Tag

, , , ,

Pesan Bagi Para Pelaku MLM

Salah satu hukum alam adalah apa yang ditabur dia yang menuai, hubungan sebab akibat. Jika pelaku melakukan tindakan konyol dan bodoh dalam menjalankan bisnis MLM, maka bisnis MLM akan hancur atau citra namanya akan menjadi buruk. Contoh dari 100 orang yang pernah saya temui di lapangan, sebanyak 80 % orang tidak suka atau tidak respek terhadap bisnis MLM. sisanya yang 20 % hanya orang yang belum mengenal bisnis MLM.

Sebanyak 80 % orang yang tidak suka atau tidak respek terhadap bisnis MLM disebabkan oleh berbagai hal, seperti ada yang menjadi korban penipuan bisnis MLM, dijebak di dalam undangan bisnis, dipaksa ikut bisnis MLM, dan terkahir adalah melihat rekan, saudara, keluarga mereka yang menggeluti bisnis MLM tidak berhasil atau sukses secara finansial.

Selain pelaku membuat citra semakin buruknya bisnis MLM, secara pribadi seorang pelaku MLM akan kehilangan kepercayaan dari teman atau orang-orang terdekatnya. Jika anda tidak sadar, maka anda semakin sering berbohong dan menipu kepada orang lain (semakin menjadi-jadi).

Gunakan Daya Pengamatan dan Pengendalian Diri.

Mencari riset sebelum melangkah dengan mencari tahu latar belakang, situasi, dan kondisi sang prospek (pengamatan), serta memiliki pengendalian diri dalam bersikap dan bertutur kata. Itulah yang namanya memiliki etika dalam berbisnis MLM. Contoh :

         Jika anda hendak mendatangi dan mempresentasikan bisnis MLM kepada sang prospek, di mana sang prospek ini memiliki latar belakang pekerjaan di bidang hukum, maka anda harus paham mengenai legalitas hukum bisnis MLM (perusahaan, produk, dan lainnya) yang hendak anda tawarkan.

         Jika anda hendak mendatangi dan mempresentasikan bisnis MLM kepada sang prospek, di mana sang prospek ini memiliki latar belakang pekerjaan di bidang teknik, maka anda harus paham mengenai komposisi dari produk MLM (produk supplement, kecantikan, pupuk, dan sebagainya) yang hendak anda tawarkan.

         Jika anda hendak mendatangi dan mempresentasikan bisnis MLM kepada sang prospek, di mana sang prospek ini memiliki latar belakang pekerjaan di bidang ekonomi, maka anda harus paham mengenai keuntungan dari segi finansial /kompensasi/bonus di bisnis MLM (perusahaan, produk, dan lainnya) yang hendak anda tawarkan.

 

Misalnya lagi, sewaktu anda mau memprospek seseorang pastikan dulu anda telah mempelajari situasi dan kondisi sang prospek tersebut. Contohnya :

         Jangan mulai mempresentasikan bisnis MLM pada saat anda baru kenal dengan seseorang. Kesannya anda hanya memanfaat perkenalan tersebut untuk tujuan bisnis semata.

         Jangan mulai mempresentasikan bisnis MLM pada saat sang prospek lagi ada masalah, entah masalah keluarga, pekerjaan, dan sebagainya.

 

Masih banyak lagi contohnya, yang penting adalah anda harus memiliki kepekaan dalam membaca situasi dan kondisi, serta anda harus memiliki rasa empati kepada sang prospek jika lagi ada masalah.

 

Pahami konsep 3 S ( Selling, Service, dan Sponsoring)

kalau saya pribadi menyarankan kepada pelaku MLM adalah untuk menggunakan konsep 3 S dalam menjalankan bisnis MLM. Penjelasan Konsep 3 S yaitu :

         Selling/menjual : untuk maintenence dalam hal tutup point dan sekaligus untuk mendapatkan keuntungan penjualan yang berkisar antara 15%-20%. Jualah keunggulan produk anda kepada konsumen yang menjadi target anda. Pahamilah product knowledge secara baik dan benar tanpa ada unsur tipu daya untuk memikat konsumen. Justru kalau anda melakukan apa adanya tanpa ada bumbu-bumbu tipu muslihat, malah lebih sukses dalam menjual produk.

         Service/pelayanan : memberikan pelayan setelah anda berhasil menjual produk ke konsumen. pelayanan bisa berbagai bentuk. misal, menanyakan bagaimana reaksi setelah mencoba produk tersebut, memberikan informasi tambahan mengenai produk yang telah konsumen beli, pokoknya layani konsumen ibarat raja deh.

         Sponsoring/perekrutan : setelah berhasil melakukan selling dan memberikan kepuasan kepada konsumen karena anda telah memberikan pelayanan yang baik dan bagus, maka untuk melakukan sponsoring tidaklah terlalu sulit. Dengan melakukan sponsoring sekaligus anda akan membuat jaringan omzet di grup anda.

 

Semoga pelaku bisnis MLM semakin dewasa dan profesional.…….AMINNNNN

———————————–

peringatan :

dilarang keras untuk mengcopy apalagi mengedit artikel ini tanpa persetujuan penulis.

Iklan