sedikit tersentak kaget, dan diapun menjawab dengan agak sedikit segan :”Saya menjalankan bisnis MLM ********”. Saya langsung menjawab dengan enteng :”Ooooo ikut ******** to!”. Nah berikutnya terjadilah suatu komunikasi yang agak sedikit seru antara saya (S) dan si Pemuda (P) tersebut :

P : “loh anda sudah tahu to, anda sudah gabung?”

S : “ Ya, saya sudah bergabung kok jadi member doank, soalnya supaya dapat diskon produk aja”.

P : “Kenapa gak jalani aja bisnisnya? Kan lumayan dapat bonus dan selanjutnya bisa dapat reward?”

S : “Ah enggak, soalnya saya lagi sibuk nyusun skripsi, nanggung tinggal bab 3 dan 4 hampir selesai,  toh saya ikut jadi member hanya sebagai pengguna produk saja kok. Gak kurang dan gak lebih.”

P : “Oooo gitu….”

S : Ya sudah mas, terima kasih atas perkenalan yang ada maunya ini. Maaf saya mau sendiri dulu. Nih mau nggarap skripsi.

 

Sambil bersalaman tanda perpisahaan, pemuda ini meminta maaf kepada saya karena telah mengganggu waktu saya.

Kesan awal yang ada maunya pasti dibelakangnya ada apa-apa. Kenapa masih pake gaya lama. Apakah berkenalan dengan seseorang harus langsung di presentasikan sebuah bisnis!! Padahal baru kenalan. Semoga pengalaman saya waktu itu hanya saya saja yang mengalaminya.

Persaingan Di Zona Samudera Merah

Tag

, , , , , , ,

Perkembangan dunia bisnis MLM  sejak tahun 1980-an hingga saat ini semakin pesat perkembangannya. Coba anda lihat berapa jumlah perusahaan MLM yang sudah terdaftar sebagai anggota APLI berikut ini :

 

MEMBER ID

NAMA PERUSAHAAN

NAMA PRODUK

0002/06/93

PT. MATOLINDO PRIMANTARA

Matol

0003/06/93

PT. CITRA NUSA INSAN CEMERLANG

CNI

0005/06/93

PT. AMWAY INDONESIA

Amway

0008/06/93

PT. MULTICARE MITRA SEJAHTERA

Multicare

0011/06/93

PT. ORINDO ALAM AYU

Oriflame

0013/11/95

PT. VIVAMERINDO MITRA SEJAHTERA

Vivalife

0014/01/96

PT. TARA PRIMA MEGAH

Tara

0015/01/96

PT. BERJAYA COSWAY INDONESIA

Cosway

0016/05/96

PT. NUGRA ALOEVERINDO

Forever Living Product

0017/05/96

PT. IDENTIKA PRIMA INDONESIA

Identik

0025/09/98

PT. SOPHIE MARTIN INDONESIA

Sophie Martin

0027/11/98

PT. HERBALIFE INDONESIA

Herbalife

0028/11/98

PT. TIGARAKSA SATRIA TBK

Tigaraksa

0029/11/98

PT. SOLARAJA PERSADA JAYA

Prime & First New World

0031/12/98

PT. CAPRIASI MULTINASIONAL SEJAHTERA

Capriasi

0032/03/99

PT. KHARISMA GIZINDO PERKASA

New Image Internasional

0033/03/99

PT. KOMPAK INDOPOLA

Kompak

0035/09/99

PT. SUNRIDER NUSAPERDANA

Sunrider

0036/09/99

PT. NUSANTARA ORIENTAL PERMAI

NOP

0037/09/99

PT. DAEHSAN INDONESIA (DXN)

DXN

0038/02/00

PT. SINERGIPLA-SINDO DINAMIKA

Sinergiplasindo

0043/04/00

PT. HARMONI DINAMIK INDONESIA

High-Desert

0046/07/00

PT. TANGGUH SAKTI PONDASIMEGAH

Bracini

0047/07/00

PT. ULTRATREND BIOTECH INDONESIA

U-trend

0050/09/00

PT. ELKEN INT INDONESIA

Elken

0053/01/01

PT. KK. INDONESIA

KK

0056/07/01

PT. SURYA PAGODA MAS

Supamas

0057/07/01

PT. SINGA LANGIT JAYA/TIANSHI

Tianshi

0058/09/01

PT. NEW MODULE FARMA

Vitasqua

0061/09/01

PT. REVELL INDONESIA

Revell

0064/03/02

PT. IMMUNOTEC PROFARMASIA

Immunocal

0069/04/03

PT. K-LINK NUSANTARA

K-Link

0070/05/03

PT. SEHAT SUGIH SEJAHTERA

Triple-S

0071/06/03

PT. ZHULIAN INDONESIA

Zhulian

0073/07/03

PT. CITIDIRECT INTERINDO

Citidirect

0076/11/03

PT. RATU NUSANTARA

Ratu Nusantara

0080/06/04

PT. BIO-YOUNG INDONESIA

Bio Young

0081/07/04

PT. KOKOPELLI MULTINASIONAL INDONESIA

Kokopelly

0083/07/04

PT. ELITE MANDIRI ANUGRAH

Elite Club

0084/08/04

PT. WOOTEKH

Wootekh

0086/09/04

PT. LIFESTYLES INDONESIA

Lifestyles

0087/12/04

PT. CENTRAL JAVA DRINKING WATER

Oxy

0088/01/05

PT. DCHL INDONESIA

Lampe Berger

0089/03/05

PT. ECOCLEAN INTERNATIONAL INDONESIA

Eco Clean

0090/05/05

PT. ENESPI ALAM INDO

Synergy World Wide

0091/08/05

PT. GOODWAY NETWORK INTERNATIONAL

Goodway

0092/01/06

PT. GLOBAL HARAPAN TUNGGAL

GHT

0093/01/06

PT. PERFECT NUSANTARA

Perfect

0095/03/06

PT. NUSA SELARAS INDONESIA (NU SKIN)

Nu Skin

0096/03/06

PT. CAHAYA PRESTASI INDONESIA

Tupperware

0097/06/06

PT. ALLIANCE TEAMWORK MARKETING

ATM

0098/12/06

PT. NUTREND INTERNATIONAL

Nutrend

0099/03/07

PT. M-PLAN INDONESIA

M-Plan

0100/07/07

PT. KOPI KLASIK INDONESIA

Kopi Klasik

0101/08/07

PT. SUPREMASI INSAN PERKASA

Supreme

0102/09/07

PT. MERCY STAR INDONESIA

Mercy Star

0103/10/07

PT. SANKEN UNIVERSAL NETWORK

SUN

0104/10/07

PT. TAHITIAN NONI INDEPENDEN

TNI

0105/03/08

PT. BALOK EMAS WIDIDANA

Pandu

0106/04/08

PT. GLOBAL ERA MAS

TempoDirect

0108/07/08

PT. KEIZA INTERNATIONAL SENTOSA

Keiza

0109/09/08

PT.FRANCE VALEGE INTERNATIONAL

FVI

Sumber : www.apli.or.id

Jumlahnya ada sekitar 62 perusahaan yang saat ini masih aktif beroperasi, walaupun dalam perkembangannya ada juga perusahaan yang tutup/bangkrut entah karena tidak ada omzet lagi, adanya perselisihan antar managemen, bahkan ada juga perusahaan yang dikeluarkan dari anggota APLI karena masalah kode etik, seperti perusahaan MLM UFO misalnya, yang mana telah menimbulkan jumlah korban penipuan yang dilakukan membernya.

            Dari 62 perusahaan MLM tersebut, masing-masing memiliki keunikan dari sisi produk yang dijual, marketing plan, support sistem, dan strategi mereka dalam hal membuka dan mempertahankan pasar dari serangan atau persaingan dengan kompetitor lainnya.

            Mereka (62 perusahaan MLM) tentunya tidak hanya bersaing merebut pasar dengan sesama anggota APLI, coba hitung berapa jumlah perusahaan sejenis yang tidak tergabung dalam anggota APLI, entah perusahaan itu memiliki sistem binary maupun money game dan skema piramid, pastinya lebih banyak jumlah ketimbang anggota APLI. Menurut info yang saya dapat dari beberapa teman pelaku MLM dalam waktu 1 minggu muncul 5-8 jenis perusahaan MLM (baik itu binary, money game, maupun MLM murni), rata-rata perusahaan baru tersebut berasal dari Malaysia, China, Australia, USA, maupun dari Eropa. Tapi kebanyakan yang sering masuk ke Indonesia adalah perusahaan MLM dari negara Malaysia. Karena Malaysia adalah “Surganya MLM”.

            Bahkan di negara Malaysia sendiri, sering mengadakan sebuah kegiatan pameran perusahaan MLM (seperti halnya pameran komputer maupun pameran franchise) baik itu setahun bisa 2 kali dan bahkan bisa lebih.

            Rata-rata jumlah perusahaan MLM di Malaysia sangat banyak sekali, maklum saja Malaysia kan simbahnya MLM bagi negara kita, pengalaman Malaysia sudah selama 40 tahun lebih dalam me-manage bisnis MLM, sedangkan kita baru 30 tahun (selisih 10 tahun).

Wajar saja jika kita lihat perusahaan MLM yang ada di Malaysia lebih terlihat profesional, mapan, dan kesannya tidak main-main dalam membuka pasar di Indonesia (fokus mereka adalah pasar dunia bukan hanya lokal Malaysia saja). Karena ini adalah salah satu strategi dalam menghadapi kompetisi dengan para pesaing yang sudah sedemikian sangat ketat baik bersaing dengan perusahaan MLM Malaysia yang sedang membuka pasar di Indonesia maupun dengan perusahaan MLM Indonesia.

            Bagaimana degan perusahaan MLM lokal Indonesia, apakah sudah berorientasi ke pasar global atau masih di lingkup lokal saja?

Kita tunggu saja pada tahun 2009 nanti.

TIPE PELAKU MLM

Tag

, , , , , , , , , , ,

Tipe distributor/pelaku MLM banyak jenisnya, dan berdasarkan pengalaman, saya bagi menjadi 6, yaitu :

1.      Founder MLM

Founder MLM bisa diartikan sebagai penemu atau penggerak awal suatu perusahaan MLM yang masih baru. Harap diingat pula bahwa perusahaan MLM yang masih baru dalam arti belum di launch tapi para founder ini mulai bergerak merekrut anggota atau member.

Jadi, kalau anda pernah mengikuti acara launching suatu perusahaan MLM, baik itu soft maupun grand launching pastinya sudah ada begitu banyak member yang telah bergabung dan bahkan sudah ada beberapa founder yang telah memiliki peringkat tertinggi dan meraih beberapa reward yang diberikan oleh perusahaan MLM tersebut.

Para founder MLM ini diberikan sebuah fasilitas oleh perusahaan MLM-nya yang boleh dibilang sangat mewah, seperti fasilitas mobil mewah (terkadang fasilitas ini bisa juga gratis), biaya transportasi keluar kota, biaya pertemuan di suatu kota, pemberian persenan omzet dari jumlah member yang bergabung, dan terakhir adalah diberikan posisi atau peringkat awal, istilah orang MLM adalah 001.

Pemberian fasilitas yang mewah berbanding lurus target omzet yang diberikan oleh perusahaan. Jadi perusahaan tidak mau rugi juga kan jika fasilitas yang diberikan tidak berbanding lurus dengan omzet yang tercipta. Maka dari itu, perusahaan MLM yang baru tidak berani atau gambling dalam memilih para founder MLM-nya.

Para founder yang dipilih rata-rata memiliki pengalaman di bidang bisnis MLM dan memiliki track reord yang baik dan bagus, serta memiliki jaringan yang luas, kuat, dan loyal. tak ayal lagi jika perusahaan MLM baru bisa memilih dengan baik dan bagus para founder-nya maka bisa dipastikan perusahaan MLM tersebut akan cepat berkembang.

Jumlah founder yang direkrut oleh perusahaan MLM tergantung dari kebijakan perusahaan. Setelah pemilihan siapa yang pantas menjadi founder dan dapat memenuhi target yang diberikan perusahaan, maka perusahaan akan membagi suatu wilayah kerja serta sesuai asal daerah si founder, misalnya founder yang satu bertugas di wilayah Sumatera, founder yang lain di wilayah jawa, kalimantan, dan sulawesi.

2.      Leader MLM

Para founder yang telah dipilih tadi kemudian menjalankan bisnis MLM seperti biasanya, seperti merekrut member yang memiliki potensi sebagai seorang leader. Maka para founder ini mencari calon leader tersebut di beberapa perusahaan MLM lain dengan cara bajak membajak dengan memberikan keuntungan-keuntungan, misalnya posisi jaringan yang menarik, atau akan diberikan jaringan besar di bawahnya.

Leader MLM yang telah direkrut tadi juga menjalankan seperti layakanya member baru, namun tetap didukung oleh para founder tadi, meliputi support acara presentasi, training, dan pembentukan sebuah organisasi support system. Support system ini bisa dibentuk oleh perusahaan MLM maupun dibentuk oleh para founder MLM bersama para leader-leader pilihannya.

Bukan rahasia umum lagi jika para leader ini kebanyakan bukan dari pelaku MLM pemula alias yang baru terjun di dunia bisnis MLM, melainkan yang sudah berpengalaman di berbagai perusahaan MLM.

3.      Pedagang MLM

Di dalam suatu bisnis MLM dikenal dengan namanya pedagang MLM. namanya saja pedagang yang berarti banyak dagangan yang dijual bukan? nah pelaku MLM yang bertipe pedagang MLM ini memiliki keunikan. Kenapa kok memiliki keunikan, hal ini bisa anda lihat sewaktu pedagang MLM memprospek orang. Nah misalnya, pedagang MLM ini menawarkan bisnis MLM dengan produk supplemen food dan orang yang diprospek tidak tertarik dikarenakan harga produk tersebut mahal dan sulit dijual, maka pedagang MLM tersebut akan menawarkan bisnis MLM lain dengan produk seperti voucer hp, kredit kendaraan bermotor, alat penghemat BBM, dan sebagainya.

Intinya dari pedagang MLM adalah menjual produk yang cocok bagi calon konsumennya, bisa dikatakan sebagai supermarket berjalan dan bahasa gaulnya adalah “Lu minta apa aja, gua ada”. Sehingga jangan harap jika pedagang MLM ini bisa fokus pada satu jenis produk dalam menjalankan bisnis MLM-nya. Kata fokus adalah anti bagi dia.

4.      Pemain MLM

Julukan pemain MLM sama seperti pemain bola pada liga Inggris maupun liga Italia, sebab pemain bola ini akan pindah klub jika ada tawaran gaji lebih tinggi beserta fasilitas yang didapat. Nah kalau pemain MLM akan pindah ke MLM lain jika ada tawaran bonus lebih tinggi ketimbang MLM yang dulu, sistemnya mudah, produknya gampang dijual, dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan maupun leader MLM juga lebih oke.

Jadi yang termasuk dalam kategori pemain MLM bisa seorang Founder, Leader, maupun hanya sekedar member biasa yang tanpa adanya embel-embel apapun.

Pemain MLM ini hampir mirip dengan pedagang MLM, yang menjadi pembeda adalah : kalau pedagang MLM menyediakan produk jenis apapun dari berbagai MLM, sedangkan pemain MLM, jika pindah ke MLM lain maka dia tidak akan membawa masa lalu di MLM sebelumnya tetapi membawa hidup baru yaitu produk dan sistem baru.

Jenis pemain MLM ini secara apa yang pernah saya lihat dan temui secara tatap muka, adalah orang yang dikatakan tidak pernah sukses dalam hal finasial.

5.      Pengikut Alias Tukang Hura Hura dan Huru Hara

Seorang leader maupun pemain MLM pastinya memiliki pengikut yang ikut meramaikan bisnis MLM. Para pengikut ini tidak pernah mengambil pusing mengenai apakah ingin sukses maupun kaya secara finansial, yang penting ikut meramaikan bisnis MLM saja sudah merasa fun banget.

Pengikut jenis seperti ini bisa dipakai sebagai tukang hura hura dan huru hara di setiap acara presentasi mingguan maupun saat acara seminar besar. Boleh dibilang sebagai tukang sorak, cheerleader, maupun sebagai alat untuk menuh menuhin kursi undangan saja biar kelihatan penuh.

6.      Konsumen atau Pengguna Produk (User)

Salah satu sebab seseorang yang mengikuti bisnis MLM adalah agar mendapat produk dengan harga member atau distributor yaitu sebesar 15%-20% dari harga konsumen atau non member. Dengan demikian orang tersebut bisa dikatakan sebagai user atau pengguna produk.

Suatu jaringan bisnis MLM yang besar dan kuat adalah dengan didukung adanya konsumen atau pengguna produk. Sebab konsumenlah yang dapat menyumbang omzet bagi pemilik jaringan. Jadi rawatlah konsumen anda dengan baik ya.

FENOMENA PERSONAL FRANCHISE DI MLM

Tag

, , , , , , , , , , , ,

Fenomena para pelaku MLM yang menggunakan istilah franchise ataupun personal franchise dalam menawarkan bisnisnya kepada sang prospek memang sedang getol-getolnya. Kenapa mereka bisa menyamaratakan maksud MLM dengan istilah Franchise atau Personal Franchise? Apakah mereka (pelaku MLM) menggunakan istilah franchise atau personal franchise agar dapat mempermudah dalam mem-prospek orang atau malah untuk mempermudah menipu sang prospek sehingga merasa terjebak? Atau para pelaku MLM merasa minder/malu menawarkan secara terang-terangan nama perusahaan bisnis MLM-nya? Saya bisa jawab pasti IYA.

Perbedaan antara franchise dan MLM adalah serupa tapi tak sama, begitu yang diungkapkan oleh Bapak Burang Riyadi, seorang konsultan bisnis waralaba dari International Franchise Business Management (IFBM). Saya menyempatkan waktu untuk mengirim email kepada beliau, berikut pendapat beliau :

Saya : Menurut Bapak, apa tanggapan Bapak mengenai penggunaan istilah franchise atau personal franchise yang digunakan pelaku MLM dalam memprospek orang belakangan ini bisa dikatakan beretika atau justru akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi bisnis franchise/waralaba yang sebenarnya?

Burang Riyadi : Tentunya dengan adanya berbagai definisi dan presepsi yang berbeda-beda tentang suatu istilah akan membingungkan orang-orang yang berkepentingan. Demikian juga dengan Franchising. Jika ada definisi yang berbeda-beda dan presepsi yang berbeda juga pasti akan membingungkan yang berkepentingan dengan pengusaha yang menggunakan istilah Franchising. Hal demikian bisa terjadi karena tidak adanya (per)aturan yang baku dari otoritas yang ada.

Syukur Alhamdulillah, saat ini Indonesia mempunyai Peraturan Pemerintah no.42 tahun 2007 tentang Franchise/Waralaba, yang mengatur tentang definisi dan kriterianya. Sehingga, istilah franchising menjadi lebih baku dan ada landasan hukumnya. Bila ada orang menggunakan istilah Franchising tetapi tidak sesuai dengan peraturan pemerintah, maka akan ada sangsinya dan bisa didenda hingga Rp 100 juta. Tinggal sekarang pemerintah harus menerapkan peraturannya dengan disiplin.

…………………………..

 

(Saya cerita sedikit tentang MLM; sebenarnya MLM adalah strategi marketing yang sangat ampuh luar biasa untuk memasarkan suatu produk dengan cepat. Tetapi dengan sistemnya yang dapat menarik uang downliner-nya dimuka dengan mudah, serta menerapkan margin yang tinggi (supaya bisa dibagikan komisinya kepada beberapa lapis downline-nya), membuat beberapa oknum pelaku usaha menerapkan malpraktek yang merugikan para anggotanya. Misalnya: setelah uang terkumpul, pengusaha induknya menghilang. Atau ada pelaku yang menerapkan MLM tanpa produk yang konkret alias money game saja. Situasi ini membuat banyak orang menjadi tidak bersimpati, sehingga image (citra) dari sistem MLM yang luar biasa tadi menjadi buruk. Sistemnya bagus, tetapi cara-cara melakukan usahanya tidak baik. Alhasil, banyak orang yang tidak bersimpati dengan MLM secara umum. Citranya menjadi buruk. Maka perlu diatur dalam suatu peraturan agar efeknya tidak merugikan dan citranya tidak jatuh.

            Demikian juga dengan Franchising. Jika istilah Franchising juga tidak ada aturannya, bisa terjadi hal yang sama dengan MLM. Dibeberapa negara yang tidak mempunyai peraturan Franchise, terjadi hal-hal yang tidak jelas seperti di atas, sehingga citra dari Franchising menjadi kurang baik. Akibatnya, banyak orang yang ditawari franchise menjadi tidak suka atau tidak nyaman. Misalnya saja di Singapore pada 2 hingga 3 tahun lalu. Karena tidak ada peraturan pemerintah, maka banyak orang menawarkan franchise tetapi tidak bertanggung jawab.)

            ………………………..

            Saya : Apakah pelaku MLM tersebut bisa dikatakan melakukan tindakan penipuan kepada sang prospek?

Burang Riyadi : Jika sudah melanggar Peraturan Pemerintah tentu saja bisa dikatagorikan penipuan.

           

Saya : Sebenarnya apa sih perbedaan dan persamaan antara MLM dengan Franchise/waralaba?

Burang Riyadi : Persamaannya: 1) Sama-sama merekrut anggota jaringan. 2) Sama-sama menerima bagi hasil.

Perbedaannya: 1) Franchise/waralaba menjual (format) business concept dan bukan produk. 2) Franchise/waralaba tidak menjual secara multi level marketing (kecuali Master Franchise yang meneruskan kepada 1 level sub franchisee-nya). 3) Franchise/waralaba mempunyai kriteria khusus seperti yang tercantum pada PP. No.42 th 2007 tentang franchise/waralaba.

 

Saya : Apa saran bapak kepada para pelaku MLM yang menggunakan istilah atau kata franchise atau personal franchise dalam melakukan presentasi bisnis MLM-nya?

Burang Riyadi : Saran saya harusnya jangan dilakukan lagi. Karena sekarang sudah ada peraturannya. Kalau bisa mengundang calon anggota dengan tetap memperkenalkan istilah MLM, itu artinya memang bisnisnya yahuuud..!

 

Itulah beberapa hasil petikan wawancara dengan Bapak Burang Riyadi yang saya lakukan lewat email. Alasan kenapa saya sampai sejauh itu mewawancarai seorang pakar di bisnis franchise atau waralaba? Saya bermaksud agar anda sekalian mengerti bahwa MLM dan Franchise/waralaba memiliki persamaan dan perbedaan, tapi alangkah bodohnya jika ada pelaku MLM dalam melakukan aksi mengundang atau mempresentasikan bisnis MLM-nya dengan menggunakan istilah franchise atau waralaba akan tidak dibenarkan dan semuanya sudah ada peraturan pemerintah yang harus ditaati bersama.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Anang Sukandar, beliau adalah ketua Asosiasi Franchise Indonesia. Beliau mengatakan perihal penggunaan istilah personal franshise yang sebenarnya istilah seperti itu tidak ada. Tulisan artikrl beliau ada di majalah INFO FRANCHISE edisi bulan desember 2008 ini. Silahkan anda beli dan baca. Entar dikira saya melakukan fitnah, atau menjelekkan MLM lain yang merasa tersinggung….he he he he. Majalahnya murah sekali kok hanya Rp. 35,000.

Masih mau pake istilah PERSONAL FRANCHISE!!!! Atau langsung aja deh jujur ngomong “INI BISNIS MLM”???

BERANI MENERIMA TANTANGAN !!!!

MARKETING PLAN B TIANSHI

Tag

, , ,

TIANSHI telah meluncurkan marketing plan B nya. infomasi bisa anda peroleh di sini, sini, dan sini.Dalam dunia bisnis MLM memang wajar jika suatu marketing plan perusahaan memiliki 2 jenis yang diistilahkan marketing plan A dan B seperti yang ada pada perusahaan K-LINK misalnya.
Adanya 2 jenis marketing plan jelas memberikan keuntungan yang berbeda satu sama lain. Namun perlu diingat bahwa untuk mengikuti marketing plan mana adalah pilihan anda dan itu bukan suatu kewajiban bagi seorang distributor MLM bersangkutan. Yang akan jadi masalah adalah jika terjadi pemaksaan kehendak oleh para upline dan leader terhadap para membernya untuk menjalankan marketing plan baru mereka.
Entah di mana letak keadilan sebagai bisnis owner MLM!!
Untuk bergabung di marketing plan B gampang saja, hanya mengaktivasi saja posisi anda, seperti :
1. Distributor yang telah mempunyai ID member Tiens, sudah mencapai peringkat bintang 3 atau bintang 3 ke atas ; atau.
2. Bergabung pada bulan tersebut dan langsung memenuhi pembelanjaan sebagai bintang 3.; distributor yang ingin menjalankan Plan B harus mendaftarkan diri dan memenuhi personal sales/ tutup point sesuai dengan peringkat distributor yang bersangkutan. Peringkat distributor di Plan B berdasarkan peringkat dalam Plan A bulan sebelumnya.
Pada saat bulan berjalan telah bergabung dalam Plan A dan sudah mencapai peringkat bintang 3 atau bintang 3 ke atas maka pada saat yang bersamaan dapat bergabung dalam Plan B. Dan peringkat dalam Plan B berdasarkan peringkat bintang 3.

Dalam marketing plan B Tianshi, menawarkan bonus yang terdiri dari :
Keuntungan eceran (penjualan produk) sama halnya di plan A
Personal Rebate sebesar 33 % dihitung dari kelebihan nominal dari syarat personal sales/tutup point yang terbagi ke dalam 6 level.
Unilevel Bonus sebesar 33 % terbagi hingga level 11 dengan sistem kompres atau bahasa pemain MLM dikenal dengan nama pass up. Penjelasan mengenai unilevel bonus ini gampang-gampang saja, perhitungannya bonus unilevel didasarkan dari tutup point dan aktivasi downline-downlinenya dan downline-downline ini harus memiliki status aktif. Untuk mendapat status aktif harus memenuhi syarat tutup poin dan side volme tiap bulan. Gampang bukan. Maka ciptakan kaki kaki downline anda aktif yaitu dengan melakukan tutup point dan side volume tiap bulan dengan rajin serajin-rajinnya. Berikut penjelasannya :

bonus-unilevel1

Bonus Aktivasi. Bonus yang diperoleh dari aktivasi downline di bawahnya. Bonus ini di dapat hingga kedalaman 6 level dengan sistem kompres atau pass up.
Contoh :

bonus-aktivasi2

Bonus langsung, tidak langsung, dan leadership sebesar 15 %.
Distributor yang mencapai bintang 8 atau lebih, pada Plan B berhak memperoleh bonus langsung, bonus tidak langsung, dan bonus kepemimpinan (leadership), perbandingan bonus tiap peringkat adalah sebagai berikut :

Penjelasan tabel :

bonus-langsung1

bonus langsung

bonus langsung

bonus tidak langsung

bonus tidak langsung

 Distributor bintang 8 keatas yang telah melakukan aktivasi ke plan B, berhak mendapat bonus langsung, bonus tidak langsung dan bonus kepemimpinan.
 Distributor bintang 8, mendapat bonus langsung sebesar 1% dari side volume. Distributor diatas bintang 8, berhak memperoleh bonus langsung berdasarkan perhitungan side volume dan perbandingan level, misalnya silver lion berhak memperoleh bonus langsung sebesar 4%.
 Distributor yang telah mencapai bronze lion atau diatas, berhak memperoleh selisih bonus dari side volume distributor diatas bintang 8.
 Distributor bintang 8 keatas, pada saat dalam jaringan terdapat downline dengan peringkat sama, berhak memperoleh bonus kepemimpinan berdasarkan perbandingan peringkat dan perhitungan level. Pada saat perhitungan bonus kepemimpinan, distributor bintang 8 keatas boleh dihitung berdasarkan peringkat yang lebih rendah terlebih dahulu, boleh merangkap.
Contoh ilustrasi gambar :

bonus leadership 1

bonus leadership 1

Misalnya pada gambar di atas, silver lion mempunyai satu downline bronze lion maka sebagai sponsor, silver lion dapat memperoleh perhitungan bonus kepemimpinan sebesar 1% dari perhitungan downline sebagai bintang 8 ditambah bonus kepemimpinan 1% dari perhitungan downline sebagai bronze lion.

bonus leadership 2

bonus leadership 2

Pada saat yang sama, sponsor dengan peringkat yang lebih rendah juga dapat meperoleh bonus kepemimpinan berdasarkan peringkat distributor yg bersangkutan, misalnya sponsor bronze lion dan downline silver lion, maka bisa memperoleh bonus kepemimpinan dari downline silver lion berdasarkan perhitungan downline sebagai bintang 8 + bonus kepemimpinan 1% dari perhitungan downline sebagai bronze lion.

Nah bonus yang terakhir adalah bonus Reward berupa mobil mewah.
Syarat nya adalah distributor yang telah mencapai bintang 8, dalam 1 bulan memiliki 2 kaki downline di Plan B yang mencapai current achievement lebih dari 1.000.000 BV (Rp. 1 milyar) dan jaringan downline yang lainnya mencapai 1.000.000 BV (Rp. 1 milayar), maka distributor ini pada saat bulan berjalan mendapatkan 1 point untuk kualifikasi super luxury car. Nah langkah selanjutnya adalah mengumpulkan point seperti cara yang dijelaskan tadi sebanyak 12 point (12 bulan kualifikasi), maka perusahaan memberikan super luxury car. Distributor yang sudah menerima reward, bulan selanjutnya tidak diikut sertakan lagi dalam kualifikasi.

Nih penjelasan dalam bentuk gambarnya :

syarat mendapat reward

syarat mendapat reward

Untuk mendapat 1 point = Rp. 3 milyar, dan kalau lolos selama 12 kali mendapat 12 point = Rp. 36 Milyar = 1 unit mobil yang senilai dengan BMW seri 7.

Luar biasa kan ngumpulin omzet senilai Rp. 36 Milyar ke perusahaan Tianshi setelah itu dikasih bonus mobil senilai BMW seri 7.

Ayo Siapa yang Mau???

TGS dan CURRENT ACHIEVEMENT

Tag

, , , ,

Total Group Sales (TGS) = Group Business Volume (GBV) = Total penjualan grup anda dari sejak bergabung hingga sekarang.

Setiap marketing plan perusahaan MLM pastinya ada syarat untuk menaikkan jenjang peringkat para distributornya. Salah satu syaratnya adalah dengan meningkatkan total group sales anda. Katakanlah sewaktu anda belum memiliki downline dan anda ingin bulan depan mau naik peringkat, misalnya peringkat SD (Sekolah Dasar) di mana untuk mencapainya diharuskan memiliki total group sales sebesar Rp.10 juta. Berarti anda harus bisa mengejar target tersebut (walaupun ada perusahaan MLM yang menerapkan sistem target dan ada juga yang tidak) dengan beberapa cara yaitu dengan selling produk, rekruting member baru, atau melakukan dengan cara selling dan rekruting.

Tips pertama dari saya adalah pilihlah perusahaan MLM yang menerapkan sistem akumulasi penjualan grup anda, karena dengan cara akumulasi (jika bulan lalu belum tercapai maka total penjualan anda tersebut akan tetap dihitung untuk perhitungan penjualan grup bulan depannya) akan bersifat adil, manusiawi, dan kerja anda nyaman. Tips ke dua  adalah rekrutlah orang yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh dan duplikasikan unsur selling produk ke downline anda dengan teknik-teknik menjual yang benar dan profesional, saya jamin mengejar penjualan grup untuk meningkatkan omzet dan peringkat anda sangatlah mudah dan cepat.

Current Achievement = omzet penjualan tiap bulannya

Terkadang masih ada distributor MLM yang masih bingung perbedaan antara total group sales dengan current achievement / omzet penjualan per bulannya, berikut penjelasannya :

TAHUN

BULAN

CURRENT

TGS

PERINGKAT

 

 

ACHIEVEMENT

 

 

 2008

JANUARI

5,000,000

5,000,000

DISTRIBUTOR

 

FEBRUARI

10,000,000

15,000,000

MANAGER

 

MARET

20,000,000

35,000,000

 

 

APRIL

10,000,000

45,000,000

RUBY

 

MEI

30,000,000

75,000,000

 

 

JUNI

55,000,000

130,000,000

 

 

JULI

40,000,000

170,000,000

PEARL

 

AGUSTUS

50,000,000

220,000,000

 

 

SEPTEMBER

70,000,000

290,000,000

DIAMOND

Sebut saja si jojon, member dari suatu perusahaan MLM Sukses Jaya. Pada tahun 2008 bulan januari, si jojon mulai bergabung. Pada bulan januari tersebut, jojon berhasil menjual produk sekaligus merekrut member baru dengan current achievement sebesar Rp. 5,000,000 sehingga TGS di grup jojon juga sebesar Rp. 5,000,000. pada bulan Februari, kinerja grup jojon meningkat dengan current achievement yang lebih besar ketimbang bulan Januari, yaitu sebesar Rp. 10,000,000 dan TGS di grup jojon pada bulan Februari sebesar Rp. 15,000,000. dan begitu seluruhnya.

            Current achievement yang terjadi tiap bulannya di gup jojon entah itu semakin meningkat nominalnya ataupun semakin anjlok sangat menentukan besar kecilnya bonus yang diterima tiap bulannya. Sedangkan TGS yang tercipta dari akumulasi total nominal penjualan grup jojon tiap bulannya sangat menentukan jenjang peringkat si jojon kedepannya.

            Kesimpulannya : current achievement menentukan kisaran besar kecilnya bonus atau komisi yang diterima tiap bulannya. Sedangkan TGS menentukan kapan jenjang peringkat atau posisi anda naik.