AJANG IKLAN MLM DI TRANS 7
Santai santai di hari sabtu sambil nonton tv, sambil ngubah-ubah saluran stasiun TV, eh ternyata perhatian saya tertuju pada acaranya TUPPERWARE di Trans 7 jam 9 pagi dengan judul SHE CAN (kalau gak salah), dulu sempat ada tayangan yang sama di Trans 7 yaitu acaranya TIANSHI dengan jumlah sekian episode kemudian dilanjutkan dengan program baru Tianshi dengan judul SUKSES ADALAH PILIHAN pada jam 10 pagi.
lebih agak setengah kaget lagi sewaktu teman saya dari K-Link bilang kalau K-Link juga ngiklan dengan konsep yang sama dari Tianshi dan Tupperware dengan judul MENGEJAR IMPIAN hari jumat malam jam 22.30.
Seingat saya pernah ada sebuah komentar di blog saya ini, tentunya dari militan MLM Tianshi yang bilang kalau Tianshi adalah satu satunya MLM yang bisa masuk Trans 7 dan diliput hingga beberapa episode. saya hanya geli aja membaca komennya. Masuk Trans 7 kok dibilang hebat. Bukankan itu sebagai bentuk iklan komersial yang dikemas ke dalam sebuah acara cerita sukses semata. Siapapun yang bisa bayar untuk iklan di Trans 7 maupun stasiun TV lain ok ok saja kan. La wong duit masuk buat si punya stasiun TV. Kenapa Trans 7 dipilih untuk ajang iklan MLM? Mungkin biaya iklan di Trans 7 lebih murah ketimbang stasiun TV lain. Apalagi jika penayangannya di atas jam 10 malam bisa lebih murah lagi.
Dari 3 perusahaan yang iklan di trans 7, yang menganut sistem MLM (Multi Level Marketing) adalah Tianshi dan K-Link, sedangkan Tupperware menganut sistem SLM (Single Level Marketing). Yang berbeda adalah Tianshi, sebab iklan yang dibuat Tianshi ini hanya dari satu organisasi support sistem saja yaitu UNICORE. Jadi bukan bagi seluruh anggota Tianshi dari berbagai support sistem yang ada. Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh K-Link dan Tupperware.
Iklan yang selama ini mereka lakukan hanyalah menceritakan kisah sukses dan tips sukses belaka, tanpa adanya penjelasan produk yang mereka banggakan. Memang tidak ada yang salah dari iklan yang mereka buat, sah sah saja, la wong mereka sendiri yang bayar dan mengkonsep iklan tersebut. Itu hak mereka kan.
Apakah iklan tersebut sebagai salah satu bentuk untuk memperbaiki citra bisnis MLM yang selama ini dianggap buruk oleh kalangan masyarakat pada umumnya? Atau bertujuan yang lain, seperti menunjukkan MLM mana yang hebat dan bagus!!
Apakah dengan iklan tersebut bisa membuat masyarakat lupa akan kasus kebakaran Labs School dan kampus UNJ serta kasus meninggalnya korban di sumatera utara akibat produk K-Link??? Apakah dengan iklan tersebut bisa membuat masyarakat lupa akan kebohongan- kebohongan publik yang dilakukan oleh Tianshi selama ini???
Semoga saja iklan tersebut benar benar ingin memperbaiki citra bisnis MLM.
Biarlah masyarakat sendiri yang menilainya
Yukk kita nonton saja lah dan kita tunggu kehadiran iklan dari perusahaan MLM MLM lainnya, semakin banyak akan semakin rame.
PARA PECUNDANG PARA MILITAN MLM -part 1-
Menurut hemat saya, bisnis MLM sudah terbagi dalam perkembangannya. Begitu banyak jenis perusahaan MLM baik itu yang legal ( yang katanya harus menjadi anggota APLI dan memiliki sertifikat SIUPL), ilegal, maupun yang selundupan berusaha mencari simpati masyarakat untuk menjadi anggota mereka. Kebanyakan dari perusahaan MLM ini, 80% meraih simpati anggota baru lewat bonus / sistem / marketing plan yang ditawarkan, 20% sisanya dari produk.
Jika anda tidak percaya silahkan di coba, dalam arti pura-pura saja anda menaruh minat pada bisnis MLM dan berusaha ada seseorang yang akan memprospek anda, kemudian lihat apa yang akan terjadi?
Memang sih, memprospek seseorang dari sisi bonus adalah hal manusiawi. Siapa sih yang tidak mau uang?? Tapi akan jadi bumerang jika nantinya kesan bisnis MLM = UANG. Maksudnya apa? Begini, jika anda sebagai pelaku MLM memberikan sugesti kepada siapa saja yang anda prospek, mengatakan bahwa :
- bisnis MLM adalah untuk mencari uang (tidak usah munafik)
- bisnis MLM adalah jalan pintas mencari uang secara cepat dan singkat
- bisnis MLM adalah bisnis membangun aset, jika aset sudah terkumpul, maka aset akan bekerja untuk kita, sehingga uang akan mengalir sederas air keran
- bisnis MLM bisa membuat anda menjadi jutawan, miliarder, dan sebagainya
- ………………..(silahkan tambahkan sendiri)
Apa yang terjadi jika prospekan anda tidak butuh uang lagi? Apa yang terjadi jika prospekan anda tidak terlalu minat pada cara menghasilkan uang lewat bisnis MLM? Apa yang akan terjadi jika di bisnis MLM adalah bisnis yang tidak gampang menghasilkan uang??? Dan apa yang akan terjadi jika bisnis MLM lebih banyak mengeluarkan uang ketimbang mendapatkannya???
Sudahkah anda berpikir ke arah situ???
Itulah mengapa banyak sekali para pelaku MLM, terutama yang sudah senior malang melintang di dunia MLM mengontrol atau memperbudak pelaku MLM yang masih pemula.
Pelatihan yang dilakukan oleh para senior MLM (lewat support sistemnya) cenderung ke arah cuci otak saja, seperti :
- MLM kitalah yang terbaik dari MLM lain
- Bisnis MLM adalah yang terbaik ketimbang bisnis lain
- Melatih cara menghadapi prospek yang belum kenal dengan MLM nya maupun cara menghadapi prospek yang sudah join MLM lain
- Menjelaskan marketing plan 80% lebih banyak, dan produk hanyalah 20 % saja. Artinya, target uang/bonus lebih penting ketimbang menjual produk dan melayani konsumen.
- Cara menghadapi prospek yang cerewet dan kritis
- Suara upline harus didengar dari pada suara orang tua
- Lebih banyak mengajari cara/tips mengundang prospek ke dalam acara tertentu. Namun yang perlu diwaspadai adalah pelatihan cara mengundangnya yang cenderung ke arah penjebakan.
Itu baru pelatihan dari dalam (support sistem) belum pelatihan dari luar seperti menyewa trainer atau motivator dalam negeri seperti Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, Hermawan Kertajaya, maupun dari luar negeri, yang pada intinya dibayar untuk berusaha memberikan bumbu bumbu manis bahwa bisnis MLM begitu pesat perkembangannya ( tidak ada sumber yang kompeten), menciptakan miliyuner baru, bisnis MLM trend yang begitu diminati banyak orang, ketimbang memotivasi dalam hal bagaimana melayani konsumen yang klaim atau komplain mengenai produk/jasa yang ditawarkan, bagaimana meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan ke distributor dan konsumen, bagaimana menghadapi persaingan dengan pebisnis MLM lainnya, bagaimana memprospek konsumen secara baik dan benar.
Sangat jarang di dunia bisnis MLM, terutama di Indonesia yang memberikan informasi dan pelatihan mengenai bisnis MLM di lingkungan universitas maupun umum secara netral dan bukan sebagai ajang mempromosikan perusahaan MLM tertentu. Informasi dan pelatihan yang perlu di berikan adalah :
- apa itu bisnis MLM
- apa konsep bisnis MLM
- kasus penipuan bisnis MLM
- bagaimana menjalankan bisnis MLM yang baik dan benar
- apa yang dijual di bisnis MLM
- siapa saja yang bisa menjadi pelaku bisnis MLM
- penjelasan mengenai siapa saja perusahaan MLM yang telah eksis di Indonesia dan perusahaan MLM mana yang sudah tidak eksis lagi
- dsb
Kalau bisnis MLM memang bagus dan akan booming di masa depan, kenapa hal ini tidak dilakukan???
Bukankah teori yang benar akan menghasilkan praktek yang benar, seperti halnya membuat roti, jika teori membuat roti benar pasti hasil rotinya bagus, empuk, dan enak.
Bersambung……………………………………………………………………….
APA SIH YANG DI JUAL DI BISNIS MLM???
Dari sekian banyak artikel yang saya tulis di blog saya ini, mungkin pertanyaan ini yang harus saya lontarkan kepada pembaca sekalian. Kira-kira bagi anda pelaku MLM maupun non MLM apa sih yang di jual di dalam bisnis MLM itu?
Apakah :
Jualan produk kah.
Jualan sistem kah
Jualan support sistem kah
Jualan mimpi kah
Jualan cerita sukses kah
Jualan pendidikan kah
Jualan buku motivasikah
Jualan penghargaan kan
Atau jualan yang lain…..?
Banyak pelaku MLM mengatakan bahwa bisnis MLM adalah menjual produk ke konsumen. Walaupun ada beberapa MLMers yang alergi atau gengsi jualan produk. Kebanyakan produk di MLM adalah supplemen food. Pernah pada suatu kesempatan saya di prospek oleh MLMers, dan saya ajukan sebuah pertanyaan penting mengenai produk MLM nya dia, seperti ini nih pertanyaannya :
1. apa saja kandungan di dalam produk tersebut?
2. apakah ada bahan kimianya? Jika ada, apa jenisnya?
3. jika menggunakan bahan yang alami, jelaskan proses ekstraksinya?.
4. khasiat dan efek samping seperti apakah dari setiap zat yang dikandung suplemen itu?
5. apakah ada penelitian2 yang pernah dipublikasikan kepada publik berkenaan dengan suplemennya ?
6. apakah ada testimoni / kesaksian yang sudah terbukti? Bisakah ditunjukan hasil sebelum dan sesudah menkonsumsi produk tersebut? Apakah ada uji klinis dari kedokteran?
7. apakah produk tersebut aman dikonsumsi di segala usia?
8. negara mana saja yang menyatakan produk itu aman di konsumsi? apakah jika di Indonesia melalui ijin DEPKES dan BPPOM juga merekomendasikan? Bisa ditunujukkan regristrasi dari DEPKES dan BPPOM?
9. kalau ternyata ada efek samping yang merugikan konsumen, kepada siapa klaim/ tuntutannya bisa diajukan? apakah kita sebagai “penjual eceran”nya juga bisa dikenai tuntutan hukum? Berapa lama klaim bisa diselesaikan?
10. apakah ada jaminan uang kembali jika ternyata produk tersebut cacat dalam proses pabrik atau distribusinya pada saat di beli atau di konsumsi?
Layaknya sebuah sidang skripsi S1, orang yang memprospek saya pun tidak bisa menjawab pertanyaan secara jelas dan memuaskan.
akhirnya si MLM ers cuma mengklosing : “dateng aja ke seminarnya mas, minggu depan.”
lah, sebenarnya bisnis MLM ini jual apa sih? Kok ditanya masalah produknya sendiri saja tidak bisa, kan aneh. Apalagi jika di ajak ikut seminar, apakah lewat seminar bisa terjawab semua atau hanya sebagai ajang pamer pameran “kesuksesan doank”. Padahal para pembicara seminar pun bukan sebagai jaminan bisa menjawab jawab pertanyaan saya tersebut.
Dengan rasa kasihan saya mengatakan : “kamu aja yang ikut seminarnya, nah, nanti tanyakan semua pertanyaanku itu, kalau udah dapet jawabannya, kasih tau gua ya?”
dan setelah itu dia gak pernah muncul lagi.
Sungguh memalukan…..
Bukankah sebuah pertanyaan itu wajar? Bukankah dengan bertanya kita menjadi semakin tahu dan paham? Apakah dengan bertanya secara detail tidak boleh? Apakah banyak bertanya berarti kita ini di cap bodoh dan bego?
jadi bingung nih, sebenernya yang dijual di bisnis MLM itu apa sih?
Pura-pura bodoh aja ahhh
TERLALU OVER DALAM BERPIKIR POSITF
Menurut berbagai buku maupun para motivator atau trainer yang memberikan suatu seminar, berpikir positif baik bagi diri kita. Yang jarang diungkapkan adalah bahwa berpikir positif itu harus benar-benar tulus dari dalam dirinya dan harus padu baik pikiran sadar maupun bawah sadar.
Kita melakukan afirmasi setiap hari, menempel kata-kata positif, gambar-gambar impian kita baik dalam bentuk kertas iklan yang ada gambar mobil, rumah, maupun barang-barang elektronik di berbagai tempat, dan melakukan visualisasi. Dengan harapan impian tersebut dapat tercapai.
Apa yang terjadi jika cara berpikir positif kita tidak berhasil dalam memberikan apa yang anda impikan? Ternyata ada bagian dari diri kita yang menolak hal ini karena impian anda dianggap terlalu tinggi sehingga dirasa tidak mungkin bisa dicapai. Akibatnya kita tidak berhasil mencapai impian tersebut. Namun kita tetap “yakin dan percaya” ditambah “positive thinking” bahwa kita dapat mencapai impian asal kita yakin. Bukankah begitu yang diajarkan di hampir semua buku positif dan berbagai seminar motivasi, termasuk di seminar MLM?
Lalu apa yang akan kita lakukan? Kata orang, “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”, “Kegagalan adalah guru terbaik”, “Tidak penting berapa kali kita jatuh yang penting adalah kita bangkit setiap kali kita jatuh”, “Tidak ada namanya kegagalan, yang ada adalah hasil yang tidak kita inginkan”, dan masih banyak lagi kata-kata mutiara berkenaan dengan kegagalan. So….? Keep trying….. pokoke maju tak gentar, pantang menyerah. Setelah dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan kita masih belum berhasil mencapai impian kita maka kita mulai merasa putus asa, merasa kurang yakin bisa tercapai, merasa ini, dan merasa itu.
Bukannya saya alergi pada kekuatan berpikir positif atau ingin menjatuhkan mental seseorang dalam meraih impiannya di bisnis MLM, namun saya berharap pada mereka ini agar selain berpikir positif juga harus bisa berpikir realistis. Maksud saya dengan berpikir realistis adalah apakah impian anda bisa diwujudkan dengan melihat realitas / kondisi yang ada dan sebenarnya. Akan menjadi sebuah impian yang muluk jika anda ingin memiliki mobil mewah, rumah mewah, bonus yang sampai puluhan juta tiap bulan, jika dari kondisi yang sebenarnya tidak mendukung apa yang anda harapkan.
BUKU BUKU MLM
Buku merupakan sebuah media penunjang bagi seorang MLM-ers dalam menjalankan bisnis MLM nya. Di pasaran banyak buku buku MLM yang beredar baik itu ditulis oleh penulis lokal maupun oleh penulis luar. Beragam judul maupun isi yang ditulis dari hal : apa itu MLM, sejarah bisnis MLM, bagaimana menjalankan bisnis MLM, hal-hal yang perlu dihindari dalam menjalankan bisnis MLM, kasus-kasus penipuan di bisnis MLM, bagaimana menjadi seorang MLM-ers yang dasyat, perbedaan MLM dengan Direct Selling, rahasia di balik bisnis MLM, mengulas beberapa perusahaan MLM, dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan harga buku-buku MLM tersebut? Sangat variatif, dari yang harganya Rp. 20,000 an hingga yang harganya Rp. 50,000 ke atas. Dari yang isinya garing hingga yang berbobot dan menarik.
Berikut beberapa buku buku MLM yang pernah terbit dan mendapat sambutan yang bagus dari para MLM-ers :






Nah ini dia buku wajib karangan Kiyosaki bagi para MLM ers :


Para penulis buku-buku MLM cenderung menerbitkan bukunya dikarenakan beberapa sebab, seperti :
- penulis memang concern terhadap apa yang ditulis dan berniat mengulas bisnis MLM dari sisi yang beragam dan tidak memihak atau mendapat paksaan dari salah satu pihak manapun.
- Penulis dibayar oleh pihak atau perusahaan MLM tertentu untuk mengulas perusahaan dan kesuksesan distributornya.
- Penulis hanya sekedar mencari duit tambahan saja. Sukur-sukur bukunya laku keras.
- Pasar yang jelas (banyak pelaku MLM yang rakus akan informasi).
Maka tidak mengherankan bila penulis buku buku MLM memegang peranan penting baik itu memberikan citra positif dunia bisnis MLM di mata masyarakat , MLM ers, maupun bagi kemajuan keuangan sang penulis buku.
Tak mengherankan pula jika banyak MLM ers yang cenderung terjebak dan menyalah artikan isi dari buku-buku MLM yang pernah dia baca .Yang ada malah para MLM ers cenderung melanggar apa yang dinamakan etika bisnis dalam berbisnis MLM, seperti :
- sering melakukan penipuan kepada membernya maupun kepada publik
- sering melakukan kebohongan dan manipulasi data
- suka menjebak prospekan dalam mengundang
- melakukan iming-iming dalam presentasi
- terlalu over dalam berpikir positif
- mencela pekerjaan orang lain
- mencela bisnis orang lain
- suka menjadi dokter-dokteran / alias dokter gadungan
- suka mencuci otak membernya
- melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual
- merasa dia, perusahaan, dan support sistemnya lah yang paling benar
Saya tidak pernah menemukan suatu pernyataan dari buku-buku MLM yang pernah saya baca yang mengatakan bahwa ikut MLM pasti jadi KAYA RAYA, punya UANG melimpah, MOBIL MEWAH, dan sebagainya.
Perlu diingat bahwa bisnis MLM hanyalah salah satu bisnis yang bisa anda pilih dari sekian banyak bisnis yang ada. Bukan satu satunya bisnis yang WAJIB anda jalankan.
Apa pendapat anda mengenai buku-buku MLM yang selama ini pernah anda baca??
PRODUCT KNOWLEDGE
Belajarlah menjual produk terlebih dahulu kalau mau berbisnis MLM yang baik dan benar, kuasailah product knowledge dengan fasih, kalau anda berkecimpung di bisnis MLM dengan produk kesehatan, kuasailah jenis produknya yang menurut leader anda best seller, pahami betul manfaat, komposisi kandungannya, dan cara mengkonsumsi produk itu. Terlebih lagi jika produk MLM yang anda jalankan memiliki track record penyembuhan yang benar-benar tebukti secara medis, ada testimoni dari pengguna produk tersebut dan orang yang memberikan testimoni masih ada dan bisa dipertanggung jawabkan, diakui oleh pihak kedokteran yang bisa dipertanggung jawabkan, memiliki ijin DepKes, Badan POM, FDA, dan standar kesehatan lainnya, ada masa berlakunya (kadaluarsanya), memiliki sebuah buku panduan lengkap mengenai produk tersebut.
Selain itu jangan asal langsung memberikan produk tersebut kepada calon konsumen, tanyakan apakah dia memiliki penyakit (khusus produk kesehatan dan suplemen), sudah periksa ke dokter atau belum, kalaupun sudah, tanyakan bagaimana keterangan dari si dokter, apakah masih mengkonsumsi obat dokter hingga sekarang atau tidak, dan bagaimana hasilnya.
MATRE DAN KEMARUK (SERAKAH)
Para setiap proses perekrutan, para MLM-ers sering kali lebih mempromosikan kemungkinan untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat, mudah, daripada mempromosikan kehandalan produk yang dijual. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa promosi yang dilakukan lebih menggarap sisi materialisme dan keserakahan seseorang daripada memberi pengetahuan tentang produk yang ada. Anda bisa mengambil sembarangan brosur perusahaan MLM apapun itu namanya dan anda akan menemukan kampanye yang nyata dari materialisme dan keserakahan.
Biasanya, mereka menawarkan impian untuk mempunyai rumah mewah, mobil mewah, kapal pribadi. Hal ini kelihatannya tidak ada hubungannya dengan MLM, tetapi hampir semua brosur MLM menawarkan hal yang seperti ini. Kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa hampir semua perusahaan MLM akan mempromosikan produk mereka dengan cara menjual mimpi yang penuh dengan materialisme dan keserakahan.
Sering kali perusahaan MLM dan suppor sistem-nya akan menggunakan istilah kebersamaan di dalam mencapai sukses bersama. Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah semua orang yang ada di level atas / upline/upline leader/ top leader berfikir tentang kesuksesan orang-orang yang ada dibawah mereka? Ataukah mereka hanya berfikir tentang kesuksesan orang-orang yang levelnya berada di bawah mereka. Tentunya tidak bukan?
Mau di bawa ke mana bisnis MLM ini sebenarnya?
ADA MAFIA DI BALIK BISNIS MONEY GAME
Tindak kejahatan penipuan yang dilakukan oleh perusahaan money game dan skema piramid di samping merugikan nasabahnya juga disinyalir telah merugikan negara dalam bentuk penghindaran pajak dan pelarian devisa ke luar negeri (sebut saja Probest International Indonesia disinyalir merupakan kaki tangan dari jaringan mafia international yang digerakkan dari Taiwan, China dan Hongkong, yaitu Probest Investment Corp (Probest International Trading) dan PT. WBG.
Sampai saat ini saja gerombolan mafia tersebut masih saja berkeliaran dan mencari mangsanya di negara kita dengan pola yang hampir sama dengan mengubah nama perusahaan saja. Mafia di sini bukan hanya dilihat dari sisi pemilik saja, melainkan juga dari sisi para leader atau bisa disebut sebagai penggerak utama bisnis mafia si pemilik perusahaan. Nah para leader ini juga digerakkan oleh mafia leader yang menggerakkan para leader di setiap kota di Indonesia. Kalau kita nonton film God Father ada istilah “ bosnya para bos mafia”. Begitulah sistem dari mafia money game di Indonesia dan bahkan di dunia.
Saya tahu siapa saja yang disebut mafia leader atau para leader yang digerakan oleh mafia leader di Indonesia. Mereka hidupnya santai-santai saja, tiap hari kerjanya habisin uang, rumahnya bak istana, di garasi rumahnya berjubel mobil-mobil mewah sebagai bentuk hadiah dari pemilik perusahaan. Setiap ada presentasi perusahaan MLM baru pun saya selalu ketemu dengan mereka (mafia leader maupun leader-leader / pengikutnya) dengan janji ampuh yang sakti mandraguna, top markotop, dan gut marsogut diobral demi mendapatkan target omzet bagi perusahaan.
Melihat banyaknya kasus penipuan dan jatuhnya jumlah korban yang begitu banyaknya serta kerugian yang hampir triliyunan rupiah meluap begitu saja, perlu adanya usaha-usaha penyebaran informasi atas bahaya money game harus terus dilakukan dan ditingkatkan, dengan tingkat jangkauan yang semakin luas hingga ke kota-kota kecil dan daerah pedesaan.
Salah satu langkah yang perlu dirintis untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya money game dan skema piramid adalah dengan mulai menggandeng beberapa pihak seperti :
- Institusi pendidikan, sekolah-sekolah atau perguruan tinggi untuk ikut aktif membahas, meneliti, atau menyebarkan informasi mengenai bahaya money game dan skema piramid.
- APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)
- BAPEPAM – LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
- BAPPEBTI ( Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)
- Pihak kepolisian
- Badan POM dan Departemen Kesehatan
- YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)
- Departemen Perindustrian dan Perdagangan
- Media cetak dan elektronik
Selama ini yang terjadi justru ironis sekali, yang mana banyak institusi pendidikan yang malah menjadi tempat berkembangnya money game dan skema piramid, seperti kasus PT. Pohon Mas Mapan Sejahtera di Malang dan Surabaya. Ini harus dicegah dan dibalikkan kondisinya, yaitu institusi pendidikan harus menjadi tempat utama untuk memerangi program penipuan ini.
Semoga saja, kita semua semakin sadar dan dewasa bahwa menjadi kaya secara materi tidak dapat dicapai secara instan, diperlukan kerja keras, komitmen tinggi, dan tentu saja jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan jalan yang benar. Jangan sampai anda juga ikut memperpanjang daftar jumlah korban berikutnya.
Tetaplah waras di jaman yang semakin tidak waras ini.
Siapkan Mental Sebelum Bertanding
Masuk ke dalam dunia bisnis, apapun jenisnya, pastinya anda harus menyiapkan mental yang kuat untuk menghadapi sebuah resiko gagal maupun sukses. Sama halnya jika anda memutuskan untuk menggeluti bisnis MLM. Tidak hanya bermodalkan uang, impian, daftar nama, melainkan mental anda juga perlu diperhatikan.
Apa yang akan terjadi jika ternyata mental anda tidaklah kuat dalam menjalankan bisnis MLM? yang pasti anda akan keluar dan menjalankan bisnis atau mencari kerja yang anda dambakan sebelum anda memutuskan untuk berbisnis MLM. bukankah begitu?
Tidak ada yang dinamakan untung dan rugi di bisnis MLM. Jika anda gagal di bisnis MLM anda tidak akan mengalami kebangkrutan atau langsung jatuh miskin. Jika anda berhasil menjalankan bisnis MLM maka nasib anda akan berubah,
Di bisnis MLM, bisanya proses pembelajaran dilakukan sedikitnya selama setahun. Selama itu pelaku bisnis ini dididik bagaimana cara meraih kesuksesan, berkomunikasi yang baik, prinsip kepemimpinan, keahlian manajemen, membangun kerjasama tim dan lain-lain. Berbekal semua itu diharapkan pelaku bisnis MLM bisa menjadi leader yang mampu menduplikasikan dirinya kepada segenap downline di jaringannya, serta dapat merasakan rintangan-rintangan yang dihadapinya.
Di masa-masa training, para MLM-ers ini langsung disodorkan pada praktek kehidupan nyata. Misalnya, melakukan kesalahan, menghadapi ketakutan, lalu belajar dari kesalahan, memperbaiki dan mengulangi prosesnya. Menurut Kiyosaki, sebagai sekolah kehidupan nyata, perusahaan MLM yang sistem pendidikannya bagus bisa dijadikan program pengembangan pribadi jangka pendek terbaik. ingat “jangka pendek” loh.
Namun sekali lagi perlu diingat bahwa mental masing-masing pelaku MLM adalah berbeda-beda. Ada yang kuat dan tahan menghadapi kehidupan nyata di dunia bisnis MLM tetapi di sisi lain ada juga yang merasa tidak kuat, tidak tahan lagi, atau merasa ini bukan jalan saya meraih sukses, dan sebagainya.
Memang tidak dapat dipungkiri jika kekuatan mental seseorang dalam menjalankan bisnis MLM sangat dipengaruhi oleh berbagai tantangan yang biasanya paling banyak dipengaruhi dari :
- Keluarga
Pelaku bisnis MLM yang pernah saya temui kebanyakan dari kalangan muda seperti mahasiswa. Banyak dari mereka mulai memberanikan diri untuk terjun ke dalam bisnis MLM. Tak jarang dari mereka yang melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Tak heran jika jadwal kuliah mereka amburadul, banyak ijin, mbolos, tidak mengikuti ujian, cuti semester, yang intinya tidak fokus dalam menjalankan aktifitas kuliah. Maka dari itu banyak pelaku yang kebanyakan dari mahasiswa ini yang kemudian mengalami gagal kuliah seperti terkena sangsi dari pihak universitas dan kena DO (Drop Out).
Di sinilah mental si mahasiswa ini diuji, apakah lulus kuliah menjadi priorita snya, menjalankan bisnis MLM kah, atau dijalankan kedua-duanya dengan konsekuensi akan tidak fokus di salah satu bidang. Selain hal milih memilih tadi, hal lain yang tak kalah mempengaruhi adalah datang dari pihak keluarga dalam hal ini adalah oang tua. Terkadang bagi mereka keluarga bisa menjadi batu sandungan dalam menjalankan bisnisnya, yang mana tiap harinya akan dikejar-kejar target dari orang tua untuk menyelesaikan kuliah secepat mungkin. Bagi yang masih mahasiswa akan tahu maksud saya ini.
- Waktu Tersita Dengan Kegiatan MLM
Memang benar jika bisnis MLM tidaklah menyita banyak waktu, tetapi itu hanya teori saja. Kejadian sebenarnya di lapangan membuktikan hal yang lain dari pada teori yang diusung “tidak banyak menyita banyak waktu”. Sangat sulit jika menjalankan bisnis MLM selama 2 jam sehari misalnya. Padahal untuk memprospek seseorang saja bisa membutuhkan waktu lebih dari 2 jam. Bahkan ada yang mengatakan menjalankan bisnis MLM tuh harus full time dan tidak bisa setengah-setengah alias harus benar-benar fokus.
Pada awal menjalankan bisnis MLM memang begitu semangatnya, mengikuti training, acara presentasi, prospek sana prospek sini dilakukan tiap hari. Apa mau dikata jika menjalankan bisnis MLM harus mengorbankan kesenangan kita. Seperti yang dulunya tiap sore bisa nongkrong ama teman di café, nonton tv, main game, berkumpul bersama keluarga, anak, terpaksa harus diganti dengan kegiatan MLM. Waktu yang tersita akibat kegiatan bisnis MLM bisa juga sebagai tantangan mental, semuanya tergantung bagaimana masing-masing pribadi dapat mengelola waktunya. Walaupun time is money tapi di sisi lain waktu adalah saat untuk santai.
- Disindir Teman
Teman bisa menjadi kawan dan bisa juga menjadi lawan, atau bisa juga menjadi dua-duanya. Tebakan saya kali ini pasti akan membuat anda akan menganggukan kepala. Apakah selama menjalankan bisnis MLM membuat anda dijauhi oleh teman anda, teman sekantor anda, teman sekuliah anda, pacar anda?
Pernahkah anda mengalami gurauan dari teman anda seperti ini : “Awas ada si anu, entar diprospek loh!”, “Pokoknya jangan ajak si anu, entar di sana malah ganggu acara kita”, “ Katanya bisnis MLM kok masih pake motor?”
Sindiran halus maupun sindiran yang kasar bisa jadi menyebabkan mental anda down yang berakhir dengan chek out dari bisnis MLM. Sejatinya jika anda memang berbisnis MLM bisa menjaga hubungan baik dengan teman anda atau siapa saja di manapun anda berada. Sekali lagi, semuanya tergantung dari anda bagaimana menjalankan bisnis MLM. Bisa menjaga suatu hubungan dengan seseorang adalah seorang MLM sejati.
- Cibiran dari Prospekkan
Nah ini yang paling banyak bisa membuat sesorang down atau nyerah menjalankan bisnis MLM, yaitu sewaktu memprospek seseorang entah itu teman, keluarga, atau orang tak dikenal. Jika mental anda tidak benar-benar kuat maka lenyaplah anda. Memprospek orang adalah kunci dari berbisnis MLM, maka perlu sebuah persiapan matang dalam menghadapi orang yang akan diprospek. Jangan sampai terjadi debat kusir yang berkepanjangan, menyindir satu sama lain, bahkan jangan sampai terjadi baku hantam.
Apalagi jika si prospekan adalah seorang MLM-ers di perusahaan MLM lain, wah bisa berabe bukan? pernahkah anda mengalami debat kusir dengan MLM-ers lain yang juga target prospek anda?
- Persaingan Dengan MLM-ers Lain
Dalam bisnis apapun akan menjadi hambar jika tidak ada pesaing. Pesaing di bisnis MLM adalah sesama MLM-ers namun beda perusahaan MLM yang dianutnya. Pastinya jika anda MLM-ers pernah mengalami persaingan dengan pelaku MLM lain dalam memprospek seseorang. Inilah saatnya anda untuk meningkatkan kualitas anda dalam berbisnis MLM. Ingat di manapun juga pesaing bisa sebagai suatu ganjalan bagi perkembangan bisnis anda tapi juga bisa sebagai pemicu semangat anda untuk terus, terus, dan terus meningkatkan nilai tambah di dalam diri anda. Apa yang mesti ditingkatkan dari diri anda, tak lain dan tak bukan adalah meningkatkan seni komunikasi anda, kepribadian anda, otak anda, cara berpikir anda, dan sebagainya.
Pernah saya melihat dan mendengar terjadi begitu sengitnya perdebatan yang terjadi baik si MLM-ers yang memprospek dan orang yang diprospek. Biasanya perdebatan di mulai dari tidak setujunya salah satu pihak atas pendapat yang diberikan entah dari si pemprospek maupun yang diprospek. Perdebatan yang sering terjadi adalah ketidaksetujuan atas bisnis MLM yang ditawarkan, cara memprospek yang kurang berkenan di hadapan sang prospek, mengundang atau mengajak yang terkesan menipu atau menjebak sang prospek, hal semacam inilah yang hendaknya bisa di minimalisir jika para MLM-ers sudah siap secara mental dalam menghadapi sang prospek, agar perdebatan tidak terjadi.
Ada baiknya jika pelaku MLM menguasai medan terlebih dahulu, jangan hanya sruduk sana dan sruduk sini. Persis seperti yang saya alami sewaktu saya masih kuliah, ada seseorang pemuda yang tiba-tiba mengajak kenalan. Waktu itu saya lagi santai di sebuah kafe sambil menunggu pesanan minuman saya datang. Walau terkesan kaget dan agak waspada, saya pun agak kurang ngeh dengan orang tersebut. Terkesan pasti ada maunya. Setelah kenalan dan bla bla bla, mulailah dia beraksi dengan hal-hal yang biasa dilakukan pelaku MLM pada umumnya.
Tanpa saya minta, dia berceramah ngalor-ngidul bahwa kita harus punya impian. Impian besar disusun atas impian-impian kecil. Pemuda tadi bercerita bahwa dia berani keluar dari kuliahnya karena ingin mengejar impiannya. Dia juga ingin naik mobil mewah milik sendiri. Mbangun aset yang banyak. Ongkang-ongkang kaki di rumah menikmati harta yang melimpah! Pemuda ini terus saja mencerocos nggak genah sambil menceramahi saya.
Pada titik tertentu langsung saja saya cut dengan mengatakan :”Maaf anda menjalankan bisnis MLM apa ya?” langsung saya orang ini agak sedikit tersentak kaget, dan diapun menjawab dengan agak sedikit segan :”Saya menjalankan bisnis MLM ********”. Saya langsung menjawab dengan enteng :”Ooooo ikut ******** to!”. Nah berikutnya terjadilah suatu komunikasi yang agak sedikit seru antara saya (S) dan si Pemuda (P) tersebut :
P : “loh anda sudah tahu to, anda sudah gabung?”
S : “ Ya, saya sudah bergabung kok jadi member doank, soalnya supaya dapat diskon produk aja”.
P : “Kenapa gak jalani aja bisnisnya? Kan lumayan dapat bonus dan selanjutnya bisa dapat reward?”
S : “Ah enggak, soalnya saya lagi sibuk nyusun skripsi, nanggung tinggal bab 3 dan 4 hampir selesai, toh saya ikut jadi member hanya sebagai pengguna produk saja kok. Gak kurang dan gak lebih.”
P : “Oooo gitu….”
S : Ya sudah mas, terima kasih atas perkenalan yang ada maunya ini. Maaf saya mau sendiri dulu. Nih mau nggarap skripsi.
Sambil bersalaman tanda perpisahaan, pemuda ini meminta maaf kepada saya karena telah mengganggu waktu saya.
Kesan awal yang ada maunya pasti dibelakangnya ada apa-apa. Kenapa masih pake gaya lama. Apakah berkenalan dengan seseorang harus langsung di presentasikan sebuah bisnis!! Padahal baru kenalan. Semoga pengalaman saya waktu itu hanya saya saja yang mengalaminya.
Persaingan Di Zona Samudera Merah
Perkembangan dunia bisnis MLM sejak tahun 1980-an hingga saat ini semakin pesat perkembangannya. Coba anda lihat berapa jumlah perusahaan MLM yang sudah terdaftar sebagai anggota APLI berikut ini :
|
MEMBER ID |
NAMA PERUSAHAAN |
NAMA PRODUK |
|
0002/06/93 |
Matol |
|
|
0003/06/93 |
CNI |
|
|
0005/06/93 |
Amway |
|
|
0008/06/93 |
Multicare |
|
|
0011/06/93 |
Oriflame |
|
|
0013/11/95 |
Vivalife |
|
|
0014/01/96 |
Tara |
|
|
0015/01/96 |
Cosway |
|
|
0016/05/96 |
Forever Living Product |
|
|
0017/05/96 |
Identik |
|
|
0025/09/98 |
Sophie Martin |
|
|
0027/11/98 |
Herbalife |
|
|
0028/11/98 |
Tigaraksa |
|
|
0029/11/98 |
Prime & First New World |
|
|
0031/12/98 |
Capriasi |
|
|
0032/03/99 |
New Image Internasional |
|
|
0033/03/99 |
Kompak |
|
|
0035/09/99 |
Sunrider |
|
|
0036/09/99 |
NOP |
|
|
0037/09/99 |
DXN |
|
|
0038/02/00 |
Sinergiplasindo |
|
|
0043/04/00 |
High-Desert |
|
|
0046/07/00 |
Bracini |
|
|
0047/07/00 |
U-trend |
|
|
0050/09/00 |
Elken |
|
|
0053/01/01 |
KK |
|
|
0056/07/01 |
Supamas |
|
|
0057/07/01 |
Tianshi |
|
|
0058/09/01 |
Vitasqua |
|
|
0061/09/01 |
Revell |
|
|
0064/03/02 |
Immunocal |
|
|
0069/04/03 |
K-Link |
|
|
0070/05/03 |
Triple-S |
|
|
0071/06/03 |
Zhulian |
|
|
0073/07/03 |
Citidirect |
|
|
0076/11/03 |
Ratu Nusantara |
|
|
0080/06/04 |
Bio Young |
|
|
0081/07/04 |
Kokopelly |
|
|
0083/07/04 |
Elite Club |
|
|
0084/08/04 |
Wootekh |
|
|
0086/09/04 |
Lifestyles |
|
|
0087/12/04 |
Oxy |
|
|
0088/01/05 |
Lampe Berger |
|
|
0089/03/05 |
Eco Clean |
|
|
0090/05/05 |
Synergy World Wide |
|
|
0091/08/05 |
Goodway |
|
|
0092/01/06 |
GHT |
|
|
0093/01/06 |
Perfect |
|
|
0095/03/06 |
Nu Skin |
|
|
0096/03/06 |
Tupperware |
|
|
0097/06/06 |
ATM |
|
|
0098/12/06 |
Nutrend |
|
|
0099/03/07 |
M-Plan |
|
|
0100/07/07 |
Kopi Klasik |
|
|
0101/08/07 |
Supreme |
|
|
0102/09/07 |
Mercy Star |
|
|
0103/10/07 |
SUN |
|
|
0104/10/07 |
TNI |
|
|
0105/03/08 |
Pandu |
|
|
0106/04/08 |
TempoDirect |
|
|
0108/07/08 |
Keiza |
|
|
0109/09/08 |
FVI |
Jumlahnya ada sekitar 62 perusahaan yang saat ini masih aktif beroperasi, walaupun dalam perkembangannya ada juga perusahaan yang tutup/bangkrut entah karena tidak ada omzet lagi, adanya perselisihan antar managemen, bahkan ada juga perusahaan yang dikeluarkan dari anggota APLI karena masalah kode etik, seperti perusahaan MLM UFO misalnya, yang mana telah menimbulkan jumlah korban penipuan yang dilakukan membernya.
Dari 62 perusahaan MLM tersebut, masing-masing memiliki keunikan dari sisi produk yang dijual, marketing plan, support sistem, dan strategi mereka dalam hal membuka dan mempertahankan pasar dari serangan atau persaingan dengan kompetitor lainnya.
Mereka (62 perusahaan MLM) tentunya tidak hanya bersaing merebut pasar dengan sesama anggota APLI, coba hitung berapa jumlah perusahaan sejenis yang tidak tergabung dalam anggota APLI, entah perusahaan itu memiliki sistem binary maupun money game dan skema piramid, pastinya lebih banyak jumlah ketimbang anggota APLI. Menurut info yang saya dapat dari beberapa teman pelaku MLM dalam waktu 1 minggu muncul 5-8 jenis perusahaan MLM (baik itu binary, money game, maupun MLM murni), rata-rata perusahaan baru tersebut berasal dari Malaysia, China, Australia, USA, maupun dari Eropa. Tapi kebanyakan yang sering masuk ke Indonesia adalah perusahaan MLM dari negara Malaysia. Karena Malaysia adalah “Surganya MLM”.
Bahkan di negara Malaysia sendiri, sering mengadakan sebuah kegiatan pameran perusahaan MLM (seperti halnya pameran komputer maupun pameran franchise) baik itu setahun bisa 2 kali dan bahkan bisa lebih.
Rata-rata jumlah perusahaan MLM di Malaysia sangat banyak sekali, maklum saja Malaysia kan simbahnya MLM bagi negara kita, pengalaman Malaysia sudah selama 40 tahun lebih dalam me-manage bisnis MLM, sedangkan kita baru 30 tahun (selisih 10 tahun).
Wajar saja jika kita lihat perusahaan MLM yang ada di Malaysia lebih terlihat profesional, mapan, dan kesannya tidak main-main dalam membuka pasar di Indonesia (fokus mereka adalah pasar dunia bukan hanya lokal Malaysia saja). Karena ini adalah salah satu strategi dalam menghadapi kompetisi dengan para pesaing yang sudah sedemikian sangat ketat baik bersaing dengan perusahaan MLM Malaysia yang sedang membuka pasar di Indonesia maupun dengan perusahaan MLM Indonesia.
Bagaimana degan perusahaan MLM lokal Indonesia, apakah sudah berorientasi ke pasar global atau masih di lingkup lokal saja?
Kita tunggu saja pada tahun 2009 nanti.